Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Adu Taktik Strategi di Suriah dan Iraq

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Juni 2017 14:53 2:53 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Juni 2017 16:10
Bagikan
Bagikan

Oleh: Nugra Fatah

 

KOMPLIKASI konflik Suriah makin rumit dan tereskalasi selama 1 bulan terakhir. Tidak ada kawan abadi, semua kesepakatan dan sekutu dapat berubah seketika sesuai kepentingan masing-masing pihak. Dalam hal konflik Suriah, kepentingan Iran-Rusia, AS dan Turki terus saling kejar memanfaatkan proxy ISIS yang kini sudah hampir K.O. (knock out).

Turki mendukung penuh FSA (Free Syrian Army/Tentara Pembebasan Suriah) di utara membersihkan ISIS dan menekan YPG Kurdi serta Bashar Assad, sementara di Iraq, Turki dukung Peshmerga Kurdi  untuk memisahkan diri, referendum, hal yang membuat Iraq marah, mengadu ke Negara Teluk sehingga menjadi salah satu penyebab diisolasinya Qatar.

Sementara FSA di selatan didukung penuh AS dan Yordania, juga untuk memblokir jalur Iran-Iraq-Suriah-Mediterania melalui kota di perbatasan Iraq-Suriah, yakni al-Tanf.

Baca Juga

Bagaimana Pakta Pertahanan Mekkah Bisa Mengubah Peta Ekonomi Timur Tengah?
Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital

Baca: FSA: Milisi Iran Perkosa Wanita Aleppo, Teriakannya Diperdengarkan Lewat Pengeras Suara

Adapun dukungan AS di utara jatuh kepada YPG Kurdi untuk menaklukkan ibukota ISIS, Raqqa, hal ini juga berimbas, pemblokiran jalur Iran-Mediterania melalui Mosul-Raqqa-Aleppo-Lattakia.

Strategi utama Iran ialah pencapaian jalur darat dari Teheran ke Mediterania untuk meningkatkan pengaruh regional baik politik ekonomi dan militer. Hal ini menjadi ancaman bagi Eropa setelah Rusia di utara, dan lebih khususnya ancaman bagi negara-negara di Timur Tengah.

Tertutupnya dua jalur di Raqqa (utara) dan al-Tanf (selatan), alternatif terakhir bagi Iran ialah melalui jalur tengah yakni Teheran-Baghdad-Der Ezor-Palmyra-Damaskus-Lebanon. Hanya saja Der Ezor dan sekitarnya masih dikuasai ISIS, dan inilah yang sedang menjadi ajang perebutan berikutnya, sehingga beberapa hari lalu Iran show force menembakkan rudal balistik ke Der Ezor.

Konflik di wilayah utara sedang berlangsung antara YPG Kurdi mengepung Raqqa, namun di selatan Raqqa, pasukan Bashar al Assad, SAA (Syirian Arab Army) sedang berlomba dengan YPG memukul ISIS menuju Der Ezor di tenggara. Saling serang antara YPG-SAA pun terus berlangsung hingga AS menjatuhkan pesawat Assad yang membuat Rusia marah. Sementara di wilayah selatan SAA sedang berhadapan langsung dengan ISIS menuju Der Ezor.

Taktik SAA mulai dijalankan 2 hari terakhir dengan memblokir akses darat YPG dari utara Aleppo ke Raqqa. Sebelumnya SAA bersekutu dengan YPG, namun dengan mulai hancurnya ISIS, YPG menjadi ancaman Bashar Assad berikutnya. Bahkan kini SAA-Iran mulai mendorong Turki untuk memukul YPG yang sebelumnya dilindungi SAA. Perhari ini Turki sudah melakukan mobilisasi besar melanjutkan Operasi Euphrat Shield tahap II, hal ini akan membuat Trump semakin berang terhadap Turki, meminjam Arab memukul Qatar, sekutu Turki.

Baca: Rezim Suriah Lanjutkan Pemboman di Kota Daraa

Pada wilayah oposisi FSA, konflik keras sedang berlangsung di Daraa, Damaskus Selatan berbatasan dengan Yordan-Israel.

Selama 2 bulan sebelumnya oposisi berhasil memenangkan banyak pertempuran dan mengusir SAA di beberapa titik kota. Namun sekarang menjadi target operasi militer, sudah sepekan hujan ratusan rudal pesawat dan serangan darat ke wilayah oposisi gabungan HTS-Ahrar Syam namun SAA selalu gagal bahkan rugi besar beberapa hari terakhir dengan tewasnya puluhan pasukan Assad dibantu milisi Syiah Iran. Tidak ada tujuan strategis pada pertempuran ini selain untuk memperluas wilayah masing-masing di Suriah.

Adapun wilayah Idlib, daerah terluas yang dikuasai oposisi saat ini menjalani  hidup sehari-hari dan ibadah dengan tenang, setelah sebelumnya Turki berhasil melobi Rusia (sekaligus Bashar al Assad) untuk menghentikan pengeboman di wilayah-wilayah oposisi, dengan syarat oposisi pun berhenti ekspansi menyerang wilayah Assad. Hal ini juga yang mungkin membuat AS-Arab tidak menyukai proposal Turki karena dianggap menguntungkan Assad, sekali lagi Qatar menjadi korban.

Sudah 6 tahun perang Suriah tampaknya belum akan menunjukkan titik terang karena negara-negara besar semakin terjerembab ke dalam kubangan konflik yang semakin tereskalasi, namun korban pastinya ialah warga sipil umat Islam yang berjuang dipengungsian. Pada penghujung Ramadhan ini mari kita doakan untuk keselamatan dan kemenangan umat Islam di seluruh dunia. Hasbunallahu wanimal wakil.*

Penulis sejarah, pengamat politik Timur Tengah. Twitter @nugrazee

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ribuan Unta yang Terjebak Konflik Qatar Kembali ke Pemiliknya
Tulisan selanjutnya 69 Pemimpin Katolik Flores Mundur Karena Dugaan Uskup Gerejanya Menyeleweng

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Berita
31 Agustus 2026 20:11
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Terbaru

  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Mungkin Anda Juga Suka

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
Analisis

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas

19 Oktober 2024 15:22
Analisis

NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

2 April 2024 21:00
Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?