Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Nabi-Nabi Palsu: Antara Sejarah dan Realita Gerakan Zaman Baru

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Juni 2016 09:57 9:57 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Juni 2016 09:56
Bagikan
Alice Bailey dan Lia Aminuddin
Bagikan

Hidayatullah.com–Mencuatnya beragam gerakan ataupun agama baru dengan Nabi-Nabi palsu yang merambah tanah air belakangan ini merupakan fenomena yang bukan baru lagi.

Sejarah awal Islam mencatat bagaimana Musailamah al Kazzaab (Abad 7 M) dari Bani Hanifah daerah Yamamah yang murtad dari Islam dan mengklaim sebagai utusan Allah.

Dikenal sebagai seorang ahli sihir, ajaran Musailamah meniru sebagian ajaran Islam, seperti melarang makan babi dan khamr, namun mengabungkannya dengan ‘karangan’nya sendiri yakni hanya mewajibkan tiga kali shalat menghadap ke arah manapun, tidak berkhitan, dan berpuasa Ramadhan hanya di malam hari.

Tidak hanya Musailamah ini, seorang pembesar suku dari Bani Asad bin Khuzaemah bernama Thulaihah bin Khuwailid bin Naufal al-Asadi juga tidak mau kalah mengklaim keNabian setahun setelah ia masuk Islam.

Setelah wafatnya Rasulullah Shalalllahu ‘Alaihi Wassallam muncul wabah kemurtadan di jazirah Arab dan mendorong seorang wanita bernama Sajah binti al-Harits bin Suwaid dari Bani Tamim untuk turut mengaku keNabian mengikuti Musailamah dan Thulaihah.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Sajah sendiri akhirnya menikah dengan Musailamah dan setuju mengakuinya sebagai Nabi.

Adalah Khalid bin Walid ra sebagai panglima dalam Perang Yamamah (11 Hijriah) yang berhasil melumpukan pasukan Musailamah dan membunuh Nabi palsu ini, sementara setelah kematiannya Sajah akhirnya mengikrarkan keislamannya.

Thulaihah sendiri pada awalnya telah bersiap menyerang Madinah dalam perang Riddah namun dihadang oleh pasukan muslimin yang dipimpin Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin Ubaidillah dan Zubair bin Awwam Radhiallahu Anhu. Mereka akhirnya dapat mengalahkan pasukan Thulaihah setelah dikirimnya bala bantuan dari Abu Bakar Radhiallahu Anhu.

Thulaihah kemudian melarikan diri dan kembali menghadapi perang di tempat bernama Buzaka melawan pasukan Khalid bin Walid yang berhasil mengalahkannya. Thulaihah kembali melarikan diri ke Suriah dan akhirnya di kemudian hari bertaubat dan masuk Islam ketika Suriah ditaklukkan. Keislamannya menjadi baik dan ia bahkan turut berperang bersama kaum muslimin melawan Persia dan mati sebagai syahid dalam Perang Nahawand.

Dari kisah Nabi palsu diatas dapat diketahui bahwa sebagian Nabi palsu ini dapat kembali memperoleh hidayah setelah menyadari kesalahannya. Karenanya pula Nabi-Nabi palsu sekarang yang perlu dididik dan didakwahi untuk kembali ke jalan yang benar.

Kisah Musailamah al-Kazzab menjadi pelajaran tersendiri karena menemui ajalnya sebagai seorang pendusta dan namanya dikenang selamanya sebagai al-kazzab.

Musailamah al Kazzab Modern

Ajaran Musailamah Al-Kazzab yang mencampurkan antara ajaran yang berasal dari Islam dan ajaran ‘karangan’nya sendiri pun dapat dijumpai dalam fenomena Nabi-Nabi palsu yang ada pada era kontemporer saat ini semacam Mussadeq Gafatar, Lia Eden Salamullah, Sri Hartatik Pekalongan dan semacamnya.

Namun fitur baru yang mungkin unik pada ajaran Nabi-Nabi palsu ini adalah upayanya menggabungkan dari ajaran agama Samawi dan agama-agama Timur yang ada dan membuat sebuah ‘cover baru’ untuk isi yang lama dengan tujuan memberi solusi penenang dari kecemasan dan kegalauan akan problematika dunia zaman sekarang.

Lia Eden misalnya selain meyakini Nabi Muhammad Shalalllahu ‘Alaihi Wassallam dan Yesus Kristus namun juga meyakini figur-fitur dalam agama timur seperti Buddha, Kwan Im, dan lainnya. Hal yang serupa dijumpai dalam aliran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang berupaya menggabungkan ajaran-ajaran agama di tanah air, Islam, Kristen, Budha, dsb. dan menyatukannya dalam nilai ‘kenusantaraan’ Pancasila untuk menjawab problematika sosial seperti kelaparan dan sebagainya dengan kerja sosial.

Fitur ‘gado-gado’ agama ini sedikit banyak mengarahkan kita pada aliran Gerakan Zaman Baru (GZB) yang didirikan Alice Bailey sekitar tahun 1918-1939M pada masa antara Perang Dunia I dan II.

Sifat spekulatif dalam mengeksplorasi nilai-nilai ajaran dari agama-agama yang berbeda dan keenganan mengikat pada satu ajaran tertentu membuat aliran-aliran yang muncul ini berbagi sifat yang sama dalam hal anti-otoritas dan kebakuan ajaran.

Aliran-aliran yang muncul ini juga berbagi sifat yang sama dalam sebab kemunculannya yaitu dorongan ‘inspirasi’ alam ghaib. Kemudahan mengenali kelemahan klaim aliran-aliran ini terletak pada fakta bahwa terdapat begitu banyak inkonsistensi internal dalam ajarannya. Akar dari terjerembabnya Nabi-Nabi palsu ini mungkin adalah kecintaan pada ibadah yang tidak dibarengi dengan kepahaman pada syariat, sebagaimana sabda Rasulullah Shalalllahu ‘Alaihi Wassallam; “Satu orang fakih itu lebih berat bagi syetan daripada seribu ahli ibadah.” ( HR Tirmidzi : 5/46, No : 2681 ).*/Ady C. Effendy, MA. Doctoral student, pemerhati agama dan peradaban

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:GafatarGerakan Fajar Nusantaralia edenNabi Palsu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ironis, Israel Jadi Ketua Komite Urusan Hukum Perserikatan Bangsa-Bangsa
Tulisan selanjutnya Orang Minangkabau Lebih Sadar Beragama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?