Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tajuk

Hormati Orang yang Sedang Berpuasa!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Juni 2016 14:48 2:48 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Juni 2016 14:47
Bagikan
Spanduk yang sempat jadi pembicaraan netizen: Sebuah logina terbalik, yang mengajak menghormati orang tak berpuasa
Bagikan

FENOMENA ini berawal dari pernyataan Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, bahwa kita harus menghormati hak mereka yang tak berkewajiban dan tak sedang puasa. Pernyataan tersebut diungkap kan Menag melalui tweet di media sosial.

Kicauan tersebut mengundang pro dan kontra di tengah masyarakat. Kisruh di dunia maya ini menyebabkan Menag terpaksa menjelaskannya kembali arti pernyataannya. Sang Menteri memberi contoh arti kata menghormati dalam kicauannya bahwa warung atau tempat makanan tak perlu ditutup selama Ramadhan.

Penjelasan sang menteri ini justru menyebabkan diskusi semakin hangat di jejaring sosial. Muncullah petisi agar Mendagri mencabut Perda Larangan Berjualan di Bulan Ramadhan. Bahkan, Perda-perda soal syariat mulai dibawa-bawa dalam perang opini antara pihak yang pro dan kontra.

Awal Ramadhan lalu, terjadi insiden penutupan warung seorang warga di Serang, Banten, oleh Satpol PP. Penutupan ini berdasarkan Perda Nomor 2 tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan, dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat. Di dalamnya terdapat kegiatan yang dilarang pada bulan Ramadhan, termasuk melayani dan menyediakan tempat bagi orang yang makan dan minum di siang hari. Pro kontra semakin marak atas peristiwa tersebut.

Rupanya kaum liberal betul-betul memanfaatkan kisruh tersebut untuk menjalankan misinya menjauhkan kaum Muslim dari Islam. Mereka membuat poster-poster kecil yang disebar di jejaring sosial. Poster itu berisi sikap nyinyir atas perlakuan pemerintah kepada pedagang kecil yang hendak mencari nafkah. Sikap nyinyir juga ditujukan kepada syariat Islam.

Baca Juga

“Jangan Curigai Sumbangan Kami!”
Pak Presiden, Dengarkanlah Kata Ulama!
Jurnalisme Takwa
Bijak di Kabinet Baru
Pemimpin Biasa, Di Tengah Masyarakat yang Anomali

Ramadhan dan ‘Toleransi’ Warung Makan

Lalu bagaimana seharusnya sikap kaum Muslim di negeri ini?

Kita harus memandang fenomena ini dari dua sisi. Pertama, antar sesama umat Islam. Jelas sikap menghormati orang yang tidak puasa itu keliru. Ada banyak kaum Muslim di negeri ini yang belum kuat imannya. Justru merekalah yang harus dilindungi dari perbuatan yang bisa menjerumuskan mereka kepada dosa dan maksiat.

Sisi kedua, antara Muslim dan non-Muslim. Diskusi tentang persoalan ini antara keduanya jelas sulit mendapat kata mufakat. Sebab, dasar dan rujukan keduanya berbeda. Kaum Muslim tentu mendasarkan pendapatnya pada al-Qur’an, Hadits, dan ijma ulama, sedang non-Muslim tidak. Jadi, untuk menyamakan persepsi tentang kata menghormati saja sulit dilakukan.

Karena itu, persoalan ini perlu diselesaikan lewat ketegasan pemimpin (pemerintah).  Peran pemimpin Muslim sangat dibutuhkan. Pemimpin Muslim harus menyadari bahwa tugasnyalah melindungi masyarakat Muslim di negeri ini dari godaan yang bisa menjerusmuskannya, terlebih di bulan Ramadhan. Apalagi, jumlah Muslim di tanah air ini dominan.

Namun, perlu juga disadari bahwa adab atas pelaksanaan larangan perlu diperhatikan. Kurang adab dalam menegakkan syariat bukan malah member solusi, tapi menimbulkan masalah baru. Wallahu a’lam.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bulan Ramadhanpemimpin MuslimPuasaRamadhan 1437 H
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ramadhan dan ‘Toleransi’ Warung Makan
Tulisan selanjutnya 40 Orang Terbunuh dalam Serangan di Idlib oleh Pesawat Rusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Berita
29 Agustus 2026 09:56
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Tajuk

Aria dan Perang Opini Media AS

1 Oktober 2014 01:39
Tajuk

10 Tahun Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini

9 April 2013 23:44
Tajuk

Kekerasan Atas Nama Agama, Don’t Worry

20 September 2012 16:50
Tajuk

Ke Manakah Media Islam?

18 Desember 2011 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?