Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Rahasia Quran & Sunnah

6 Alasan Mengapa Rasulullah ﷺ Melarang Meniup Makanan dan Minuman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Juli 2021 11:39 11:39 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Juli 2021 11:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | SEORANG mahasiswi Program Studi Gizi di Universitas Darussalam Gontor melakukan riset berjudul “The Difference of Food Cooling Method Against the Amount and Type of Microorganisms”. Sebuah penelitian untuk mengetahui perbedaan jumlah dan tipe bakteri antara makanan yang ditiup, dikipas, dan didiamkan.

Latar belakang dilakukan penelitian ini adalah karena adanya hadits Rasullah ﷺ yang menyebutkan bahwa kita tidak diperbolehkan untuk meniup makanan, seperti dalam haditsnya yaitu:

أَنَّالنَّبِيَّ صَلَّى الَّلهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي الإنَاءِ أَوْ يُنْفَخَ فِيهِ

Artinya: “Nabi ﷺ melarang bernafas di dalam gelas atau meniup isi gelas.” (HR: Ahmad 1907, Turmudzi 1888, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth).

Sementara umat Islam wajib untuk mengikuti sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ. Karena apa-apa yang beliau lakukan pasti ada makna dan hikmah di dalamnya.

Baca Juga

Terinspirasi Hadis Nabi, Siswi MAN Juarai Myres 2022 setelah Teliti Senyawa Antikanker dari Sayap Lalat
Di Balik Fenomena ‘Bintang Jatuh’
Al-Qur’an Pernah Menceritakan Kisah Tanah dan Bangunan yang Tertelan Bumi
Fakta: Jenggot Antibiotik Pembunuh Bakteri Tahan Obat
Keajaiban Wudhu, Mencegah Kanker Kulit [2]

Di sisi lain, sebagai Muslim wajib mencari tahu makna di balik ajaran beliau. Hal itu juga disebutkan dalam Surat Al-Hasyr ayat 7 yang artinya: “Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.”

Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa terdapat perbedaan jumlah bakteri yang signifikan antara makanan yang ditiup dengan yang dikipas dan yang didiamkan di ruang terbuka (p = 0,002). Ditemukan juga cemaran jamur yang diduga adalah spesies Candida sp. dan Saccharomyces sp. Berikut adalah beberapa contoh jamur yang tumbuh dari tiupan mulut.

Saat kita melakukan aktifitas yang melibatkan kegiatan mengeluarkan udara, seperti contohnya bernafas, berbicara, meniup, batuk, dan bersin, aktifitas tersebut akan menimbulkan partikel-partikel air yang ukurannya sangat kecil. Menurut beberapa penelitian disebutkan bahwa partikel-partikel tersebut mempunyai ukuran yang bervariasi, yaitu dari <1μm sampai > 20 μm dan sekali kita bernafas, kita dapat menghasilkan sampai 7000 partikel.

Sedangkan jika ditilik dari ukuran rata-rata bakteri yaitu sekitar 0,2 – 2 μm, dan virus sekitar 17-300 nanometer, maka sangat mungkin jika mikroba-mikroba tersebut mencemari makanan kita melalui media partikel-partikel air yang kita produksi dari meniup makanan. Menurut Madigan (2009) bakteri yang sering ditemukan dalam pernapasan normal adalah Staphylococcus spp., Streptococcus spp., Corynebacterium spp., Haemophilus spp., and Neisseria spp.

Penelitian serupa juga dilakukan oleh alumni gizi lainnya yaitu Lia Mustika (2018) yang hasil penelitiannya juga menunjukkan perbedaan jumlah bakteri yang signifikan antara media agar yang ditiup dan tidak ditiup. Penelitian yang dilakukan Dawson dkk (2017) juga menunjukkan bahwa kue ulang tahun yang ditiup menghasilkan 1400% lebih banyak bakteri dibandingkan dengan kue yang tidak ditiup.

Meniup makanan juga menimbulkan metabolism tubuh tidak seimbang karena ketika CO2 atau karbondioksida dari pernapasan kita bertemu dengan H2O (air) maka akan membentuk H2CO3 yang jika terlalu banyak akan menyebabkan tubuh berada dalam keadaan asidosis (Dewan, 2002).

Jadi alasan mengapa Rasulullah ﷺ melarang kita untuk meniup makanan, disebabkan karena hal tersebut dapat menyebarkan penyakit. Bayangkan jika seorang ibu atau pengasuh anak meniup makanan untuk anaknya, atau jika ada keluarga pasien yang meniup makanan sebelum disuapkan ke pasien yang rentan terkena penyakit (contohnya HIV), maka akan berbahaya sekali.

Dalam Islam, larangan Rasulullah ﷺ ini juga mengindikasikan beberapa hal, yaitu:

  • Hilangnya keberkahan

Menurut Imam as-Shafrawi (2002):
وَكَانَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكْرَهُ الطَّعَامَ الحَارَّ، وَيَقُوْلُ: عَلَيْكُمْ بِالطَّعَامِ البَارِدِ فَإِنَّهُ دَوَاءٌ، اَلاَ وَإِنَّ الْحَارَّ لاَ بَرَكَةَ فِيْهِ. وَعَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّفْخَ فِي الطَّعَامِ يُذْهِبُ البَرَكَةَ

“Rasulullah ﷺ tidak menyukai makanan panas dan pernah sekali beliau menyebutkan: “makanlah makanan yang sudah dingin, karena itu adalah obat dan ingatlah makanan panas tidak mempunyai berkah didalamnya.” Dalam narasi lain, Rasulullah berkata: meniup makanan akan menghilangkan barokah.”

  • Mengubah rasa/ aroma dari minuman
  • Mengindikasikan sifat terburu-buru, sedangkan itu adalah sifat setan
  • Mengindikasikan sifat serakah dan sifat-sifat buruk lainnya
  • Al-Munawi (1998) menjelaskan:

نَهَى عَنِ النَّفْخِ فِيْ الشَّرَابِ فَيُكْرَهُ، لأَنَّهُ يُغَيَّرُ رَائَحَةَ الْمَاءِ، وَعَنْ أَبِي سَعِيْدِ الْخُدْرِيِّ، وَنَهَى أَيْضًا عَنِ الطَّعَامِ الحَارِّ لِيَبْرُدَ لأَنَّهُ يُؤْذِنُ بِشِدَّةِ الشَّرَهِ وَقِلَّةِ الصَّبْرِ.

“Rasulullah ﷺ melarang meniup minuman dan makanan, dan hal ini makruh, karena hal ini dapat mengubah aroma dari air, dan narasi dari Abi Sa’id al-Khudri juga menjelaskan bahwa larangan meniup makanan panas agar cepat dingin itu mengindikasikan sifat serakah dan tidak sabaran”.

  • Mengindikasikan sifat tidak sabaran, sedangkan sabar adalah sebagian dari iman
  • Menunjukkan sifat menjijikkan/ jorok

Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ dan berada dalam lindungan Allah. Aamin, wallahu a’lam bisshowab.* (Sumber: Prodi Gizi UNIDA)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:efek negatif meniup makananhaditsHukum meniup makananrasulullahsunnahUniversitas Darussalam Gontor
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya rektor ui merangkap komisaris bank bri Rangkap Jabatan Rektor UI dan Komisaris BUMN, Komisi X DPR Sarankan Ari Kuncoro Kembali ke Aturan Formal yang Ada
Tulisan selanjutnya Akun Instagram Diretas, BAZNAS Akan Laporkan ke Aparat Polisi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Rahasia Quran & Sunnah

Keajaiban Wudhu, Mencegah Kanker Kulit [1]

14 Januari 2016 08:11
Rahasia Quran & Sunnah

Bukti Sains Dalam Al-Qur’an [2]

5 September 2015 07:11
Rahasia Quran & Sunnah

Bukti Sains Dalam Al-Qur’an [1]

5 September 2015 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?