Hidayatullah.com—Seorang suami dan ipar dari seorang wanita India ditangkap polisi, setelah wanita itu melapor bahwa mereka mencuri ginjalnya sebagai ganti uang antaran nikah.
Dilansir BBC Rabu (7/2/2018) dari media setempat, suami dari wanita warga Bengal Barat itu dua tahun lalu mengatur operasi usus buntu istrinya yang mengeluhkan sakit di bagian perut.
Kemudian pada akhir tahun 2017, dua pemeriksaan medis terpisah mengungkap bahwa wanita itu ternyata ginjalnya hanya tinggal satu.
Dia menuding ginjalnya dicuri oleh suaminya, yang kerap menuntut dahej.
Dahej (bisa diartikan mahar, meskipun tidak sama persis. Inggris: dowry) adalah tradisi di kalangan masyarakat Hindu India di mana keluarga wanita diharuskan memberikan uang atau barang-barang sebagai hadiah pernikahan kepada pihak suami dan keluarga suami. Praktek dahej ini –bahkan menurut sebagian orang India sendiri– merupakan praktek yang menyengsarakan banyak pihak terutama istri, karena besaran dahej yang diminta seringkali kelewat batas. Dahej sebenarnya sudah dilarang di India pada tahun 1961. Namun sampai sekarang, termasuk di kalangan orang India yang sudah bermukim di luar negeri, seserahan dahej ini masih dipraktekkan. Istri kerap mendapatkan siksaan verbal maupun fisik dari suami dan keluarganya, jika mereka merasa dahej yang diberikan kurang. Tak jarang istri akhirnya dibunuh suami dan atau keluarga suami karena masalah ini.
“Suami saya membawa saya ke klinik swasta di Kalkuta, di mana dia dan tim medis mengatakan kepada saya bahwa saya akan baik-baik saja setelah usus buntu yang meradang dibuang melalui operasi,” kata Rita Sarkar, seperti dikutip Hindustan Times.
“Suami saya memperingatkan saya agar tidak menceritakan perihal operasi itu kepada siapapun di Kalkuta,” imbuhnya.
Beberapa bulan kemudian, dia merasa tidak enak badan dan dibawa ke dokter oleh salah seorang anggota keluarganya. Hasil scan menunjukkan ginjal sebelah kanannya hilang, kata wanita itu. Pemeriksaan medis kedua menegaskan diagnosis itu.
“Saya kemudian paham mengapa suami saya bersikeras agar saya tutup mulut soal operasi tersebut,” katanya kepada wartawan Hindustan Times.
“Dia menjual ginjal saya karena keluarga saya tidak memenuhi tuntutan dehajnya.”
Rita Sarkar mengatakan bahwa dia kerap mendapatkan siksaan dari suaminya selama bertahun-tahun, karena masalah antaran nikah itu.
Koran Telegraph India mengutip pernyataan inspektur polisi Udayshankar Gosh yang berkata, “Kami menduga ada unsur penipuan.”
Kasus itu dijerat dengan UU Transplantasi Organ dan Kulit Manusia, kata Inspektur Gosh. Pihak kepolisian juga menjerat tiga orang pelaku dengan tuduhan upaya pembunuhan serta penyiksaan terhadap istri.*