Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Pangkal Kemunduran Umat dan Krisis Ulama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Juni 2012 22:33 10:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Juni 2012 22:33
Bagikan
Bagikan

oleh: Ahmad Antawirya

PERKEMBANGAN Islam di Jawa pada khususnya, dan di Nusantara pada umumnya, beberapa kali mengalami kemunduran (setback) karena kehilangan ulama-ulama terbaik. Itulah mengapa Islam di Jawa hari ini sangat jenuh memuat praktek bid’ah dan berbagai bentuk kebodohan yang sulit dibersihkan sehingga menghambat kemajuan umat.

Di antara peristiwa setback adalah yang terjadi pada 1647, ketika Raja Mataram Amangkurat I yang bersekutu dengan VOC, memancung kepala 6.000 ulama Jawa beserta keluarganya di alun-alun Kraton Plered, Yogyakarta. Syiar Islam di Tanah Jawa, pasca era Wali Songo, pun mandeg.

Krisis ulama membuat ajaran Islam bercampur-aduk dengan adat-istiadat. Mana ajaran Islam dan mana yang bukan, menjadi sulit dibedakan. Tauhid dan syirik tercampur tidak karuan.

Dalam ranah ibadah, tidak jelas mana praktek beribadah yang dicontohkan Rosulullah dan mana yang mengada-ada. Dalam domain adab, akhlak-akhlak mulia yang bertahan tidak dikenali lagi sebagai bersumber dari Islam. Orang-orang di Jawa selama beberapa generasi tidak tahu persis bahwa sunat (khitan) bersumber dari Islam.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Bahkan hari ini, tidak setiap orang tahu, bahwa pembiasaan memberi dan menerima dengan tangan manis (tangan kanan) yang berlaku di masyarakat Jawa (muslim maupun non-muslim) itu, bersumber dari Hadits.

Islam di Jawa seperti restart. Jawa memerlukan lebih dari satu setengah abad sejak itu untuk melahirkan ulama sebesar Diponegoro (1785-1855), dan dua setengah abad untuk mencapai kemunculan Achmad Dahlan (1868-1923) dkk yang berusaha memberantas Takhyul-Biddah-Churafat (TBC).

Sampai hari ini kita masih berjuang dengan sangat payah untuk mengkalibrasi keislaman kita, sementara kemunduran pada masa lampau masih menyisakan kebodohan yang membuat kita gemar bersilang-sengketa tanpa dasar.

Pada saat yang sama, kita terus menghadapi percobaan-percobaan pemunduran dengan cara lama maupun baru, yang membuat kita cenderung menjauhi, bahkan memusuhi, ulama.

Cara lama, melalui pelenyapan dan penindasan terhadap ulama, silakan mengingat berapa ulama yang tewas atau hilang selama kurun orde-baru, dalam peristiwa Lampung, peristiwa Priok, dan pembantaian iai di Jawa Timur.

Ingat juga bagaimana Hamka dijebloskan ke penjara. Cara baru, adalah melalui penetrasi paham SEPILIS (sekularisme, pluralisme dan liberalisme). Tamu tidak diundang ini masuk melalui media, buku, dan LSM. Bahkan acapkali melalui anak-cucu yang kuliah di luar-negeri.

Lihatlah hasil ujian kita baru-baru ini. Untuk sekadar bersikap terhadap rencana konser Lady Gaga dan isu kesetaraan gender saja, betapa banyak energi yang kita buang percuma untuk bersilang pendapat?

Berapa banyak dari kita yang berusaha bersikap berdasarkan Al-Quran dan Hadits? Berapa banyak yang mau menanya atau mendengar pendapat ulama? Banyak dari kita yang limbung dan gamang dengan test fungsi al-furqon yang sederhana itu.

Agaknya, software alfurqon di benak kita musti diinstall ulang. Sumbernya tidak boleh bajakan. Jangan pula cover version atau beta. Harus orisinal dan full version, dengan dibantu teknisi (baca: ulama) yang kompeten, kredibel dan punya komitmen kuat untuk menegakkan Al-Quran dan Hadits shahih. Insya Alloh.*

Penulis dosen di Program Studi Desain Komunikasi Visual sebuah universitas swasta di Jakarta

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Beri Apresiasi pada Istrimu!
Tulisan selanjutnya Soal Gugat UU Migas, Din Syamsudin Sebut “Jihad Konstitusi”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

None

Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, UBN: Jangan Beri Panggung Pendukung Genosida

None
31 Oktober 2026 09:38
Auditor Halal sebagai Mata Rantai Kebaikan dalam Pengabdian
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo terkait Penggeledahan Pesantren Hamalatul Qur’an
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan
Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’

Terbaru

  • Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah
  • Garda Revolusi Iran Klaim Lumpuhkan Dua Drone AS di Selat Hormuz
  • MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo terkait Penggeledahan Pesantren Hamalatul Qur’an
  • MUI: Petugas Ibadah Haji Harus Muslim, Nonmuslim Bisa Bantu Teknis
  • Bekas Jubir Militer ‘Israel’ Akui Memanipulasi Kebenaran Genosida Gaza
  • Lancarkan Serangan ke Pulau Qeshm Iran, AS: ‘Tindakan Defensif’
  • Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an
  • Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Pesantren Himalatul Qur’an
  • Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
  • KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?