Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Mengatasi Seret Rezeki dengan Bersedekah (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Februari 2018 08:12 8:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Februari 2018 08:13
Bagikan
Pekerjaannya sebagai penjual kue keliling bersepeda motor bukan penghalang untuk melaksanakan shalat dhuha dan bersedekah.
Bagikan

ADA kisah tentang sepasang suami istri yang termasuk keluarga fakir miskin. Saat sedang duduk-duduk berdua, sang istri berkata kepada suaminya, “Allah Subhanahu Wa Ta’ala benar-benar telah menjadikan rezeki kita sempit dan kurang. Aku mendengar ada seorang laki-laki yang bernama Musa. Orang-orang menganggapnya sebagai seorang Nabi Allah dan doanya pasti terkabulkan.”

Sang istri kemudian melanjutkan dan berkata kepada suaminya, “Aku minta engkau pergi kepada beliau (Musa) dan mohonlah kepadanya agar berdoa kepada Allah agar melapangkan rezeki kita.” Suami itu pun akhirya bergegas pergi untuk bertemu Nabi Musa, kemudian dia meminta beliau agar mendoakan keluarganya diberi rezeki yang lapang.

Nabi Musa kemudian berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kemudian Allah berfirman kepada beliau, “Katakan kepadanya, keluarganya akan diberi tujuh tahun kehidupan yang serba berkelebihan dan melimpah harta bendanya, lalu tujuh tahun berikutnya keluarga itu akan hidup dalam kefakiran dan kesempitan rezeki. Tanyakan kepadanya, mana yang dipilih lebih dahulu? Apakah tujuh tahun menjadi kaya raya atau tujuh tahun sebagai orang miskin?”

Nabi Musa kemudian menemui Sang Suami dan menyampaikan jawaban Allah atas doanya. Nabi Musa memberikan pilihan itu kepada suami tersebut. Sebelum memutuskan apakah menjadi kaya dahulu atau miskin, suami itu ingin meminta pendapat istrinya. Dia pulang menemui istrinya.

Menurut suaminya, lebih baik menjadi orang yang miskin dahulu selama tujuh tahun. Sebab, menjalani hidup sebagai orang miskin, setelah merasakan hidup menjadi orang kaya nanti, akan terasa sangat berat untuk dijalani. Namun, istrinya menyarankan agar suaminya memilih menjadi orang kaya terlebih dahulu, setelah tujuh tahun baru mereka akan melihat bagaimana baiknya kemudian.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Suami itu akhirnya kembali kepada Nabi Musa a.s dan mengatakan bahwa keluarganya memilih menjadi orang kaya terlebih dahulu. Beberapa lama kemudian, Allah memberi keluarga itu rezeki harta benda yang mereka butuhkan; emas, perak, hewan ternak, dan segala yang menjadi keinginan mereka.

Akhirnya, tahun berganti tahun. Tujuh tahun itu pun sebentar lagi akan mereka lewati. Saat itulah, sewaktu sang istri sedang duduk-duduk bersama suaminya, dia berkata, “Suamiku, tujuh tahun menjadi orang kaya akan segera habis dan kita akan kembali menjadi orang miskin seperti dahulu. Menurutmu, apa yang harus kita lakukan?”

Suaminya menjawab, “Bagaimana kalau kita menggali tanah dalam-dalam, lalu kita simpan harta benda yang berharga, emas, perak, dan permata. Nah, pada waktu menjadi miskin, kita akan mempergunakannya.”

Istrinya berkata, “Sesungguhnya Allah yang memberi kita semua rezeki ini, adalah Rabb yang Mahakuasa atas segala sesuatu dan mengetahui semuanya.”

“Lalu kita harus bagaimana?” tanya suaminya. Setelah beberapa saat berpikir, istrinya berkata, “Kita bangun saja sebuah gudang yang besar dengan empat pintu di empat penjuru arah, kemudian kita undang semua orang yang membutuhkan, agar mereka datang ke gudang itu dan mengambil semua yang mereka kehendaki.”

Akhirnya mereka menjalankan usulan sang istri. Mereka membangun gudang besar dengan empat pintu di empat penjuru arah. Semua orang kemudian diundang dan yang membutuhkan, maka dia boleh mengambil apa yang dia inginkan. Kabar itu pun menyebar ke seluruh penjuru kota, bahkan ke luar kota. Keempat pintu gudang itu pun tak pernah sepi dari orang yang keluar masuk.

Tujuh tahun telah terlewatkan, dan beberapa tahun kemudian ternyata rezeki harta sepasang suami istri itu masih ada. Kekayaan mereka tetap ada dan harta benda mereka justru bertambah. Ketika suatu hari Nabi Musa a.s melewati bangunan gudang itu, Nabi Musa bertanya, “Siapa pemilik gudang itu?” Kemudian Nabi Musa pun mengetahui bahwa itu milik sepasang suami istri yang dahulu pernah meminta didoakan agar menjadi orang yang kaya harta.

Nabi Musa kemudian bertanya kepada Allah tentang apa yang disaksikannya pada sepasang suami istri itu. Bukankah dahulu keluarga tersebut hanya diberi kekayaan yang melimpah selama tujuh tahun saja? Mengapa sampai sekarang, setelah melewati tujuh tahun dan bertahun-tahun lagi lamanya, keluarga itu belum menjadi orang miskin, bahkan hartanya semakin banyak?

Allah kemudian menjawab, “Wahai Musa, bagaimana mungkin Aku menutup satu pintu rezeki-Ku untuk mereka, sementara mereka telah membukakan empat pintu gudang hartanya untuk hamba-hamba-Ku.”

Subhanallah, kita pun rupanya agak kurang percaya dengan sabda baginda Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasalam yang berbunyi:

“Tidak ada suatu hari pun yang seorang hamba memasuki waktu pagi padanya, kecuali ada dua malaikat yang turun dari langit dan salah satunya berdoa: ‘Ya Allah, berikanlah ganti untuk orang yang berinfak.’ Dan malaikat yang lain berdoa: ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan untuk orang yang menahan infak.” (HR. Imam al-Baihaqi).*/Nur Faizin M., M.A, dikutip dari bukunya Rezeki Al-Quran-Solusi Al-Quran untuk yang Seret Rezeki.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bersedekahmembuka pintu rezekimenginfakkan hartaRabb Pemberi rezeki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Lawan LGBT dengan Membimbing bukan Mengucilkan’
Tulisan selanjutnya Wanita India Tuding Suami Mencuri Ginjalnya karena Masalah Mahar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?