Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Politik UAE “Memancing di Air Keruh” dalam Konflik-konflik di Timur Tengah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Juni 2017 16:03 4:03 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Juni 2017 16:20
Bagikan
Yousef Al Otaiba, Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Amerika bersama Susan Rice, Penasihat Keamanan Nasional AS, berbicara di Gedung Putih, 25 Juli 2013
Bagikan

Oleh: ACE Abdullah

 

KRISIS Krisis diplomasi Teluk Arab yang mencuat belakangan ini dengan aksi pemblokadean Qatar mengalihkan perhatian kita kepada salah satu negeri penyokong boikot yakni Uni Emirat Arab (UEA).

Negara ini merupakan sebuah negara persekutuan tujuh emirat yakni Abu Dhabi, Dubai, Ajman, Fujairah, Ras al-Khaimah, Sharjah, dan Umm al-Quwain dengan Syekh Khalifa bin Zayed Al Nahyan Smir Abu Dhabi sebagai Presiden persekutuan.

Simbol yang paling terkenal dari negara persekutuan ini mungkin adalah kota ‘seribu satu malamnya’ yaitu Dubai yang terkenal dengan Burj al-Arab yang merupakan bangunan tertinggi ketiga (321 m) di seluruh dunia yang didesain berbentuk layar kapal.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Dengan turisme menjadi andalan pertamanya dalam mendapatkan devisa luar negeri, kota di padang gurun timur tengah ini bertranformasi menjadi salah satu kota yang paling mahal dan terbaratkan di jazirah Arab.

Salah seorang rekan penulis yang berdarah Arab mengisahkan bagaimana kunjungannya ke kota tersebut tidak menyenangkannya karena bahkan di ruang hotelnya ia terus diganggu dengan ketokan pintu orang yang tidak dikenal. Ya kota ini juga terkenal dengan hiburan malamnya yang merajalela dan sudah menjadi rahasia umum.

Baca: Bangkitnya ‘Nabi Palsu’ di Teluk

Peranan negeri ini dalam krisis diplomasi teluk Arab ini juga sangat besar. Salah satu kabar paling mencegangkan di awal-awal krisis diplomasi teluk ini sebagaimana dilansir middleeast monitor adalah bocoran dari kelompok peretas “Global Leaks” yang meretas email-email komunikasi antara Dubes UEA Yusuf Al-Utaibah dan sebuah lembaga think tank pro-Israel Foundation for Defense of Democracies (FDD) yang didanai Sheldon Anderson.

Email-email yang sebagiannya tercatat di tahun 2014 mengungkapkan kerjasama tersembunyi antara FDD dan UEA bekerjasama dengan jurnalis media untuk menerbitkan artikel-artikel kampanye hitam terhadap Kuwait dan Qatar dengan tuduhan mendukung “terorisme”.

Utaibah ini juga sangat dikenal dalam lingkaran lembaga keamanan AS karena keterlibatannya dalam rapat-rapat penting dengan pejabat keamanan. Dengan perencanaan matang belakang layar inilah Utaibah ditengarai mendesain aksi blokade terhadap Qatar ini.

Hingga saat ini UAE masih terus bekerja melancarkan serangan kampanye hitam terhadap Negeri Qatar.

 Baca: Sisi Lain Krisis Diplomasi Qatar versus Saudi dan UEA

Kabar terbaru yang dilansir middleeast monitor mengabarkan pengakuan Presiden Somalia Mohammed Abdullah Farmajo yang mengaku telah dihubungi UAE yang menawarkan uang tunai sebesar $80 juta kepadanya pribadi agar ia mendukung dan menyatakan pemutusan hubungan diplomatik terhadap Qatar. Padahal Somalia bersikap netral hingga saat ini atas aksi blokade tersebut.

Muhammad bin Zayed, putra mahkota Abu Dhabi dikabarkan juga sebelumnya mencoba menginfiltrasi hasil politik dalam negeri Somalia dan mendukung presiden Somalia sebelumnya Hassan Sheikh Mahmoud untuk bertahan di tampuk kekuasaan guna mendapatkan keuntungan penguasaan Bandar laut di Somalia.

Atas penolakan presiden Somalia inipun dikabarkan bahwa salah seorang Qori Al-Quran asal Somalia bernama Ismail Omar telah diusir dari Musabaqah Hifzdil  Quran yang diselenggarakan di Kota Dubai.

qori’ Ismail Omar

Hal yang menunjukkan ketidakadilan politik UEA yang bahkan mempolitisir Musabaqah hifdzil Quran hanya karena alasan politis yang tidak terkait dengan Sang Qori’. * >> klik (Bersambung)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:arab saudibahrainDubes UEA Yusuf Al-UtaibahEmir QatargazaHAMAShubungan diplomatikIkhwanul MusliminiranisraelKrisis Diplomasi QatarLibyaMesirNegara telukQatarSheikh Tamim Hamad al-ThaniUni Emirat Arabyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi Bilang Tak Ada Blokade terhadap Qatar
Tulisan selanjutnya Kamar ‘Tembus Pandang’ di Surga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?