Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Kasus Masjid Al-Hijri UIKA dan Pengalaman Saya dengan LDII

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Juni 2013 17:14 5:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Juni 2013 17:14
Bagikan
Kasus di Masjid al Hijri UIKA
Bagikan

SERANGAN Ormas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) terhadap pengajian mahasiswa di masjid al-Hijri Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) telah direncanakan. Hal itu diakui oleh pihak LDII yang hidayatullah.com temui di Bogor, Senin (17/06/2013).

Guntur Freddy, Ketua DKM Masjid Nurul Iman, komplek DPD LDII Kota Bogor mengatakan, serangan terhadap seminar itu sudah diinstruksikan oleh Ketua PC LDII Tanah Sereal, Iskandar. (hidayatullah.com, Senin, 17 Juni 2013)

Kasus aliran LDII mengamuk di Masjid UIKA itu telah resmi dilaporkan ke poilisi.
Pihak yang melaporkan LDII ke Polresta Bogor adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UIKA dan IMM Jabar, atas penganiyaan 5 anggota mereka; dan pihak DKM Masjid al-Hijri UIKA atas perusakan masjid.

Perlu diketahui, penyerangan LDII terhadap pengajian di Masjid-masjid selama ini telah berkali-kali di berbagai daerah. Saya (Hartono Ahmad Jaiz) bahkan telah berkali-kali diserang ketika sedang memberikan materi pengajian di beberapa Masjid.

Di antaranya di Masjid IPB Dermaga Bogor, di Masjid Pertamina Prabumulih Sumatera Selatan saat itu dengan Pak Amin Djamaluddin, mereka melempari kami dengan air gelasan dan mengenai pejabat yang duduk di sampaing saya, mereka merebut mick pengeras suara lalu berteriak-teriak hingga sangat gaduh maka pengajian batal.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Juga di satu Masjid di Ciracas Jakarta Timur, massa LDII berteriak-teriak, gaduh, lalu merangsek dan mengejar saya untuk dipukuli, Alhamdulillah tidak kena, tetapi kemudian beberapa panitia diinjak-injak dan dipukuli, hingga Irfan seorang panitia pipinya bengeb dan menghitam sampai berhari-hari.

Di Masjid Agung Karanganyar (timur Solo) Jawa Tengah, massa LDII yang jumlahnya ribuan mengepung masjid lalu ternyata memukuli 7 panitia yang mendampingi saya, yakni remaja masjid. Bahkan ketika saya masuk ke mobil polisi untuk agar aman untuk dievakuasi pun mobil itu masih dilempari. Dan insiden-insiden lainnya.

Orang LDII yang berdatangan di pengajian dalam masjid untuk berbuat kekacauan itu biasanya berteriak-teriak sangat gaduh, agar pengajian bubar. Lalu mereka tanpa sama sekali menghormati masjid, mengamuk dengan semaunya. Seperti ketika di masjid IPB Bogor, berkas-berkas catatan saya pun diacak-acak, gelas-gelas berjatuhan hingga ada bercak-bercak darah bekas insiden itu.

LDII mengaku Muslim bahkan semboyannya QHJ (Quran Hadits Jamaah), namun sama sekali tidak menghormati Masjid rumah Allah, tidak menghormati ayat-ayat al-Qur’an yang ada di catatan-catatan pembicara hingga diperlakukan semaunya, bahkan ketika ayat-ayat Al-Qur’an dibacakan untuk agar mereka diam dari kegaduhan pun mereka tak mau diam.

Mereka mengamuk di masjid. Padahal, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang gaduh di masjid, bahkan melarang baca Qur’an keras-keras ketika di masjid itu ada yang shalat. Karena akan mengganggu. Lha ini malah teriak-teriak, mengamuk di masjid. Bahkan kasus terakhir di Masjid UIKA dikhabarkan merusak masjid . Dan itu direncanakan serta diperintahkan, menurut pengakuan tersebut di atas, diinstruksikan oleh Ketua PC LDII Tanah Sereal, Iskandar.

Coba kita bandingkan, ketika Umar -radhiyallahu anhu- melihat ada dua orang yang ribut di dalam Masjid Nabawi, maka beliau memarahi mereka.

As-Saa’ib bin Yazid -rahimahullah- menceritakan bahwa Umar bin Khoththob memerintahkannya untuk mendatangkan dua orang yang ada di masjid. Umar berkata kepada keduanya, “Siapa kalian, dan kalian berdua dari mana?” Keduanya menjawab, “Dari Tho’if”. Kemudian beliau berkata, لَوْ كُنْتُمَا مِنْ أَهْلِ الْبَلَدِ لَأَوْجَعْتُكُمَا تَرْفَعَانِ أَصْوَاتَكُمَا فِي مَسْجِدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Andaikan engkau berdua termasuk penduduk Madinah, maka aku akan menginjak kalian. Engkau berdua telah mengangkat suara di Masjid Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (no. 470)]

Kemarahan Umar itu karena mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang melarang orang-orang yang baca Qurannya keras-keras di masjid karena mengganggu yang lain sedang shalat.

Al-Bayadhiy -radhiyallahu anhu- berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَى النَّاسِ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَقَدْ عَلَتْ أَصْوَاتُهُمْ بِالْقِرَاءَةِ فَقَالَ إِنَّ الْمُصَلِّي يُنَاجِي رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَلْيَنْظُرْ مَا يُنَاجِيهِ وَلَا يَجْهَرْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ بِالْقُرْآنِ

“Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- pernah keluar menemui manusia, sedang mereka melaksanakan sholat, dan sungguh suara mereka tinggi dalam membaca Al-Qur’an. Lantaran itu, beliau bersabda, “Sesungguhnya orang yang sholat sedang bermunajat dengan Robb-nya -Azza wa Jalla-. Karenanya, perhatikanlah sesuatu yang ia munajatkan, dan janganlah sebagian orang diantara kalian mengeraskan suaranya atas yang lain dalam membaca Al-Qur’an”. [HR. Malik, dan Ahmad. Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (no. 856)]

Ketika Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- merapatkan dan meluruskan shaff, maka beliau mengingatkan kepada para sahabat agar ketika mulai mengatur shaff masing-masing, janganlah berbuat gaduh dan ribut, seperti kondisi pasar!! Tapi setiap orang tenang dan tidak ribut sehingga khusyu’ dan ketenangan bisa tercipta dari awal hingga akhir sholat. Beliau bersabda, وَإِيَّاكُمْ وَهَيْشَاتِ الْأَسْوَاقِ

“Waspadalah kalian dari kegaduhan (seperti yang terjadi) di pasar”. [HR. Muslim (no. 973)]
Gaduh yang dimaksud adalah mengangkat suara, hiruk-pikuk, pertengkaran, canda, dan perbuatan yang sia-sia. [Lihat Syarh Shohih Muslim (4/376)] (lihat Buletin Jum’at At-Tauhid, almakassari.com/ribut-di-masjid).

Menyadari perbuatan gaduh bahkan mengamuk di masjid yang jelas-jelas sangat bertentangan dengan kemuliaan Masjid, dan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta khulafaaur rasyidin radhiyallahu ‘anhum, ternyata sebagian orang-orang yang ketika masih di LDII mengeroyok saya kemudian akhirnya meminta maaf.

Ada yang datang langsung ke rumah, dan ada yang lewat telepon. Di antaranya (saya lupa namanya) menelepon saya dari Bogor. Dia minta maaf karena dulu telah menjadi korlap (kordinator lapangan) dalam mengeroyok saya di Masjid IPB Bogor. Dan dia mengaku telah keluar dari LDII.

Juga Pak Budiono yang minta maaf dengan datang ke rumah, setelah dia menyadari dan keluar dari LDII, menyesali pula perbuatannya dulu ketika masih di LDII ia membentak-bentak saya di depan umum dengan menggebrak-gebrak meja di Masjid lingkungan Bandara Cengkareng.

Bahkan Pak Mauluddin seorang yang ketika jadi wakil empat Amir LDII mengaku memberi pengarahan untuk mencekal saya ketika hadir di suatu kota untuk memberi materi pengajian, kemudian setelah beliau keluar dari LDII lalu datang ke rumah minta maaf atas kesalahannya yang lalu yaitu mengomandoi penghalangan dakwah saya.

Dengan kenyataan seperti itu maka hendaknya mereka yang ternyata terjerumus telah berbuat yang sama sekali tidak menghornmati Rumah Allah itu bertaubat dan meninggalkan ajaran yang bertentangan dengan keindahan Islam itu.

Di samping itu, Alhamdulillah dengan peristiwa mengamuknya massa LDII di masjid Al-Hijri UIKA itu kini semakin membuat kefahaman umat Islam bahwa mereka memang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah yang menghormati masjid. Oleh karena itu tindakan ini tidak dapat ditolerir dan harus diproses dengan hukum.

Siapakah yang rela Masjid Rumah Allah dijadikan sasaran perbuatan onar yang sama sekali tidak menghargai kesuciannya?

Jakarta, 10 Sya’ban 1434H/ 19 Juni 2013

Hartono Ahmad Jaiz

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mensos Libanon: Rezim Assad Membasmi Etnis Muslim Suriah
Tulisan selanjutnya Karzai Protes Perundingan Taliban-AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?