Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hidcompedia

Ummahatul Mukminin, Perempuan Mulia di Sisi Nabi Muhammad

Ahmad
Terakhir diupdate: 31 Mei 2022 13:16 1:16 pm
Ahmad
Dipublikasikan 31 Mei 2022 15:00
Bagikan
Ilustrasi
Bagikan

Isteri-isteri baginda Nabi disebut ‘Ummahatul Mukminin”, mereka adalah ibunda orang-orang beriman

Hidayatullah.com | RASULULLAH Muhammad ﷺ memiliki beberapa istri. Isteri-isteri baginda Nabi adalah perempuan-perempuan mulia, yang telah dipilih oleh Allah.

Isteri-isteri baginda dikenal sebagai “Ummahatul Mukminin”  (ar: أمهات المؤمنين) yang artinya adalah “Ibunda orang-orang beriman”. Gelaran ini datang dari Allah sendiri sebagaimana dalam al-Quran yang artinya, “Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, …” (QS: Al-Ahzab, ayat ke-6)

Di bawah ini nama-nama perempuan mulia yang pernah mendampingi nabi;

Sayyidah Khadijah binti Khuwailid al-Asadiyah

Baca Juga

Makna Ijma’ dan Fatwa dalam Hukum Islam: Asal Kata, Definisi, dan Fungsinya
Makna “Dzalim”  
Makna “Bid’ah” dalam Pemahaman Keagamaan
Ribath di Jalan Jihad
Dua Kalimah Syahadat

Sayyidah Khadijah binti Khuwailid adalah isteri Nabi Muhammad ﷺ yang pertama. Sebelum menikah dengan baginda, beliau pernah menjadi isteri kepada Atiq bin Abid dan Abi Halah bin Malik. Beliau telah mempunyai empat anak, dua dengan suaminya yang bernama Atiq, iaitu Abdullah dan Jariyah, dan dua dengan suaminya Abu Halah iaitu Hindun dan Zainab.

Baginda menikah dengan Khadijah yang usianya 40 tahun sedangkan baginda berumur 25 tahun. Tetapi menurut Ibnu Katsir, ulama tafsir, hadis dan sejarah, keduanya menikah di usia yang sebaya. Nabi Muhammad bersama dengannya sebagai suami isteri selama 25 tahun.

Sayyidah Saudah binti Zam’ah al-Amiriyah al Quraisiyah

Nabi menikah dengan Saudah setelah wafatnya Khadijah 3 tahun. Saudah adalah seorang janda tua. Suami pertamanya al-Sakran bin ‘Amr.

Sayyidah Saudah dan suaminya di antara yang pernah berhijrah ke Habsyah. Ketika suaminya meninggal dunia setelah pulang dari Habsyah, Nabi memuliakan menjadi isteri sebagai perlindungan dan penghormatan tertinggi pada suaminya.

Sayyidah Aisyah binti Abu Bakar

Pernikahan antara Nabi Muhammad ﷺ dan Sayyidah Aisyah diadakan di Makkah sebelum Hijrah, tetapi penikahan tersebut terjadi setelah wafatnya Khadijah dan setelah menikah dengan Saudah. Saat itu, Aisyah berumur 12 tahun (namun ulama berselisihan pendapat mengenainya).  

Sayyidah Aisyah merupakan isteri yang paling muda yang dinikahi baginda dan kelak merupakan perempuan yang banyak meriwatkan hadis. Dengan kecerdasannya, beliau mampu meriwayatkan 2210 hadits selama mendampingi Rasulullah.

Sayyhidah Hafsah binti Umar bin al-Khattab

Hafsah merupakan puteri kepada Umar Al-Khattab dan ibunya Zainab. Hafsah janda yang ditinggal suaminya di medan perang. Saat mendapat berita kematianya,  Baginda mengambilnya sebagai isterinya sebagai penghormatan perjuanganya membantu baginda dan Islam.

Sayyhidah Ummu Salamah Hindun binti Abi Umaiyah

Sayyidah Ummu Salamah seorang janda tua mempunyai 4 anak.  Suami pertamanya Abdullah bin Abd al-Asad, meninggal dalam Perang Uhud.

Saat pertama Nabi Muhammad melamarnya, Ummu Salamah menolak mengingat usianya sudah sangat tua.  Namun lamaran kedua baginda diterimanya dengan mas kahwin sebuah tilam, mangkuk dari sebuah pengisar tepung.

Sayyidah Ummu Habibah Ramlah binti Abi Sufyan

Sayyidah Ummu Habibah seorang janda. Suami pertamanya Ubaidullah bin Jahsyin al-Asadiy. Ummu Habibah dan suaminya Ubaidullah pernah berhijrah ke Habasyah. Ubaidullah meninggal dunia ketika di rantau dan Ummu Habibah yang berada di Habsyah kehilangan tempat bergantung.

Melalui Raja Najasyi, Baginda melamar Ummu Habibah dan upacara pernikahan dilakukan oleh Khalid bin Said al-As dengan mas kawin 400 dirham, dibayar oleh Najasyi dari pihak Nabi.

Sayyidah Juwairiyah binti Harith

Sayyidah Juwairiyah adalah istri dari Nabi Muhammad ﷺ, dan termasuk dari Ibu Para Mukminin. yahnya: adalah seorang Sahabat Nabi yang mulia, dan merupakan Pembesar Bani al-Mushthaliq, namaanya al-Harits bin Dharar bin Habib bin ‘A`idz bin Malik bin al-Mushthaliq bin Sa’id bin ‘Amru bin Rabi’ah bin Haritsah bin Khuza’ah.

Sayyidah Juwairiyah menghafal beberapa hadis, termasuk dua hadis yang terdapat di dalam Sahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, selain itu juga terdapat di Sunan Abi Daud, Jami at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i dan Sunan Ibnu Majah. Ia meriwayatkan hadis kepada Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Ubaid bin as-Sabbaq, Mujahid, dan lain-lain.

Sayyidah Safiyah binti Huyay

Sayyidah Safiyah adalah putri Huyay, pemimpin Suku Bani Nadhir, keturunan Nabi Harun a.s. Dalam Pertempuran Khaibar, ia dan suaminya seorang Yahudi ditangkap.

Dalam satu negosiasi setelah pembebasan, Safiyah terpilih menjadi istri Nabi Muhammad ﷺ.  Safiyyah meriwayatkan 10 hadits dan meninggal di bulan Ramadhan tahun ke-50 (ada yang mengatakan 52H). Beliau dimakamkan di al Baqi’.

Sayyidah Zainab binti Jahsy

Sayyidah Zainab binti Jahsy bin Ri`ab al-Asadiyyah atau lebih dikenal dengan Zainab binti Jahsy. Beliau adalah sepupu dan istri dari Nabi Muhammad, dan termasuk dari Ibu Para Mukminin.

Sebelum dinikahi Nabi, hubungan suami isteri antara Zainab dan Zaid tidak bahagia karena Zainab dari keturunan mulia, tidak mudah patuh dan tidak setaraf dengan Zaid. Zaid telah menceraikannya walaupun telah dinasihati oleh Nabi Muhammad.

Upacara pernikahannya dilakukan oleh al-Abbas bin Abdul Mutalib dengan mas kawin 400 dirham, dibayar bagi pihak Nabi Muhammad.

Sayyidah Raihanah binti Zaid

Nabi ﷺ menikah dengan Raihanah yang asalnya merupakan perempuan lahir dari keluarga Yahudi Bani Nadir. Raihanah memeluk Islam dan merupakan salah seorang dari Ummahatul Mukminin.

Sayyidah Zainab binti Khuzaimah

Sayyidah Zainab binti Khuzaimah meninggal dunia sewaktu Nabi Muhammad masih hidup.

Sayyidah Mariah al-Qibtiyyah

Sayyidah Maria al-Qibtiyyah, (Mariah orang Qibti) merupakan salah seorang isteri Nabi Muhammad ﷺ.   Maria dalah seorang budak Kristen Koptik yang dikirimkan oleh Muqawqis, penguasa Mesir bawahan Kerajaan Bizantium, sebagai hadiah kepada nabi pada tahun 628.

Namun Nabi memuliakannya dengan menjadikanya sebagai istri, dan masuk dalam golongan “Ibu Orang-orang Beriman” (Ummul Mukminin).*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ibunda orang berimanIstri Nabi MuhammadPerempuan Muliaummahatul mukminin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Optimis dengan Masa Depan Umat Islam Indonesia, Amien Rais Sebut Eksistensi Masjid Jadi Kunci
Tulisan selanjutnya Luncurkan Mujahid Cyber, MUI DKI Ungkap Siap Lawan Buzzer-Hoaks

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times

Berita
12 Juli 2026 11:08
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
Rusia Kirim Kembali Pekerjanya ke Pembangkit Nuklir Bushehr Iran

Terbaru

  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
  • Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
  • Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
  • Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
  • Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Mungkin Anda Juga Suka

Hidcompedia

Hisab, Muhasabah dan Yaumul Hisab

14 Maret 2024 03:25
Hidcompedia

Asal Usul Kata “Tarhib Ramadhan”

13 Maret 2024 00:30
Hidcompedia

Istilah Makar dalam Al-Quran

1 Maret 2024 14:00
Hidcompedia

Sarir dan Rahasia Ranjang

26 Januari 2024 11:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?