Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Turki dan Referensi Baru Kekuatan Islam (3)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 September 2014 14:14 2:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 September 2014 14:10
Bagikan
Erdogan dan massa nya menyambut kemenangan
Bagikan

Sambungan artikel  KEDUA

Oleh: A. Rofii Damyati dan Arya Sandhiyudha

TURKI diuntungkan dengan sejarah peradaban ‘emas’ yang hanya sempat terpendam dalam perutnya, sehingga tinggal membutuhkan sedikit upaya untuk menggalinya kembali. Hal itulah yang sejak beberapa dekade terakhir kaum Islamis lakukan di Turki. Kini melalui Recep Tayyip Erdoğan dan  AKP adalah objek yang diharapkan menjadi jawara-jawara penggali emas itu.

Selain semua faktor itu, faktor yang tak kalah penting adalah peran ulama. Penulis melihat bahwa yang paling mempengaruhi gerakan Islam saat ini tidak lain adalah ‘sang mujaddid’ Badiuzzaman Said Nursi.

Perjuangan mempertahankan Islam dan peradabannya dari tanah Turki Utsmani diajarkan dengan gigih kepada murid-muridnya tanpa kenal lelah.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Nursi bagi orang-orang Turki adalah mujaddid di abad ke-20 ini. Hampir seluruh pokok-pokok pikirannya hingga kini bisa dinikmati dalam risalah yang ia tulisnya. Risalah-risalah yang telah ditulisnya kemudian dikompilasi menjadi Risalah Nur. Risalah-risalah inilah yang menginspirasi gerakan re-islamisasi Turki sekuler. Boleh diklaim, hampir seluruh gerakan Islam di Turki merujuk kepada pemikiran-pemikiran Badiuzzaman Nursi yang tertuang dalam risalah ini.

Keunikan lain pemenangan Islamis di Turki, bisa dikatakan pesantren dan pengguna jilbab di Turki terus bertumbuh dan itu semua berkorelasi dengan penambahan suara ke AKP. Ini disebabkan para ustadz, ahli agama, atau ulama dihormati karena mayoritas ustadz, ahli agama, atau ulama sangat didengar arahannya. Mereka dihormati karena fokus dalam membangun masyarakat dan tidak terjun pada politik praktis sebagai caleg atau menteri apalagi Presiden, akan tetapi mayoritas mereka berperan totalitas sebagai endorser di dalam momen-momen Pemilu yang mengajak seluruh murid-muridnya dengan instruksi memilih AKP.

Gabungan strategi dan semangat tersebut memudahkan para Islamis Turki meramu dan meracik pola-pola pengislaman kembali Turki yang sudah terlanjur sekuler itu menjadi Turki yang sedikit demi sedikit menemukan kembali peradaban ‘emas’-nya.
Namun demikian, penimbunan ‘emas’ khilafah oleh Gazi Mustafa Kemal Pasya teramatlah lama, yaitu sejak Turki Usmani digrogoti virus-virus sekuler (1924 M) hinggi kini, re-islamisasi Turki masih banyak menghadapi tantangan, baik internal maupun eksternal.

Secara internal, masyarakat Turki yang menjadi pion-pion Attaturk (Attaturkcular) masih terus menghantui kalangan Islamis. Selain itu, masyarakat juga sudah terlalu lama dijauhkan dari kultur Islam sehingga yang terbaratkan secara total bahkan menjadi ateis jumlahnya pun tidak terkira.

Isu ISIS

Gerakan lain utamanya di daerah perbatasan Suriah, Iraq, Iran, sangat mengganggu stabilitas Turki. Hal itu semua menjadi tantangan tersendiri bagi Turki ke depan.

Sementara di sisi eksternal, isu daulah islamiyah Iraq wa Syam (DAIS/ISIS/ISIL) adalah bahan provokasi yang dihadirkan juga untuk Turki. Sekedar catata, secara geografis Turki adalah negara satu-satunya yang berbatasan langsung dengan wilayah yang dikendali ISIS. Provokasi itu dimulai sejak 40 diplomat Turki ditawan ISIS di Mosul, kemudian Parlemen Turki pada Juni 2014 lalu memberikan waktu sampai dengan Oktober kewenangan operasi militer ke Iraq.

Akan tetapi, proporsionalitas Turki membuat operasi militer hanya berfokus pada penyelamatan warga negaranya. AS yang gemas sampai perlu memaksa Turki bergabung dalam “Coallition of Willing” menyerang ISIS di Iraq Utara.

Isu ISIS juga gangguan terhadap rencana Turki untuk impor minyak langsung ke wilayah Kurdi di Iraq Utara. AS pernah mengecam rencana impor langsung Turki dari Iraq Utara dengan alasan kedaulatan Iraq. Akan tetapi, setelah bantuan AS dalam melumpuhkan ISIS di kawasan ladang minyak tersebut, terlihat bahwa larangan AS kepada Turki tidak lebih agar rencana kerjasama minyak Turki gagal.

Di sisi lain, “Coallition of Willing” yang dipimpin AS, angkatan militer Iraq melakukan operasi kemanusiaan ke daerah Amerli; Inggris, Prancis, Jerman, Itali, Kroasia, Kanada, Ceko, AS, dan Albania berkomitmen untuk memberikan bantuan persenjataan dan logistik bagi Kurdistan dalam misi memerangi ISIS. Target jangka panjangnya adalah setelah Kurdistan Iraq menguat, kemudian penguatan terhadap PKK di Turki termasuk lepasnya wilayah Kurdi di Turki. Apabila benar-benar terjadi lepasnya wilayah Kurdi dari Turki maka hal ini merupakan potensi hilangnya legitimasi rakyat terhadap Pemerintahan Erdoğan dan AKP.

Kepentingan AS lainnya yang hendak dipertukarkan melalui isu ISIS ini adalah normalisasi Turki-Israel. Pada April 2013 John Kerry menemui Ahmet Davutoğlu di Istanbul, mengajukan tawaran: AS akan mendukung transisi Suriah, terutama kaitan dengan perbatasan dengan Turki, akan tetapi AS meminta ada normalisasi Turki-Israel.

Isu ISIS ini memang serius dikembangkan oleh AS dan negara-negara Barat. Misalnya di kolom foreignpolicy terbaru oleh Harald Doornbos dan Jenan Moussa berjudul “Found: The Islamic State’s Terror Laptop of Doom” (28/08/2014) kerap terus diulang potensi ISIS mempengaruhi warga negara perbatasan wilayah ISIS seperti: Turki; dan disebutkan juga mahasiswa Tunisia bernama Muhammad bergabung dengan ISIS di Suriah, serta terhadap seluruh dunia bersiap dengan Cyber Warfare.

Di tengah ragam ujian ini, Erdoğan rupanya cukup berhasil menoreh referensi baru perjalanan Islamis dalam memimpin negara. Semoga di masa datang idealismenya tetap menyala dan menularkan inspirasi bagi Indonesia untuk (juga) menjadi referensi baru bagi dunia.*

Akhmad Rofii Damyati adalah Ketua STIU Al-Mujtama’ Pamekasan, kandidat Doktor bidang Filsafat Islam pada Süleyman Demirel Üniversitesi, Turki
 
Arya Sandhiyudha AS, Ketua PPI Turki, penulis buku “Inspirasi Turki: Renovasi Negeri Madani”, kandidat Doktor bid. Hub. Internasional dari FATIH University, Turki

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AKPkudetalarangan jilbabmiliterpalestinaRecep Tayyip Erdogan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lebih 500 Anak Gugur, Allah Ganti 5300 Bayi Lahir di Gaza
Tulisan selanjutnya Buru Pemimpin Al-Shabab Serangan Udara Amerika Tewaskan 6 Orang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?