Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Polandia Menolak Masuk Pengungsi Asal Chechnya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 September 2016 09:04 9:04 am
Ama Farah
Dipublikasikan 1 September 2016 07:05
Bagikan
Penjaga perbatasan Polandia di Terespol yang berbatasan dengan Belarusia di Brest.
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Warsawa menolak masuk sekelompok orang Chechnya yang berusaha memasuki wilayahnya dari Belarusia. Hal itu demi melindungi negara dan Uni Eropa dari terorisme, begitu menurut Mendagri Polandia.

Dilansir Deutsche Welle, Menteri Dalam Negeri Mariusz Blaszczak hari Rabu (31/8/2016) mengatakan Polandia menolak masuk 200 orang Chechnya yang berusaha masuk dari Brest, Belaruia, negara yang menjadi batas terluar Uni Eropa. Berbicara kepada stasiun televisi Polandia TVN24, Blaszczak mengatakan “hal ini untuk memastikan keamanan Eropa.”

Blaszczak mengatakan selama dirinya menjabat menteri dalam negeri dan partai konservatif PiS berkuasa, “kami tidak akan membiarkan Polandia terancam terorisme,” tanpa menjelaskan lebih lanjut mengatapa dia menghubungkan orang Chechnya dengan terorisme.

Polandia sebelumnya telah menolak kebijakan Uni Eropa yang membagi beban penampungan ratusan ribu pengungsi asal Suriah, Timur Tengah dan Afrika.

Hari Senin malam lalu, sekelompok orang Chechnya yang berkemah di Brest memprotes larangan masuk ke Polandia dan menuntut agar diberi kesempatan berbicara dengan pihak berwenang negara itu, lapor Belsat TV.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di antara kelompok orang Chechnya berkewarganegaraan Rusia itu terdapat anak-anak, perempuan dan manula. Mereka berhasil mencapai sebuah pos perbatasan di Brest pada 29 Agustus, lalu berkemah di sana karena dilarang memasuki wilayah Polandia.

Dariusz Sienicki, seorang juru bicara dari Penjaga Perbatasan Polandia setempat, hari Rabu kemarin mengatakan kepada Associated Press bahwa kelompok orang-orang Chechnya itu telah kembali ke Belarusia.

Polandia sebelumnya bersedia menerima pengungsi orang-orang Chechnya saat negara pecahan Uni Soviet itu berperang dengan Rusia yang berakhir pada 2009.

Sienicki mengatakan 6.000 warganegara Rusia, kebanyakan dari etnis Chechnya (Chechen), telah ditampung di Polandia sejauh ini selama tahun 2016. Jumlah itu naik 150 persen dari periode yang sama tahun lalu. Dan pada saat yang sama, sekitar 30.000 orang telah ditolak masuk.

Nama Chechnya belakangan kembali terdengar di tengah-tengah berita terorisme dan konflik di Timur Tengah seiring dengan menyebarnya horor yang ditimbulkan kelompok bersenjata ISIS alias ISIL alias Daesh. Kementerian Luar Negeri Rusia tahun 2015 pernah mengeluarkan pernyataan bahwa lebih dari 400 orang Chechnya ikut berperang bersama ISIS. Banyak orang dari Eropa Timur pecahan Soviet yang berbondong-bondong ke Suriah dan Iraq untuk bergabung dengan kelompok-kelompok bersenjata di sana, baik dari kalangan Muslim Sunni maupun Syiah.

Salah seorang Chechnya yang paling terkenal adalah Abu Omar Al-Shishani. Pria Chechnya yang dilahirkan dengan nama Tarkhan Tayumurazovich Batirashvili itu berangkat dari Pansiki Gorge di Georgia (negara pecahan Soviet) ke Suriah untuk bergabung dengan pasukan oposisi yang berperang melawan rezim Bashar Al-Assad. Dalam perkembangannya, pria bekas anggota militer Georgia itu –yang mendapat pelatihan dari Amerika Serikat saat berperang dengan Rusia– kemudian menjadi salah satu komadan ternama ISIS. Maret 2016 Al-Shishani diyakini tewas dalam serangan udara koalisi pimpinan AS di Al-Shirqat, Gubernuran Saladin di Iraq. ISIS kerap mengklaim serangan-serangan mematikan yang terjadi di sejumlah negara Eropa tahun belakangan ini.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hakim MK Sebut Pernyataan Komnas Perempuan pada Sidang Uji Materi Pasal Kesusilaan Tidak Konsisten
Tulisan selanjutnya shalat gerhana Gerhana Matahari Cincin Akan Lewati 10 Propinsi di Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?