Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ramadhan

Ramadhan Suci Sebentar Lagi Pergi, Sudah Siapkah Bekal Kita Nanti?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Juli 2015 00:09 12:09 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Juli 2015 23:15
Bagikan
Bagikan

SEMAKIN ke sini, dimana bulan Ramadhan telah bertenggat waktu semakin dekat ke garis akhir, sejatinya membuat kita terasa lebih dekat dalam tautan hati dengan Ilahi Rabbi, indah bersemi, jiwa lapang bak berbinar mentari.

Seolah cahaya-Nya mendekap dalam jiwa setiap lantunan doa hamba-Nya disela qiyamurramadhan di gulita malam.

Keindahan dan  keistimewaan Ramadhan mengahantarkan  jiwa meresapi  keagungan Penguasa Semesta Raya.  Puasa  yang  terjaga, qiyamurramadhan yang  ditegakkan, qiraah al-Quran, infaq, dan zakat yang ditunaikan, serta itikaf di sepuluh terakhir.

Itu, In sya Allah, semakin meyakinkan perjalanan kehidupan setahun ke depan akan lebih tertata dalam meraih kemenangan hakiki untuk kehidupan ukhrowi sekaligus.

Manusia yang menghambakan diri kepada dunia dengan mengagungkan ilmu, status sosial, wanita, pangkat, dan harta lainnya, membuat jiwa semakin kerdil. Dia terus menerus menjadi keropos disebabkan cita-cita dan  orientasi hidupnya hanya sebatas materi.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Jubah 1.000 Dirham: Totalitas Tamim Ad-Dary Menjemput Lailatul Qadar
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman

Sementara, manusia diciptakan dari dua unsur jasmani dan rohani. Roh yang telah berpisah dengan jasad berarti jasadnya telah mati. Namun, jasad yang masih menyatu dengan roh namun rohnya terhijab oleh dunia maka sesungguhnya dia telah mati sebelum mati.

Ruh sebagai unsur kehidupan manusia akan terus hidup. Sifatnya hanya berpindah tempat dari waktu ke waktu. Dimulai dari alam roh, alam rahim, alam dunia, alam barzakh dan berakhir di alam akhirat.

Posisi ruh menjadi  pusat pengendali dan pertanggungjawaban atas seluruh aktivitas selama di alam dunia, maka  logikanya ruh pulalah yang hendaknya harus  menjadi pusat perhatian dan pengembangan manusia agar memiliki kekuatan untuk dapat mewujudnyatakan perintah dan amanah yang telah inheren dalam diri setiap manusia, yakni hamba dan khalifah-Nya.

Pada titik ini, maka tidak berlebihan kiranya dikemukakan bahwa bulan Ramadhan sengaja Allah Ta’ala pilih untuk  me-reorientasi-kan diri manusia mukmin agar tetap terjaga sifat fitrahnya.

Momentum ini jelas menjadi sangat penting dan strategis  karena dari hari ke hari selama sebelas bulan, manusia dalam kehidupan normal yang cendrung tak terkendali. Kondisi itu secara terus menerus menghijabi ruh dan fitrahnya hingga terjadi disorientasi hidup bahkan lupa asal kejadian dirinya.

Disaat manusia mampu menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan maghfirah, bulan tarbiyah, dan bulan reorientasi, maka manusia akan mampu ter-sibghah. Sehingga beginilah sesungguhnya figur sang juara yang berhak merayakan kemenangan fitri dengan riuh rendah yang penuh tawadhu dan ketundukan kepada-Nya.

Tetapi, merayakan 1 Syawal bagi figur pemenang bukanlah dengan kegembiraan yang berlebihan, pesta pora, atau semata-mata dengan aneka suguhan dan menu. Akan tetapi merayakannya dengan rasa syukur mendalam sebab kita berhasil kembali menemukan jati diri yang tadinya mulai redup.

Idul Fitri juga sekaligus menjadi tonggak awal membangun komitmen kepada diri sendiri dan kepada Allah Ta’alaa untuk menjaga fitrah kemanusiaan yang telah berhasil kita raih. Inilah hakekat kemenangan para shoimin sebagai buah dari taqwa yang berhasil dihimpun dari tahun ke tahun.

Merawat dan mempertahankan buah taqwa yang telah berhasil diperoleh di bulan Ramadhan tahun ini memerlukan energi dan strategi  tersendiri. Sehingga nilai-nilai spiritual yang telah terbangun tidak segera runtuh begitu saja yang menyebabkan setiap tahun harus memulai dari awal lagi. Beranjak dari nol lagi.

Akhirnya, semoga kita dapat terus menjaga spirit puasa Ramadhan kita. Diantara kiatnya telah dicontohkan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam yakni dengan mentradisikan berpuasa Syawal selama enam hari, juga ada puasa Senin-Kamis, ataupun puasa di setiap pertengahan bulan (yaumul bidh). Semoga kita keluar sebagai pemenang, In sya Allah, Aamiin. */ Wahyu Rahman, penulis adalah Direktur LAZNAS BMH Pusat

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:1436hikmah RamadhanibadahRamadhan 2015Ramadhan Suci pun Akan PergiSemangatSpiritSudah Siapkah Bekal Kita Nanti?Wahyu Rahman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inilah Tujuan Mulia Dari Berzakat Fitrah Dan Mal
Tulisan selanjutnya Majelis Mujahiddin Tetapkan 1 Syawal 1436 H Jatuh Pada Jum’at 17 Juli 2015

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sejarah

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Sejarah
16 Oktober 2026 09:32
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Inspirasi RamadhanRamadhan

Bulan Puasa Melatih Pola Hidup Sederhana

16 Maret 2026 05:00
BeritaInspirasi Ramadhan

Dapur Ramadhan Hammad: 500 Ifthar Harian Plus 50.000 Dirham Lebaran

15 Maret 2026 17:00
Ramadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 8 : Saat Hitungan Sebulan Ramadhan Jadi 120 Hari

15 Maret 2026 11:30
KajianRamadhan

Selain yang Iktikaf, Siapa Saja yang Berpeluang Mendapat Lailatul Qadar?

15 Maret 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?