Hidayatullah.com–Terorisme bukan bagian syariat Islam. Perbuatan itu tidak boleh disangkutkan apapun dengan umat Islam. Demikian ditegaskan oleh Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Dr KH. Didin Hafidhuddin di Masjid al-Hijri I Bogor, Ahad, (17/01/2016) kemarin.
Menurut Kiai Didin, agama Islam tidak pernah mengajarkan kerusakan di muka bumi. Sebagaimana Islam juga tidak mengenal iri hati atau balas dendam sesama manusia.
“Kejadian di Sarinah itu sangat jauh dari ajaran Islam. Islam adalah agama penuh adab dan akhlak mulia. Jadi jangan kaitkan lagi dengan agama Islam,” ungkap Kiai Didin.
Disebutkan, sehari pasca kejadian di Sarinah, Kiai Didin ditunjuk menjadi khatib Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta. Dalam momen khutbah tersebut, mantan Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tersebut mengaku meminta aparat hukum pemerintah segera mengusut tuntas pelaku sekaligus dalang bom teror tersebut.
“Terorisme ini harus dilawan sebab ia telah meresahkan seluruh bangsa Indonesia,” ucap Dekan Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.
“Jangan sampai selama ini justru hanya permainan elit politik saja dan konspirasi yang merugikan umat Islam,” imbuh Kiai Didin kembali.
Sebagai penutup, Kiai Didin menceritakan peristiwa Futuh Makkah di hadapan ratusan jamaah pengajian Ahad Subuh tersebut.
Menurut Kiai Didin, di antara adab dan ketinggian ajaran Islam terlihat pada peristiwa penaklukan Kota Makkah.
“Meski Islam sudah menang, tapi saat itu tak ada dendam, hasad, apalagi sampai berbuat kerusakan di Makkah. Sebab Islam bukan agama terorisme,” pungkas Kiai Didin menutup.*/Masykur