Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Kuda Nil Warisan Raja Narkoba Pablo Escobar Dimandulkan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Oktober 2021 12:05 12:05 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Oktober 2021 11:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Satu kawanan kuda nil – legasi tak diinginkan yang ditinggalkan raja narkoba Kolombia Pablo Escobar – menjalani proses sterilisasi agar tidak lagi berkembang biak.

Escobar, yang ditembak mati oleh polisi pada tahun 1993, secara ilegal mengimpor hewan-hewan eksotis dari Afrika, termasuk sepasang kuda nil jantan dan betina yang kemudian dijuluki “kuda nil kokain”.

Sejak itu, populasi hewan gemuk tersebut bertambah hingga mendominasi kehidupan liar dekat bekas rumah peternakan Escobar, Hacienda Nápoles.

Pemerintah Kolombia sejauh ini sudah mengebiri secara kimia 24 dari 80 lebih kuda nil yang ada.

Pakar-pakar lingkungan Kolombia mengatakan sekelompok kuda nil tersebut, yang diyakini sebagai kawanan terbesar di luar habitat aslinya Afrika, merupakan spesies yang invasif dan menggusur fauna asli daerah setempat.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Banyak kalangan meminta agar kuda-kuda air itu dimusnahkan atau disterilisasi.

Pada 1993, ketika pihak berwenang menyita Hacienda Nápoles – properti mewah Escobar yang terletak sekitar 250km arah barat laut dari ibukota Bogota – kebanyakan hewan yang ditemukan di tempat itu dipindahkan ke berbagai kebun binatang di seluruh penjuru negeri.

Namun, kawanan kuda nil itu dibiarkan di sana.

“Sulit secara logistik untuk memindahkan mereka ke tempat lain, jadi pihak berwenang membiarkannya di sana, mungkin mereka berpikir hewan-hewan itu akan mati,” kata pakar biologi Kolombia Nataly Castelblanco kepada BBC awal tahun ini.

Akan tetapi, disebabkan tidak adanya predator alami di Amerika Selatan, maka jumlah kuda nil itu terus bertambah.

Menurut para pakar, hewan-hewan bertubuh gempal itu mulai menyebar melalui jalur air utama di negeri itu, Sungai Magdalena.

Ilmuwan yang mempelajari kuda nil mengatakan keberadaan mereka di Kolombia secara liar dapat mempengaruhi ekosistem lokal, mulai dai menggusur spesies asli seperti manatee (sejenis lumba-lumba) hingga mengubah komposisi kimia air, yang berdampak pada kehidupan ikan-ikan. Meskipun, tidak dipungkiri keberadaan mereka kemungkinan ada nilai positifnya bagi lingkungan.

Escobar, salah satu figur kriminal paling tersohor di Amerika Selatan, mendirikan kartel narkoba Medellin pada tahun 1980-an. Selain memproduksi dan menjajakan narkoba, kartel itu juga melakukan penculikan, pembunuhan, pemboman. Konon, Escobar sempat tercatat sebagai salah satu orang paling kaya di dunia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kolombiakuda nilnarkobaPablo Escobar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Delegasi Taliban Mengunjungi Ankara Bahas Hubungan Turki-Afghanistan
Tulisan selanjutnya Dai Hidayatullah Wafat di Pesawat dalam Tugas Pendidikan ke Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?