Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Cerita Assad Mencari Uluran Moskow [3]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Oktober 2015 10:40 10:40 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Oktober 2015 12:15
Bagikan
Presiden Iran Rouhani dan Vladimir Putin: “Suriah adalah provinsi ke-35 dan sebuah provinsi yang strategis untuk kami”
Bagikan

Sambungan artikel KEDUA

SEBUAH kesepakatan dicapai yang lebih dari apa yang Assad sepakati dengan para pemberontak. Tapi kesepakatan itu eksplosif. Kesepakatan itu menunjukkan bahwa Iran tidak lagi percaya pada kemenangan Assad, dan menunjukkan bahwa pembagian negara telah berlangsung, termasuk confessional cleaning.

Seruan gencatan senjata ditujukan kepada para Sunni yang kini tinggal di Zabadani, untuk meninggalkan kota tersebut dan bergerak ke Idlib. Sebagai gantinya, Syiah di Fua dan Kafraya akan diperbolehkan untuk tinggal di selatan. Gencatan senjata akan berlaku di seluruh rangkaian kota dan desa di area tersebut dan wilayah tersebut dibuat sebagai wilayah larangan-terbang bagi jet-jet dan helikopter rezim Suriah.

Ini adalah pelanggaran berat terhadap otonomi rezim dan Assad melakukan apa saja untuk menolak implementasi kesepakatan tersebut, termasuk membebaskan 500 tahanan.

Kegemparan yang disebabkan oleh campur tangan Iran dalam lingkaran Assad telah mencapai dunia luar. Tetapi sejumlah figur-figur penting rezim – mereka yang menentang permainan kekuasaan Iran – telah menghilang akhir-akhir ini. Beberapa dalam sitiasi yang sedikit ganjil.
Villa-villa yang Meledak

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Desember tahun lalu, rumah milik Jendral Rustum Ghazaleh, kepala Direktorat Keamanan Politik Suriah, diledakkan dan kejadiannya direkam. Video tersebut, dengan BGM melodramatis serta permintaan kesetiaan kepada Assad, diunggah ke dunia maya.

Tidak lama kemudian, Ghazaleh dipukuli hingga tewas oleh antek dari pasukan rahasia Suriah, dua orang diantaranya berasal dari Iran. Alasannya: Ghazaleh kebal terhadap milisi Syiah, dengan siapa dia menolak bekerjasama. Iran awalnya ingin menggunakan villa-nya sebagai markas, oleh karena itu Ghazaleh meledakkannya.

Pada bulan Juli, giliran Jendral Dhu al-Himma Shalish yang telah puluhan tahun menjadi kepala Pengawalan Presiden dan kerabat dekat Assad. Media Suriah melaporkan bahwa korupsi adalah alasan penurunan jabatannya yang mendadak. Sebuah klaim yang cukup mencurigakan, karena Shalish tidak hanya korup. Dia adalah rajanya korup, baik di bidang perumahan, obat-obatan serta senjata. Lebih jauh lagi, dia adalah tokoh kunci dari senjata dan teknologi bernilai ratusan juta dollar yang diselundupkan melalui Suriah ke Baghdad pada periode embargo yang berlaku saat itu.

Perdagangan illegal tersebut sebagian diungkap oleh Amerika Serikat pada 2003, dan mendorong rezim Assad hampir kolaps akibat tekanan-tekanan dari luar, teruburuk dalam 30 tahun terakhir.

Pada saat itu, di Suriah tidak ada yang peduli pada aktivitas illegal Jendral Shalish. Maka dari itu, penurunan jabatannya tidak berkaitan dengan praktek bisnis korupnya dan lebih kepada perannya sebagai kepala Pengawalan Presiden.

Kedua contoh tersebut menunjukkan jangkauan tekanan dari Iran kepada Assad – ke titik dimana dia tak bisa lagi melindungi orang-orang kepercayaannya. Dan hal tersebut amatlah berbahaya baginya.

“Sejak kepergian Shalish, Iran memiliki akses fisik langsung kepada Bashar,” ujar diplomat Rusia yang telah lama memiliki kontak di Damaskus itu. Assad kini dilindungi oleh Iran dan mereka dapat dengan mudah menyingkirkannya jika mereka mau.

Pasukan dari Moskow membuat Assad bisa sedikit bernapas lega. Dia kini dapat, dalam batas-batas tertentu, mempermainkan dua kekuatan pelindungnya dan meneruskan kampanye melawan negaranya sendiri. Itu satu hal yang dia tidak bakal menang, tapi tidak akan hilang dari genggamannya dalam waktu dekat.*/Tika Af’idah

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadiranLibanonrusiaSerangan Rusia Di Suriahsuriahsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Umat Islam Singkil Desak Aparat Selidiki Surat Edaran Provokatif dari Gereja
Tulisan selanjutnya Ribuan Umat Islam Sudan Protes Kejahatan Israel di Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?