Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Gerakan ‘Kembali ke Palestina’ yang Terjajah telah Dimulai

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 April 2018 22:46 10:46 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 April 2018 07:00
Bagikan
Ribuan warga Palestina membanjiri sepanjang perbatasan Gaza untuk menegaskan kembali 'Hak kembali' ke Palestina pada 30 Maret 2018
Bagikan

Oleh: Asa Winstanley

 

SEMENTARA saya menulis ini, rakyat Palestina di Gaza telah memulai apa yang salah satu pemimpin mereka sebut sebuah fase baru utama menuju pembebasan Palestina dan kembalinya para pengungsi mereka.

Serangkaian long march, masing-masing menuju pagar pendudukan ilegal yang dipertahankan penjajah Israel di sekitar Jalur Gaza; tujuannya secara penuh kembali ke Palestina. Ini bukanlah simbolisme belaka; para pengungsi benar-benar berniat kembali ke negara mereka – seluruh negara mereka – ke tanah di mana mereka secara brutal diusir ada 1948 karena kejahatan sebagai etnis dan agama yang “salah”.

Sejauh ini 17 orang dilaporkan telah guur oleh penembak jitu (sniper) penjajah Israel, dengan ribuan lebih terluka. Dan itu terjadi hanya dalam satu hari.

Baca Juga

Bagaimana Pakta Pertahanan Mekkah Bisa Mengubah Peta Ekonomi Timur Tengah?
Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital

Para pengungsi Palestina, dan anak mereka, dan anak dari anak mereka, berbaris menuju rumah, kembali ke tanah di mana mereka dibersihkan secara etnis ketika negara yang sebagian besar dunia putih hari ini akui sebagai “Israel” diciptakan. Meskipun begitu, rakyat Palestina tidak akan pernah mengakui “hak” sebagian besar pemukim Eropa yang mengusir mereka dari tanah kelahiran bersejarah mereka dan membentuk sebuah negara rasis di reruntuhan kota dan desa mereka.

Tanggal 15 Mei 2018 akan menandai 70 tahun sejak Nakba (Bencana) 1948, ketika hampir semua penduduk Palestina disingkirkan dengan kekerasan dari rumah mereka oleh milisi Zionis. Namun tidak seperti kebanyakan konflik lain, para pengungsi telah ditolak hak mereka untuk kembali, yang itu melanggar hukum internasional.

Baca: Turki Kecam Gugurnya 15 Orang dalam Long March ‘Kembali ke Palestina’ yang Terjajah

Kemarin di Gaza, para pengungsi berusaha kembali ke rumah-rumah mereka; tidak lebih, tidak kurang. Long march ‘Kembali ke Palestina’ yang terjajah  akan menjadi sebuah kampanye berkelanjutan yang hal itu dapat menjadi perbedaan strategis yang menentukan dan penting.

Propaganda Israel dan juru bicaranya di luar negeri – seperti Perwakilan utama Yahudi Inggri – menggambarkan para demonstran yang tidak bersenjata sebagai “boneka” atau “bidak” Hamas. Ini sebuah kebohongan, tujuannya tidak lain untuk mengaburkan serangkaian tindakan pembunuhan.

Ironi dari kebohongan ini ialah bahwa kebalikannya itu benar. Dukungan yang kepemimpinan politik Hamas di Gaza berikan pada demonstrasi long march untuk HAM, faktanya, disebabkan oleh tekanan rakyat pada gerakan itu untuk segera bertindak, bukan sebaliknya.

Selama bertahun-tahun, secara teratur kelompok-kelompok kecil pemuda Palestina yang berkomitmen telah melakukan demonstrasi di pagar perbatasan, berdiri jauh di dalam perbatasan Gaza. Ketika mereka melakukan hal itu, mereka biasanya ditembak dan dibunuh oleh para pembunuh berseragam tentara penjajah Israel.

Pembunuhan ini tidak menarik bagi judul berita media mainstream, dan tidak ada pengecaman keras dari para politisi Barat. Jika rakyat Palestina hanya mengandalkan para politisi semacam itu, mereka sepenuhnya akan berdiri sendiri.

Baca:  15 Orang Gugur dalam Long March ‘Kembali ke Palestina’ yang Terjajah

Itu mungkin akan berubah, karena penyelenggara long march telah merencanakan serangkaian event selama beberapa minggu ke depan. Inisiatif baru ini telah sukses meningkatkan kesadaran internasional akan penderitaan rakyat Palestina.

Selama bertahun-tahun, badan bantuan Barat telah memprediksi bahwa Gaza akan segera “tidak dapat dihuni”. Tahun lalu, sebuah laporan PBB mengatakan bahwa awal mematikan telah dilewati. Situasi kemanusiaan telah memburuk karena pengepungan yang dipimpin Israel dan blokade brutal Jalur Gaza, dibantu dan didukung oleh rezim Mesir.

Orang-orang di Gaza benar-benar sudah tidak tahan. Mereka tahu betul bahwa ada kemungkinan besar mereka akan dibunuh dengan keji oleh Israel, namun tetap bergabung dengan long march terlepas dari kenyataan mengerikan itu.

Gerakan ini akan meningkatkan tekanan pada Israel untuk membalikkan kebijakan-puluhan tahun yang menghalangi pengungsi Palestina dari mencapai hak asasi manusia mereka yang sangat legal dan mendasar: berakhirnya pendudukan/penjajahan militer Israel; kesetaraan penuh hukum dan sipil; dan hak penuh untuk kembali bagi setiap individu pengungsi. Tidak ada yang bisa “dinegosiasikan” dari ketiga poin ini.

Sebagaimana perpecahan sebagai badan politik Palestina telah terjadi di masa lalu, terdapat sejumlah konsensus nasional terkait masalah-masalah diantara rakyat Palestina di Tepi Barat terjajah dan Jalur Gaza, di Palestina 1948 yang terjajah (saat ini Israel), dan dalam diaspora. Tidak kurang dari hak penuh untuk kembali akan melakukannya.

Hal utama yang kita di Inggris dapat lakukan saat ini untuk mendukung Palestina ialah dengan menekan politisi-politisi kita untuk membalikkan dukungan tanpa ragu mereka terhadap penjajahan dan penindasan Israel. Harus termasuk BDS total – boikot, divestasi dan sanksi – terhadap Israel dengan segera.*

Wartawan investigatif  The elektronik berbasis di Inggris dan kolumnis di Middle East Monitor.  @AsaWinstanle. Artikel diterjemahkan Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BDSgugurHari TanahisraelKembali ke PalestinaKembali ke Palestina yang terjajahLand Daylong marchNakbapalestinasyahidTepi BaratTerjajahZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Satu Juta Warga Mesir Abstain dalam Pemilu, Pilih ‘Mohamed Salah’
Tulisan selanjutnya Bantuan 2.000 Ton Beras Indonesia Tiba di Gaza, Perjalanan Sebulan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presidium BMIWI Tegaskan Sikap Penolakan terhadap Gerakan LGBT

Berita
21 Agustus 2026 11:00
Kuwait dan Amerika Sepakat Memperdalam Kerja Sama dan Integrasi Militer
Kiai Cholil Nafis Ajak Umat Islam Tak Terlena Medsos dan Kembali Membaca Buku
Al Muzzammil Yusuf: Perjuangan Kemerdekaan Palestina Butuh Kerja Bersama Dunia Internasional
Sultan Perak Dorong Persaudaraan Muslim Redam Persaingan Politik

Terbaru

  • Serangan ‘Israel’ Hancurkan Gudang Bantuan, 7 Orang Syahid di Gaza
  • Korban Meninggal Gempa NTT Capai 103 Orang, Sebagian Besar Perempuan dan Lansia
  • Resmi Gabung Angkatan Darat Suriah, YPG Umumkan Pembubaran Diri
  • Zaitun Rasmin Kembali Pimpin Wahdah Islamiyah, Terpilih untuk Periode 2027–2031
  • ‘Israel’ Tetap Ikut Eurovision, Belanda Kembali Pilih Boikot
  • “Saya Menyebarkan Berita Palsu,” aku Pejabat Komunikasi ‘Israel’
  • ‘Israel’ Cemas, Rudal Hipersonik Baru Turki Dinilai Jadi Ancaman Zionis
  • Cari Suara, Netanyahu Tegaskan ‘Israel’ Tak akan Biarkan Negara Palestina Berdiri
  • Operasi Penikaman Berhasil Lukai Warga ‘Israel’, Hamas: Itu Respon atas Kejahatan Zionis
  • MUI Soroti Pemblokiran Rekening Aktivis, Ingatkan Ancaman Penarikan Dana Massal

Mungkin Anda Juga Suka

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
Analisis

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas

19 Oktober 2024 15:22
Analisis

NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

2 April 2024 21:00
Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?