Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Agar Harga Pangan Terjangkau, Kembalinya Negara Secara Penuh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Mei 2017 18:15 6:15 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Mei 2017 18:15
Bagikan
Lembaga Pangan Nasional
Bagikan

AWAL Mei lalu, rakyat dihadiahi dengan kenaikan listrik, kado pahit berikutnya yang diterima adalah kenaikan harga bahan pokok. Kenaikan harga pangan seringkali tidak terprediksi. Anehnya kenaikan bahan pangan ini terjadi, ketika pemerintah menyebutkan stok pangan aman. Bahkan beberapa komoditas pangan masih rutin diimpor pemerintah dengan tujuan menjaga stok. Lain kata pemerintah, lain pula kejadian di pasar.

Kenaikan harga terjadi silih berganti diantara berbagai produk pangan. Meskipun kebijakan Harga Eceran Terendah sudah diumumkan pemerintah, namun turunnya harga masih isapan jempol.Secara logika, ketika stok pangan dikatakan cukupharusnya harga-harga tidak naik. Namun kenapa yang terjadi sebaliknya?

Pangkal masalahnya adalah karena terjadinya liberalisasi penguasaan stok pangan.  Saat ini Bulog bukan lagi menjadi perpanjangan tangan pemerintah dan satu-satunya lembaga yang menguasai stok pangan. Sejak liberalisasi disahkan di negeri ini, korporasi diberi ruang yang sangat luas untuk turut menguasai hajat publik termasuk menguasai cadangan pangan. Karena itu menanggapi naiknya harga pangan, pengamat ekonomi dari Instituf for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartatimenyebutkan salah satunya disebabkanadanya pemegang stok pangan yang tidak bisa diintervensi pemerintah.  Leluasanya korporasi bergerak di bidang  pangan menyebabkan  mulai dariproduksi, distribusi hingga konsumsi sepenuhnya ditangan mereka, dan pemerintah hampir tak berperan. Padahal tidak dikuasainya stok pangan secara utuh oleh negara inilah, memunculkan banyaknya penimbunan hingga praktik kartel pangan.

Ralitae inipun makin terkonfirmasi dengan banyaknya ditemukan penimbunan-penimbunan pangan oleh Satgas Pangan Polri diberbagai daerah. Karena itu  solusi mendasar untuk masalah pangan termasuk menstabilkan harga pangan adalah diambilnya kembali penguasaan pangan oleh pemerintah. Sebab hakikatnya pemerintah adalah pelayan dan pengurus rakyat bukan korporasi. Jika penguasaan produksi dan distribusi pangan masih diserahkan kepada korporasi, maka berbagai kebijakan stabilisasi pangan yang dijalankan pemerintah tidak akan banyak menyelesaikan masalah.*

 

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Emilda Tanjung |Ibu RT, Bogor

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ekonomiliberalisasi panganpangan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Imam Palestina Ingatkan Umat Islam: Wajib Bebaskan Masjidil Aqsha
Tulisan selanjutnya IDB Bagikan 20 Ribu Ekor Daging Beku pada Pengungsi Suriah di Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?