Hidayatullah.com—Sabtu 25 Juni 2016, kegiatan Daurah Qur’an 15 Hari Hafal 5 Juz di Kota Kupang telah resmi ditutup oleh pihak penyelenggara. Acara secara resmi dituup Anwar Hadi Tori.
Acara penutupan ini berlangsung di Jl. Timor Raya, Ruko Bapak Haji Latif, Oesapa Kota Kupang. Ratusan jemaah yg memadati kegiatan penutupan, melihat langsung penampilan peserta Daurah Quran ketika membacakan ayat suci Al Qur’an.
Aidil selaku ketua panitia dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini telah berlangsung selama 15 hari dan diikuti 31 peserta, namun dalam perjalanan ada yang berguguran dan yang masih bertahan 24 Peserta.
“Dari 7 Peserta wanita, salah seorang diantaranya, memenuhi target yang telah dicapai sebanyak 5 Juz. Masrianti Saleh adalah peserta yang telah menyelesaikan hafalan sebanyak 5 Juz,” ujarnya.
Anti, begitu ia biasa disapa mengatakan, sebelum mengikuti daurah ia telah memiliki sedikit hafalan.
“Saat mengikuti daurah kemampuan saya miliki meningkat drastis, Alhamdulillah,” ungkapnya.
Menyusul dari peserta pria, yaitu M. Dzikri Taby telah menyelesaikan hafalan sebanyak 4 juz, 5 Halaman. Rata-rata peserta telah menyelesaikan 2 juz al Qur’an. Kegiatan hafalan ini dimulai dari Surah Al Baqarah dan diakhiri pada Surah An Nisa juz ke 5. Sehingga total keseluruhan peserta menghafal sebanyak 5 juz.
Aidil menambahkan bahwa, hasil yang didapat oleh peserta dalam menghafal adalah semua atas wujud karunia dari Allah Subhanahu Wata’ala saja.
“Kalau mengandalkan kemampuan peserta, itu semua tidak akan mungkin tercapai kalau bukan karena bantuan dan pertolongan dari Allah,” demikian ujarnya.
Anwar Hadi Tori dalam sambutan menyampaikan, kegiatan ini telah berjalan lancar berkat bantuan, kerjasama semua pihak sehingga mulai dari pembukaan kegiatan, sampai pada penutupan hari ini.
Kegiatan daurah ini oleh pihak pembina Ustadz Syaiful Bahri menyampaikan, dalam penutupan kali ini menghahadirkan Syeikh Ahmad Abdus Salam dari Mesir untuk memberikan tausiah sekaligus motivasi kepada peserta.
Dalam kunjungan ke beberapa daerah di NTT, ia mengaku sangat berkesan. Ia menyampaikan, betapa bahagianya saat melihat saudara seiman melantunkan ayat suci al Qur’an di daerah yang minoritas Muslim.
Salam juga mengajak umat Islam di NTT agar tetap kuat aqidah dalam segala aspek kehidupan. Ia berpesan kepada peserta daurah supaya terus menerus membaca dan mengulang – ulang hafalan serta tidak lupa mengajarkan.
Ia menukil sebuah hadits, “Sebaik baik orang diantara kalian adalah belajar al Quran dan mengajarkannya.” Itulah beberapa ulasan Syeikh Abdus Salam yang diterjemahkan oleh Syaifullah Zain, alumni Universitas Madinah, asal Kupang, NTT.
Kegiatan yang dimulai hari Senin (05 Juni 2016 dan berakhir 25 Juni 2016). diakhiri kegiatan pemberian bingkisan amplop oleh Bapak Haji Latif.*/kiriman Abu Zain Zaidan