Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Hubungan Musibah Banjir dan Kepemimpinan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Februari 2014 17:13 5:13 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Januari 2014 10:09
Bagikan
Banjir
Bagikan

Apa hubungan antara banjir dan dosa kepemimpinan DKI?

Apakah karena gubernurnya bukan dari parpol Islam dan bernama Jokowi?

Ataukah karena wagubnya  non Muslim otomatis Ciliwung jadi tinggi?

Ataukah karena mereka membuat pesta rakyat ketika tahun berganti?

Tentu tidak lah ya …

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Andaikata soal parpol, banyak koq kota-kota tanpa bencana…

Tak cuma soal parpol, bahkan konon mereka tidak beragama …

Di sana tak cuma tahun barunan, bahkan judi dan zina itu biasa

…misalnya di beberapa bagian Eropa, Russia dan China.

Bila umat Nabi Nuh durhaka dibalas air bah, itu memang iya.

Bila kaum Nabi Sholeh durhaka dibalas gempa, itu memang iya.

Bila bangsa Nabi Luth durhaka dibalas petir menggila, itu memang iya.

Tetapi umat Nabi Muhammad telah diberi tangguh, hingga akhirmasa. Karena itu mari kita belajar cerdas bersama-sama.

Benar ada dosa-dosa kepemimpinan di mana-mana. Tetapi banyak dosa yang tidak begitu sederhana. Dosa-dosa yang perlu ulil-albab untuk menjelaskannya.

Dosa itu menyelinap di dalam sistem, birokrasi dan budaya kita. Budaya mengukur segalanya dari harta dan kuasa,tanpa peduli halal dan haram sehingga tata ruangpun dilanggarnya, baik oleh orang-orang kecil maupun oleh mereka yang berkuasa.

Birokrasi menciptakan aparat defensif yang cuma cari muka.Mereka yang tak kompeten, abai terhadap tugas-tugasnya, tetap saja naik, karena dekat dengan yang sakti tandatangannya.

Akibatnya ratusan setu dan embung di Bogor lenyap tak bersisa. Akibatnya kampung kumuh di pinggir sungai dibiarkan menggila. Akibatnya tanggul, pintu air dan pompa tak terawat jadinya. Sementara mereka yang cerdas, proaktif tetapi juga kritis suaranya, diasingkan di sudut-sudut sepi, agar pelan-pelan mati merana.

Sistem demokrasi menyerahkan aturan pada pendapat siapa saja,yang mendapat mandat cukup dengan visi cukup lima tahun belaka.

Padahal tak ada perubahan mendasar selesai seketika.Dari usaha yang biasa-biasa saja, tak akan muncul hasil istimewa.Sedangkan apa saja yang untuk rakyat seharusnya,diserahkan pada mekanisme pasar, dengan
tangan-tangan gaibnya.

Akhirnya hutan-hutanpun digunduli, karena pasar menginginkannya.

Akhirnya rawa-rawapun diurug, karena ada investasi pengusaha.Akhirnya di mana-mana beton dan aspal, menutupi segalanya,juga lumpur dan sampah mendangkalkan sungai, menghalangi alirannya.

Akhirnya air sulit mengalir atau meresap, lalu banjir kemana-mana. Banjir sebenarnya secara teknis amatlah sederhana.

Hujan dan limpahan di suatu tempat, tidak diserap atau dibuangnya.Jadi amat mudah juga bila persoalannya teknis belaka.

Alihkan hujan ke tengah laut yang tidak berbahaya.Perbanyak hutan, taman dan sumur resapan di kota-kota.

Perdalam dan perluas seluruh kanal pembawa air ke samudra.Bila perlu tambah dengan tanggul, pintu air dan pompa-pompa.

Namun jika masalahnya ada di sistem, birokrasi dan budaya,maka solusi teknis itu tidak akan bertahan lama. Kita perlu reformasi birokrasi, dan transformasi budaya,bahkan mungkin kita perlu membongkar sistem yang lama,untuk kita ganti dengan sistem yang baru sama sekali paradigmanya,yaitu sistem dengan aqidah Islam dan syariahnya yang sempurna.Ini bukan sekedar sistem tentang ibadah dan tatacaranya.Tetapi ini tentang bagaimana manusia memandang alam sekitarnya.

Tentang apakah boleh mengkomersilkan hutan dan rawa-rawa.Juga tentang bagaimana mengatur pemukiman kaum tak berpunya.

Subhanallah, bila para pemimpin itu menerapkannya,sistem yang begitu sempurna itu pasti memberikan berkahnya,sehingga tak perlu ada banjir kronis yang tiap tahun melanda,tak perlu negara dan masyarakat rugi puluhan trilyun rupiahnya,dan kita akan berhemat dari mencaci dan mencela,juga doa kita tidak akan sia-sia.*

Prof. Dr.-Ing. H. Fahmi Amhar
Badan Informasi Geospasial (BIG)Jl. Raya Jakarta-Bogor Km. 46
Cibinong – INDONESIA

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:banjir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di Malaysia Anak Babi Kena Sensor
Tulisan selanjutnya Pemerintah Harus Antisipasi Ketersediaan Pangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?