Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Fiqh Ramadhan

Niat Puasa Ramadhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 April 2021 14:13 2:13 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 April 2021 15:00
Bagikan
Doa di Padang Arafah
Bagikan

Hidayatullah.com | NIAT adalah salah satu kewajiban tatkala seseorang ingin melaksanakan ibadah. Termasuk juga dalam berpuasa. Itu sebagaimana dalam hadits riwayat Bukhori dan Muslim, Rasulullah    ﷺ bersabda:

إنما الأعمال بالنية

Artinya: “setiap pekerjaan tergantung dari apa yang diniatkan.”

Dalam madzhab Imam Syafi’i niat itu diucapkan dalam hati. Adapun pengucapan lewat lisan itu tidak wajib. Hal tersebut sebagaimana yang dijelaskan dalam Fathul Mu’īn oleh Imam Imam Zainuddin Al-Malībārī.

وفرضه، أي: الصوم: النية بالقلب، ولا يشترط التلفظ بها بل يندب.

Baca Juga

Apakah Keluar Mani saat Mimpi Basah Bisa Membatalkan Puasa?
Waktu Paling Mustajab dan Diterimanya Doa selama Ramadhan
Doa “Allahumma laka Shumtu”, Sunnah Bagi Madzhab Empat
Dengar Adzan Subuh Masih Makan, Apa Hukumnya?
Vaksinasi, Apakah Membatalkan Puasa?

“Kewajiban puasa salah satunya adalah niat dalam hati. Tidak disyaratkan untuk diucapkan. Akan tetapi dianjurkan.” [Fathul Mu’īn: 261].

Lalu Imam Sayyid Bakri dalam I’ānah Thõlibīn menambahkan alasan dianjurkannya melafalkan niat.

وقوله: (بل يندب) أي: التلفظ بها ليساعد اللسان القلب.

“Pengucapan niat itu (dianjurkan) agar lisan dapat membantu hati.” [ I’ānah Thõlibīn: 2/1217].

Kemudian berikut ini 3 hal dalam Mazhab Syafi’i yang harus dilakukan seseorang saat hendak berpuasa Ramadhan.

Baca: Syarat dan Kedudukan Niat dalam Puasa Ramadhan

  1. Memaksudkan niat secara jelas

Disebutkan dalam kitab Hasyiyah Bājūrī Imam Ibrāhim Bājūrī bahwa paling minimalnya niat puasa itu sebagai berikut.

“نويت صوم رمضان”.

Artinya: “saya berniat puasa Ramadhan.” [Hasyiyah Bājūrī: 1/633].

Lalu dalam Fathul Qarīb Syarah Ghāyah wa Taqrīb  Imam Ibnu Qasim menerangkan tentang niat puasa Ramadhan secara lengkap.

نويت صوم غد عن أداء فرض رمضان هذه السنة لله تعالى

“Saya berniat puasa besok, yang mana ia (merupakan bagian) dari kewajiban Ramadhan pada tahun ini karena Allah ta’ala.” [Fathul Qarīb: 194].

Adapun Imam Baramāwi yang dikutip dalam I’ānah Thõlibīn, ia menganjurkan untuk membaca beberapa kalimat pengganti lafadz “lillahi ta’ala”.

وقوله : (لله تعالى) : ويسن أن يقول إيمانا واحتسابا لوجه الله الكريم

“Dan pada lafadz ‘lillahi ta’ala’ disunnahkan untuk mengucapakan ucapan ‘imānan wa ihtisāban li wajhillāhi al-karīm’.” [ I’ānah Thõlibīn: 2/1228].

Baca: Tiga Persiapan Menyambut Ramadhan

  1. Waktu malam

Puasa wajib seperti Ramadhan diharuskan niatnya di waktu malam. Dalam Hāsyiyah Bājūrī Imam Ibrahim Al-Bājūrī menjelaskan tentang niat di waktu malam.

التبييت إيقاء النية ليلا في أي جزء منه من غروب الشمس إلى طلوع الفجر، فلا يشترط فيه النصف الأخير من الليل.

“Memalamkan niat adalah mengawali niat pada malam hari di waktu manapun, dari mulai terbenamnya matahari sampai sebelum terbitnya fajar. [Hāsyiyah Bājūrī: 1/632].

Lalu syeikh Mushtofa Abdun Nabi menambahkan,

فلا يكفي إيقاعها أثناء النهار، أو مع طلوع الفجر.

“Adapun diniatkannya siang hari atau saat terbitnya fajar, maka itu tidak cukup”. [Mu’nīsul Jalīs: 1/418].

Baca:  Empat Keutamaan Puasa Ramadhan

  1. Diulagi setiap malam

Dalam kitabnya Mu’nīsul Jalīs Syeikh Mushtofā Abdun Nabī menuliskan bahwa niat puasa diucapkan setiap hari, tidak cukup kalau diucapkan hanya sekali selama Ramadhan.

الأول: (النية) لكل يوم؛ فلا تكفي نية عامة لجميع شهر رمضان، أو لأيام منه، أو من غيره.

“Rukun puasa yang pertama adalah (pelafalkan) niat di setiap harinya. Adapun niat yang bersifat umum untuk (mewakili) keseluruhan bulan Ramadhan, atau beberapa harinya, atau (beberapa hari) luar itu, maka itu tidak cukup.” [dalam Mu’nīsul Jalīs: 1/418].*/ Zulfikar HH, mahasiswa Al-Azhar, Mesir

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:niat puasaniat puasa ramadhanPuasa RamadhanRamadhan 2021shaum ramadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Agrokultural Markaz Syariah Habib Rizieq, Ramadhan Pesan Habib Rizieq di Ramadhan, Revolusi Akhlak dengan Cara Berakhlak
Tulisan selanjutnya Muslim Seluruh Dunia Mulai Berpuasa Hari Ini, dengan Durasi Waktu antara 10 sampai 21 Jam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Fiqh Ramadhan

Celakalah Orang Meninggalkan Puasa

15 April 2021 15:36
Fiqh Ramadhan

Hal-hal yang Membatalkan Puasa, yang Perlu Anda Ketahui

14 April 2021 07:08
shalat sunnah rumah
Fiqh Ramadhan

Sunnah, Hidupkan Malam Hari Raya

24 Mei 2020 04:04
Fiqh Ramadhan

Zakat Perusahaan

22 Mei 2020 17:02
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?