Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ramadhan di Mancanegara

“Menikmati Ramadhan di Luar Negeri” dalam Sehari

Masykur Abu Jaulah
Terakhir diupdate: 28 April 2020 08:18 8:18 am
Masykur Abu Jaulah
Dipublikasikan 25 April 2020 14:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | BERADA di Kota Suci pada Bulan Suci ternyata bisa membuat “goncang” juga.

Jangan kaget dulu. Ini hanya “guyonan” tapi kenyataan yang dirasakan salah seorang warga negara Indonesia (WNI) saat menjalani bulan puasa di Kota Nabi.

Cerita unik itu hanya satu dari sekian banyak keseruan, kemeriahan, dan kenikmatan menjalani Ramadhan di luar negeri. Sebagian kecil di antaranya tersaji pada kesempatan kali ini.

Mengisi kegiatan bulan Ramadhan 1441H/2020M di tengah wabah virus Covid-19, Pendidikan Ulama Pemimpin, program unggulan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan menggelar kegiatan Talk Show Internasional.

Temanya menarik, “Menikmati Ramadhan di Luar Negeri”. Acara yang digelar di Aula Perpustakaan STIS ini menghadirkan para dosen STIS yang berlatar belakang pernah menempuh pendidikan di luar negeri.

Baca Juga

Gadis Timor Leste Masuk Islam, Direstui Kedua Orang Tuanya yang Katolik
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
Seluruh Sopir Taksi Dubai Diberi Uang Bonus Ramadhan

Kali ini kita diajak “menikmati” Ramadhan di luar negeri cuma dalam sehari. Menariknya, para pemateri berpakaian menyesuaikan kisah negara yang disampaikan.

Muzhirul Haq, menjadi pembicara pertama yang berkisah tentang suasana Ramadhan di Turki.

Menurut mahasiswa Pascasarjana Akademi Bena Ulama Istanbul tersebut, ada beberapa perbedaan puasa yang dijalani masyarakat yang berbatasan antara Benua Eropa dan Asia tersebut. Di antaranya waktu puasa yang lebih lama dari biasanya di Indonesia.

“Maghrib di sana sekitar jam delapan malam. Selesai shalat Isya dan tarawih jam sebelas malam. Jadi kebanyakan masyarakat memilih tidak tidur hingga Shubuh jam setengah empat nanti,” ucap pria yang hafal hadits dan hobi futsal ini.

Sedang persamaannya, lanjut lulusan Universitas Islam Al-Iman Yaman tersebut, terlihat pada kebahagiaan masyarakat dalam menyambut Ramadhan. Setidaknya itu terlihat dari spanduk atau baliho-baliho besar yang terpampang di beberapa masjid besar di Istanbul.

Diceritakan, sejumlah lampu warna-warni hingga lampu sorot juga dipasang sebagai hiasan masjid selama Ramadhan.

“Biasanya ada baliho besar di Masjid al-Fatih Istanbul, tertulis Selamat Datang Ramadhan . Ada juga tulisan Mari Meraih Rahmat dan Ampunan Allah di Masjid Biru Istanbul,” terang Muzhirul sambil menirukan bunyi tulisan dengan bahasa Turki.

Berbeda di kota Madinah al-Munawwarah, khususnya di Masjid Nabawi.

Baharun Musaddad pemateri berikutnya bercerita, Ramadhan di Kota Nabi selalu menimbulkan kerinduan bagi siapapun yang pernah mengunjunginya. Mulai dari kedermawan orang-orang Madinah dalam berbagi buka puasa hingga shalat tarawih di masjid tersebut.

“Tapi kadang kalau ingat zaman santri, jadi goncang juga. Karena di Madinah tidak ada cemilan tahu isi, bakwan, atau gorengan lainnya yang ramai dijual di sore hari, jelang buka puasa,” ungkap Baharun tersenyum.

Lain ladang lain belalang. Rupanya beda lagi dengan suasana di Sudan, Afrika. Itu disampaikan oleh Lukman Hakim, yang pernah menetap selama enam tahun berturut di Ibukota Khourtum.

“Sebut Afrika biasanya yang pertama kali teringat adalah cuaca panas dan kemiskinan,” ucap Lukman mengawali kisahnya.

Meski demikian, lulusan Universitas Internasional Afrika tersebut menceritakan, saat Bulan Ramadhan tiba, umat Islam di sana tetap saja suka berbagi kepada orang lain, khususnya makanan buka puasa.

“Biasanya jalan-jalan di sore hari itu sudah ramai dengan masyarakat yang menawarkan buka puasa,” cerita Lukman yang juga seorang dai.

“Kalau seperti itu, baiknya jangan ditolak. Mereka bisa tersinggung nanti,” lanjutnya lagi.

Intinya, menurut Lukman, Ramadhan adalah hadiah istimewa dari Allah. Karunia yang begitu membahagiakan dan disambut dengan suka cita oleh segenap kaum Muslimin di seluruh dunia.

“Bagaimanapun keadaannya, semua kita harus merasakan kebahagiaan dengan datangnya Ramadhan tersebut,” pungkasnya.*

Redaktur: Masykur Abu Jaulah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrikaarab saudiIstanbulmadinahRamadhanRamadhan 1441H/2020Mstis hidayatullahSudanTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warganya Abaikan Imbuan Kesehatan, Kasus Covid-19 di Djibouti Melonjak
Tulisan selanjutnya Cara Menjaga Imunitas Tubuh Anda Tetap Kuat Selama Bulan Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Ramadhan di Mancanegara

70.000 Jamaah Berkumpul di Masjid Al-Aqsha untuk Shalat Jumat Terakhir di Bulan Ramadhan

9 Mei 2021 11:22
Ramadhan di Mancanegara

Hadapi Gelombong Kedua Covid-19, Mesir Melakukan Penguncian jelang Hari Raya Idul Fitri

6 Mei 2021 14:00
Ramadhan di Mancanegara

Usia 72 Tahun Tak Halangi Nenek Ini Khatam Al-Quran Meski Gunakan Kaca Pembesar

30 April 2021 10:59
Ramadhan di Mancanegara

Bek Leicester City Berterima Kasih pada Lawan Main setelah Diizinkannya Berbuka Puasa

28 April 2021 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?