Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Turki dan Referensi Baru Kekuatan Islam (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 September 2014 14:12 2:12 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 September 2014 08:01
Bagikan
Anggota DPR dari AKP sudah bebas menggunakan hijab
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: A. Rofii Damyati dan Arya Sandhiyudha

Kebebasan berislam di publik berangsur-angsur disetarakan dengan kebebasan sekuler. Jika orang bebas tidak berjilbab, maka orang juga harus diberi kebebasan berjilbab. Kalau di dunia sekuler orang berpaham ateis bebas berkeliaran, maka yang orang mengekspresikan keislaman di ranah publik juga tidak boleh lagi dipasung.

Transformasi relasi Sipil-Militer juga menjadi kunci pemenangan Islamis. Terjadi transformasi dari pendekatan ofensif ala Halil Turgut Özal (PM 1983- 1989 dan Presiden 1989- 1993) ke pendekatan kompromis ala Erdoğan (PM 2003-2014, Presiden 2014-…).

Meskipun sama-sama berpandangan bahwa pemerintahan sipil merupakan superordinat dari militer, namun Erdoğan menghindari sedapat mungkin friksi dengan militer dengan menerapkan desain dan implementasi berbasis “pendekatan kompromis” terhadap isu-isu yang menjadi bagian “sensitivitas militer”. Pemerintahan AKP menerapkan kebijakan cermat, penuh kehati-hatian dan keseimbangan terhadap militer. Menghindari tindakan yang dapat ditentang militer, serta tidak melakukan kritik terbuka terhadap militer terutama terhadap isu-isu yang sangat sensitif.

Baca Juga

Bagaimana Pakta Pertahanan Mekkah Bisa Mengubah Peta Ekonomi Timur Tengah?
Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital

Erdoğan konsisten menjaga eksistensi simbol-simbol Atatürk di Turki seperti memasang poster besar wajahnya sebesar poster Erdoğan di setiap markas partai. Ini secara otomatis mengirimkan pesan kepada para loyalis Attaturk bahwa ia juga penerus sang bapak Turki itu. Walaupun banyak sinyalemen bahwa Erdoğan berambisi mengembalikan sistem Turki Usmani menggantikan Turki Sekuler. Ini akan melunakkan sensitivitas kalangan ultranasionalis dan militer yang merupakan ‘pengaman ideologi Atatürk’.

Dalam pendakian ekonomi dan pelayanan publik Erdoğan menjalankan program-program real yang menjawab kebutuhan masyakat luas, seperti perbaikan dan subsidi sektor pendidikan secara besar-besaran, reformasi ekonomi secara masif, serta menyiapkan infrastruktur yang memadai. Tak heran, hasilnya kini bisa dilihat dan tak akan pernah dilupakan oleh masyarakat Turki sendiri.

Menurut catatan, Erdoğan dan AKP-nya telah dan akan mereformasi secara terus menerus Turki agar menjadi negara yang terdepan, tidak saja di Eropa tapi di dunia. Mereka mengklaim telah berhasil membangun banyak hal. Di sektor olahraga, terbangun 25 stadium, 48 kolam renang, 193 pusat olah raga, 155 pusat pemuda dan total 789 fasilitas olahraga.

Di sektor pendidikan, pembangun asrama para pelajar terus berlanjut, dihapusnya biaya kuliah. Oleh karenanya negara tiap tahunnya membiayai paling sedikit 1,2 miliar Turkish Lira. Pemberian Beasiswa baik luar maupun dalam negeri secara besar-besaran.

Bila anggaran pendidikan Turki tahun 2002 sekitar 11,3 miliar TL, maka pada tahun 2014, dialokasikan 78,5 miliar TL. Bila di antara tahun 1994-2002 satu stadion saja terbangun, maka, menurut klaim Erdoğan, kini 25 stadion baru dan megah sudah menghias kota-kota besar di Turki. Jika pada tahun 2002 bandara hanya berjumlah 25 buah, kini diklaim sudah menjadi 47.

Bahkan, termasuk dari ambisi besarnya, kini sedang dibangun bandara terbesar di Eropa. Bandara itu berlokasi di Istanbul dan rencananya nama presiden Recep Tayyip Erdoğan menjadi nama bandara ini.

Erdogan mencium tangan anak Gaza yang terluka atas serangan penjajah Israel
Erdogan mencium tangan anak Gaza yang terluka atas serangan penjajah Israel

 

Performa ekonomi dan pelayanan publik tersebut dibarengi dengan pembelaan terhadap perjuangan Islam di berbagai negara.Di antaranya: (1) pasca Revolusi 25 Januari 2011 mesir, Turki memberi pinjaman investasi 2 miliar USD ke Mesir dan berkomitmen investasi hingga 5-10 miliar USD. Itu di masa Presiden Mursyi sebelum digulingkan; (2) Turki termasuk negara kemanusiaan yang terus berkampanye #DontForgetSrebrenica terkait genosida terhadap 8372 Muslim Bosnia.Turki melanjutkan perlindungan pada ribuan pengungsi Bosnia; (3) pembukaan pintu bagi setengah juta warga Suriah yang lari dari diktator Bashar al Assad, yang tidak dilakukan oleh negara-negara lain di sekitarnya; dan yang paling penting (4) Turki adalah negara paling terdepan membela Palestina.

Terbukti Turki lah yang menjadi sponsor utama bantuan kemanusiaan melalui misi Mavi Marmara pada tahun 2010. Dan yang teranyar, ketika agresi brutal Israel ke Gaza beberapa waktu yang lalu, Turki yang paling kencang dalam mengecam kebiadaban ini. Bahkan Erdoğan berjanji akan mengobati seluruh korban luka-luka akibat serangan brutal Israel ke Gaza. Dan hal itu langsung direalisasikan setelah terpilih menjadi presiden Turki dan dilantik baru-baru ini.

Di balik kelihaian berstrateginya, kunci lainnya yang terpenting adalah kesabaran revolusioner Erdoğan dan AKP Turki untuk menjalani perubahan bertahap didasari oleh kuatnya kerinduan untuk membangun kembali “Neo-Ottoman” alias kejayaan kembali Kekhalifahan Utsmani.

Semenjak runtuhnya Islam di Andalus (tahun 797 H/1492 M), Turki Usmani mengambil peran pemegang tampuk Khilafah Islamiyah (tahun 1299 M-1924 M). Pengaruh imperium ini sangat luas. Hampir-hampir Eropa saja takluk di bawah kuasanya.

Hanya saja medan dan cuaca yang sangat ekstrem menjadi hambatan penaklukan Eropa secara keseluruhan. Ditambah lagi di abad-abad ke 19-20 kekhalifahan ini melemah hingga berubah menjadi Turki sekuler pada tahun 1924 M melalui Gazi Kemal Pasya, alias Attaturk.*/bersambung ada faktor keterlibatan ulama 
 
Akhmad Rofii Damyati adalah Ketua STIU Al-Mujtama’ Pamekasan, kandidat Doktor bidang Filsafat Islam pada Süleyman Demirel Üniversitesi, Turki
 
Arya Sandhiyudha AS, Ketua PPI Turki, penulis buku “Inspirasi Turki: Renovasi Negeri Madani”, kandidat Doktor bid. Hub. Internasional dari FATIH University, Turki

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AKPkudetalarangan jilbabmiliterpalestinaRecep Tayyip Erdogan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Transmigrasi Ilmu’: Dari Dunia Islam ke Eropa (1)
Tulisan selanjutnya ‘Transmigrasi Ilmu’: Dari Dunia Islam ke Eropa (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Berita
31 Agustus 2026 18:22
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
Analisis

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas

19 Oktober 2024 15:22
Analisis

NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

2 April 2024 21:00
Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?