Sambungan artikel PERTAMA
3. Petra
Kota kuno Petra terletak di timur Wadi Araba, Yordania. Petra yang dalam bahasa Yunani berarti batu, dibangun oleh bangsa Arab nomaden al-Anbaath (jamak dari Nabaath). Tidak jelas kapan kota yang dibangun di pegunungan batu berwarna kemerahan itu didirikan. Menurut kepercayaan Nasrani, kota itu sudah ada dan berjaya sebelum dan sesudah Nabi Isa `Alaihissalam dilahirkan. Orang-orang al-Anbaath menguasai perdagangan kemenyan, dupa dan rempah-rempah, hingga ke daerah Mesopotamia (Iraq).
Petra menjadi situs warisan dunia pada 6 Desember 1985. Keajaiban Petra tidak hanya pada bangunan kota yang tingginya mencapai 30 meter lebih dan dibentuk dengan memahat gunung batu, tapi juga pada sistem pengairannya yang canggih. Air disimpan secara efisien untuk seluruh kota, dialirkan melalui pipa-pipa tanah liat dari Wadi Musa. Pipa air juga dipasang sepanjang jalur perdagangan yang tandus di timur hingga ke Mediterania.
Orang al-Anbaath penyembah Manat, Latta, Uzza dan Dusharra. Petra akhirnya dikuasai Kerajaan Romawi sampai 363 M, saat sebuah gempa dahsyat meluluhlantakkan sebagian besar kota. Setelah kejadian itu, kota dibiarkan hancur dan perlahan mulai dilupakan orang. Hanya segelintir Arab Badui kadang melewatinya.
Tahun 1812 Johann Ludwig Burckhardt dari Swiss berhasil membujuk Arab Badui setempat untuk memperlihatkan kota Kuno yang pernah dibacanya dari buku. Petra kemudian menjadi tempat tujuan wisata seluas 264.000 meter persegi.
4. Madain Shalih
Madain Shalih artinya kota Nabi Shalih, yang berdasarkan kisah dalam al-Qur`an dihuni oleh kaum Tsamud. Seperti Petra, kota itu dibangun dengan memahat gunung batu sehingga disebut al-Hijr. Menurut Dr Abdul Rahman al-Ansari dan Dr Hussein Abu al-Hassan, al-Hijr dibangun untuk menyuplai bekal perjalanan karena letaknya yang berada di jalur perdagangan kala itu. Al-Hijr adalah kota yang sangat makmur pada zamannya.
Sekitar tahun pertama Masehi, al-Hijr ditaklukan al-Anbaath, yang kemudian menjadikannya ibukota kedua setelah Petra. Al-Hijr lalu dijadikan markas militer dalam menghadapi Romawi.
Kaum Tsamud yang mendiami al-Hijr diazab oleh Allah dengan satu suara keras yang menggelegar hingga mati bergelimpangan di rumah-rumah mereka. Sebab, menolak seruan Nabi Shalih yang mengajak mereka meninggalkan penyembahan berhala dan karena membunuh unta Nabi Shalih.
Peristiwa ini diabadikan Al-Quran dalam Surat Al A’raf.
“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Saleh. Ia berkata. “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya, dengan gangguan apa pun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.”
“Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ‘Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.” (QS: Al A’raf [7]: 73-74)
Al-Hijr atau Hegra terletak 20 km utara kota Al-`Ula dan 400 km barat laut Madinah, Arab Saudi. UNESCO memasukkannya ke dalam daftar situs warisan dunia pada tahun 2008. *