Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Sukarelawan Barat di Timur Tengah, dari ISIS sampai Gaza (4)

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 12 September 2014 06:45 6:45 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 12 September 2014 06:45
Bagikan
Presiden Asosiasi Muslim Inggris Dr Omer El-Hamdoon.
Bagikan

MENINGKATNYA jumlah Muslim Eropa bergabung dengan jajaran kelompok pejuang ISIS di Iraq dan Suriah, telah menyebabkan keprihatinan mendalam di kalangan komunitas Muslim di Eropa.

Beberapa pemimpin komunitas Muslim di Eropa dan perwakilan masyarakat sipil telah berbicara kepada Anadolu Agency tentang masalah ini.

“Orang-orang menonton insiden di Suriah dari televisi. Mereka menyaksikan tangisan perempuan dan anak-anak untuk membantu. Kami baru saja mengalami hal ini di Gaza. Perasaan ketidakadilan di Timur Tengah mempengaruhi pemuda di Eropa secara negatif,” kata Dr Omer El-Hamdoon, presiden Asosiasi Muslim Inggris.

Didirikan pada tahun 1997, asosiasi ini dikenal aktif berpartisipasi dalam protes menentang perang Iraq.

Dengan menyatakan bahwa asosiasi ini terus mengikuti berita tentang meningkatnya jumlah warga Eropa bergabung dengan ISIS, Hamdoon mengatakan: “remaja ini ingin bereaksi menentang perang dan ketidakadilan di negara-negara Muslim yang dilanda perang.”

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Hamdoon juga mengatakan, sebagian dari pemuda Muslim Inggris pergi ke Timur Tengah untuk membantu orang dan upaya memberi bantuan kemanusiaan, bukan untuk berjuang bersama kelompok ekstremis.

“Namun, beberapa pemuda lainnya memilih cara lain untuk membantu kelompok pejuang. Mereka berpikir tentang apa yang dapat mereka lakukan untuk saudara-saudara Muslim mereka. Mereka tidak menemukan cara lain, dan memutuskan untuk pergi dan berjuang bersama ISIS,” katanya.

Dia mengkritik media Inggris yang hanya menargetkan komunitas Muslim di Inggris.

“Memang benar bahwa ISIS melakukan propaganda melalui internet untuk menarik kaum muda Muslim di Inggris. Namun, kaum muda yang bergabung dengan mereka tidak hanya para “pengangguran” dan kelompok yang “marah”. Mereka memberikan reaksi emosional terhadap insiden terbaru di Tengah timur.”

Diskriminasi terhadap Muslim

Bekir Yilmaz, kepala Komunitas Turki di Berlin, mengatakan, alasan utama kehadiran mereka ke kelompok-kelompok seperti ISIS adalah akibat diskriminasi terhadap masyarakat Muslim di Jerman, Prancis, dan Inggris.

“Adanya masalah keluarga dan sosial, serta diskriminasi terhadap mereka, membuat pemuda di negara-negara (Eropa) mencari posisi memuaskan di dunia. Ketika mereka bergabung dengan ISIS, mereka merasa penting dan istimewa,” kata Yilmaz.

Dia menyarankan keluarga Eropa untuk lebih memperhatikan anak-anak mereka. “Kita harus mengajarkan anak-anak kita filosofi dasar Islam bahwa ‘membunuh seorang manusia sama dengan membunuh seluruh umat manusia.'”

Ebubekir Ozture, kepala Badan Kontak bagi umat Islam dan Pemerintah Belanda, juga menyebutkan persoalan diskriminasi sebagai alasan yang paling penting.

“Kita harus sampai ke akar masalah dan menyelesaikannya sepenuhnya. Artinya keluarga dan asosiasi Islam memiliki tanggung jawab yang besar,” katanya.

Ia menekankan bahwa masalah tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan langkah-langkah hukum belaka, masyarakat harus merangkul pemuda-pemuda yang merasa terasing tersebut.

Presiden Komunitas Islam Fuat SANAC di Austria mengatakan, semua agama memiliki beberapa sisi ekstrimis. “Namun, perbuatan militan ISIS tidak boleh disamakan terhadap semua Muslim. Yahudi dan Kristen juga pergi ke luar negeri untuk berjuang.”

Dia menolak persepsi bahwa banyak umat Islam mendukung ISIS. “Ini hanya propaganda negatif terhadap umat Islam,” katanya.*/Bagian ketiga dan tulisan terakhir ini dikutip dari laman World Bulletin, Senin (8/9/2014) [Habis]

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaHAMAS
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sukarelawan Barat di Timur Tengah, dari ISIS sampai Gaza (3)
Tulisan selanjutnya Pernah Merasakan Hidup Menyebalkan, Kini Ia Optimis Menjalani Bersama Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?