Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Indonesia Terus Tumbuh, Saudi dan Malaysia Terdepan dalam Perbankan Syariah

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 10 Desember 2014 17:24 5:24 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 10 Desember 2014 17:24
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

ASET perbankan syariah di pasar internasional diperkirakan melebihi 778 miliar dolar (sekitar Rp 9.569,4 triliun) pada tahun 2014, menurut EY’s World Islamic Banking Competitiveness Report 2014-15: Participation Banking 2.0. Aset perbankan syariah global mendapatkan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sekitar 17 persen pada 2009-2013.

Sekitar 95 persen dari aset perbankan syariah internasional didasarkan dari sembilan pasar inti, lima di antaranya berada di GCC (Arab Saudi, UEA, Qatar, Kuwait dan Bahrain). Pangsa pasar aset perbankan syariah di Arab Saudi, UEA, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Malaysia, kini antara 20 persen dan 49 persen. Analisis ini tidak memasukkan Iran.

Bank syariah di Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain, mewakili lebih dari 48,9 persen, 44,6 persen, dan 27,7 persen pangsa pasar masing-masing. Kemajuan positif telah telah berlangsung di Indonesia, Pakistan, dan Turki, dengan 43,5 persen, 22,0 persen, dan 18,7 persen CAGR masing-masing 2009-2013.

Gordon Bennie, pimpinan MENA Financial Services di EY, mengatakan: “Enam pasar yang cepat-pertumbuhan (RGMs) — Qatar, Indonesia, Arab Saudi, Malaysia, Uni Emirat Arab dan Turki (QISMUT) – menguasai 80 persen dari aset perbankan syariah internasional sejumlah $ 625 miliar pada tahun 2013. Aset perbankan syariah QISMUT diperkirakan akan terus tumbuh pada CAGR dalam lima tahun, dari 19 persen mencapai $ 1,8 triliun pada 2019.”

Ashar Nazim, Pemimpin Islamic Finance Global di EY, mengatakan: “Industri perbankan Islam telah menjadi tren di beberapa pasar utama. Hal ini menunjukkan peluang baru, sekaligus merupakan tantangan baru, dan menuntut pendekatan yang berbeda secara fundamental untuk pertumbuhan yang menguntungkan. Nasabah memiliki kedekatan emosi dalam berurusan dengan bank syariah.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Di masa depan, pertumbuhan akan sangat signifikan bagi bank-bank yang mampu memperkuat hubungan dengan nasabah melalui penggunaan teknologi digital. Bank yang tidak mengikuti kemajuan teknologi akan menghadapi kemunduran serius dari nasabah utama, beralih ke arah pemain konvensional yang dapat memenuhi kebutuhan digital.”

Ernst and Young menganalisis sentimen lebih dari 2,2 juta nasabah yang memposting di media sosial tentang pengalaman mereka berhubungan dengan bank-bank Islam di Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, Malaysia, Indonesia, Turki, Qatar, dan Oman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan adalah biasa-biasa saja pada sejumlah bank Islam.

Ashar mengatakan: “Pelanggan semakin aktif secara online dan vokal tentang pengalaman mereka. Memanfaatkan teknologi dan membangun basis pelanggan yang didasarkan pada nilai tambah tidak mudah bagi bank syariah. Menjembatani kesenjangan kinerja ini membutuhkan suara-suara dari nasabah.

Mentransformasi kepuasaan nasabah di semua saluran dan titik sentuh akan menjadi penting, karena kebutuhan perbankan digital dan sosial dan harapan nasabah akan terus berkembang. Memahami dan menganalisis perubahan pola nasabah ini dapat membantu mengantisipasi kebutuhan, dan mendorong perilaku yang diinginkan.

Yang paling penting, pengalaman nasabah harus menjadi suatu kegiatan yang mesti diwujudkan, dan bukan proyek apa adanya. Pelembagaan kemampuan inti ini membutuhkan dewan dan eksekutif yang bekerja secara efisien, mengubah pengeluaran (biaya-biaya) menjadi dalam bentuk pengembangan bank.”

Arab Saudi dan Malaysia, serta perkembangan di Turki dan Indonesia, akan mendorong masa depan industri ini.

Pembiayaan perdagangan, solusi pembayaran mobile, dan pengawasan atas biaya-biaya, akan mendorong ke fase berikutnya berupa profitabilitas. Sebagian besar bank syariah masih belum dapat bermain dalam bisnis pembiayaan perdagangan.

Ashar mengatakan: “Pendorong utama bagi pasar perbankan syariah masih Arab Saudi dan Malaysia, dengan Turki dan Indonesia mulai membangun diri mereka sebagai pusat perbankan syariah. Dengan meningkatnya ukuran pasar dan kecenderungan yang lebih besar untuk adopsi berbasis teknologi, solusi nasabah-sentris diharapkan diharapkan mengurangi kesenjangan profitabilitas industri dibandingkan perbankan konvensional.”*/Dikutip dari Islamic ND

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiMalaysiaperbankan syariah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Negara Barat Janji akan Tambah Kuota Pengungsi Suriah
Tulisan selanjutnya Swedia Tidak Dapat Menggugat Israel atas Serangan ke Kapal Kemanusiaan Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?