Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Mengapa Wanita Saudi Boleh Menyetir?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Oktober 2017 04:00 4:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Oktober 2017 03:58
Bagikan
Perempuan Arab Saudi boleh menyetir
Bagikan

Oleh: Hanaa Hasan

 

SECARA tiba-tiba muncul pada minggu ini berita bahwa Arab Saudi telah mengakhiri larangan menyetir bagi wanita. Para wanita di seluruh penjuru Kerajaan merayakan ketika Raja Salman Bin Abdulaziz meminta agar surat izin segera dicetak sebagai persiapan bagi para pengendara wanita pertama yang turun ke jalan pada Juni tahun depan.

Undang-undang yang telah lama dikritik, larangan menyetir merupakan sebuah masalah yang wanita Saudi telah kampanyekan selama berdekade-dekade, banyak dari mereka menghadapi hukuman penjara karena aktivisme mereka. Kerajaan Arab Saudi merupakan negara terakhir di dunia yang menghalangi wanita untuk menyetir, sehingga memaksa banyak wanita bergatung pada saudara-saudara lelakinya atau sopir.

Pemerintah dan media internasional telah mendeklarasikan bahwa ini merupakan sebuah langkah maju dan kemenangan bagi hak-hak wanita. Tetapi bagi banyak orang, termasuk pendiri  dan juru bicara kelompok hak asasi manusia Saudi, Citizen’s Without Restrictions, masih banyak pertanyaan yang tersisa.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

“Kami benar-benar ingin memahami bagaimana keputusan ini dibuat, mengapa mereka melarangnya dan bagaimana mereka memperbolehkannya sekarang? Bagaimana ini bisa terjadi? Kami berhak tahu.”

Baca: Raja Salman Keluarkan Keputusan yang Izinkan Perempuan Menyetir

Dalam menilai alasan dari keputusan tiba-tiba ini, tidaklah mungkin mengabaikan konteks yang telah diambilnya. Beberapa bulan terakhir ini telah terlihat perubahan besar di Kerajaan Saudi (KSA), dari naiknya secara mendadak Mohammad Bin Salman ke posisi putra mahkota pada musim panas ini, hingga penangkapan massal ulama yang semakin banyak terjadi di negara itu. Langkah terbaru pemerintah tersebut merupakan bukti dari arah politik lebih luas dimana negara itu tampaknya berubah, tetapi tidak seperti banyak orang harapkan, kemungkinan tidak membawa perubahan yang signifikan.

Kesempatan ekonomi

Banyak yang telah menyebutkan tangan Putra Mahkota Mohammad lah yang membalikkan larangan itu dan ini tampaknya sesuai dengan tindakannya sejak dia menggantikan sepupunya sebagai pewaris tahta pada Juni.

Putra Mahkota yang dianggap lebih muda dan lebih dinamis telah mendorong perkembangan ekonomi di garis depan agenda Saudi, dengan rencana Visi 2030-nya yang menganjurkan diversikfikasi dari minyak, liberalisasi ekonomi dan pengembangan industri-industri seperti pariwisata.

Meskipun begitu, banyak warga yang sedang berjuang dengan tinggi biaya, menyusutnya kesejahteraan negara dan langkah-langkah penghematan yang menyebabkan kesengsaraan bagi banyak orang. Bisnis berukuran sedang dan kecil juga menderita karena harga air dan listrik naik, serta pajak-pajak yang ditimpakan pemerintah.

Situasi seperti itu dapat diperbaiki dengan pemberian petrodollar pada para penduduk sebagai dana bantuan, namun semakin berkurangnya pilihan disebabkan semakin berkurangnya harga minyak telah memaksa pemerintah untuk memikirkan ulang ekonomi masa depannya di luar industri perminyakan. Sebagai penghasil terbesar minyak, masa depan negara itu terlihat lemah di saat dunia  menengok listrik dan sumberdaya energi yang dapat diperbaharui; sebuah sentimen juga terlihat dalam pengumuman bahwa perusahaan milik negara Aramco akan go public (penawaran saham) pada tahun depan.

Di tengah ketidakpastian tersebut, memperbolehkan wanita menyetir menghadirkan sebuah kesempatan ekonomi yang besar.

Pertama-tama hal itu akan menyelamatkan uang negara yang para supir ekspatriat kirim ke negara-negara asal mereka. Tujuan Pangeran Mohammad untuk meningkatkan partisipasi pekerja wanita dari 22 persen menjadi 30 persen juga semestinya akan mempermudah wanita berpendidikan tinggi mengendalikan kemampuan mereka dalam bepergian dan akan memberi mereka akses yang lebih besar pada ekonomis sebagai konsumen.

Baca: Berapa Riyal Dihemat Saudi Setelah Kepulangan Sopir Asing?

Pencabutan larangan itu juga akan memperbaiki citra Arab Saudi di mata dunia, sehingga meningkatkan investasi asing.

Tingkat politik

Negara terbesar dan berpopulasi paling banyak itu juga terlibat dalam banyak kontroversi politik. Blokadenya baru-baru ini atas Qatar karena tuduhan bahwa negara kecil Teluk itu mendukung terorisme merupakan sebuah langkah yang banyak orang rasa ironis mengingat adanya hubungan sejarah antara pendanaan Saudi dan kelompok ekstrimis. Namun tidak ada tanda—tanda blokade akan berakhir, atau bertekuk lututnya Qatar, strategi Saudi untuk meningkatkan posisinya di wilayah Timur Tengah tampaknya sedang menemui jalan buntu. Di saat yang sama, kebebasan berpendapat di negara itu telah, jika mungkin, menerima pukulan yang lebih besar, yaitu siapapun yang menyatakan mendukung atau bersimpati pada posisi Qatar akan menerima hukuman penjara.* >>> klik (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:arab saudihukum Islamizin mengemudimengemudiPangeran Khaled bin SalmanPerempuan MenyetirPerempuan SaudiRaja Salam Bin Abdulaziz Al SaudRaja Salman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Fahira Idris: Agama dan Pancasila, Cara Paling Ampuh Halau Komunisme
Tulisan selanjutnya Malaysia Berencana Beli Tanah di Makkah dan Madinah Akhir Tahun Ini

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?