Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Eks Tahanan Guantanamo Jihad Diyab akan Direlokasi dari Uruguay

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2016 11:55 11:55 am
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Oktober 2016 11:55
Bagikan
Jihad Diyab ditahan di Guantanamo selama 12 tahun tanpa tuduhan apa pun
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang bekas tahanan di Guantanamo yang melakukan mogok makan di Uruguay guna menuntut relokasi ke negara lain telah menghentikan aksinya setelah menerima tawaran, kata para pendukungnya.

Jihad Diyab, seorang warga Suriah, adalah satu dari enam tahanan Guantanamo yang diberikan suaka di Uruguai pada 2014 sebagai bagian dari upaya Amerika Serikat menutup penjara brutal itu.

Diyab telah melakukan mogok makan selama 68 hari dan menghadapi resiko kematian.

Diyab menuntut agar dirinya dipindahkan ke sebuah negara Arab.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia mengatakan ingin bersatu kembali dengan keluarganya.

Para pendukungnya tidak mengungkap negara mana yang telah setuju untuk menampungnya, tetapi para pejabat mengatakan bahwa Diyab sudah ditegaskan tidak bisa kembali ke Suriah sebab ada perang sipil di sana, lapor BBC Ahad (23/10/2016).

Pemerintah Uruguay juga dikabarkan telah mengatakan bahwa negara Qatar dan Turki menolak untuk menampung Diyab.

“Dengan kesehatannya yang sekarang menjadi masalah serius, dia menerima tawaran untuk pergi,” kata kelompok pendukung Diyab di laman Facebook.

Uruguay dikabarkan telah menawarkan untuk membawa keluarga Diyab ke negara itu, tetapi tawaran tersebut ditolaknya.

Jihad Ahmad Diyab dikurung dalam penjara Guantanamo oleh Amerika Serikat dengan tuduhan menjadi anggota sebuah kelompok militan. Selama dikurung dalam penjara yang dikelola CIA itu Diyab tidak pernah dikenai dakwaan apapun sampai akhirnya dia dipindah ke Uruguay.

Barack Obama kerap mengatakan bahwa penjara yang dibuka sejak 2002 itu, menyusul peristiwa runtuhnya kompleks gedung WTC di New York 11 September 2001, akan ditutup sebelum dirinya mengakhiri jabatan sebagai presiden AS. Namun, hingga kini hal itu belum juga diwujudkan Obama.

Sejak penjara itu dibuka, sekitar 779 orang ditangkap, diculik dan diambil paksa lalu dijebloskan ke fasilitas yang berada di kawasan pangkalan militer Amerika Serikat di Guantanamo Bay di wilayah Kuba itu.

Uruguay tahun 2014 bersedia menampung 6 pria Arab, tetapi kemudian mengatakan pihaknya tidak akan menerima eks tahanan Guantanamo lain yang akan dipindahkan. Pemerintah Uruguay beralasan tahanan yang sudah ditempatkan di sana kesulitan beradaptasi hidup di negara barunya itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KH Ma’ruf Amin: MUI tidak Berpolitik, Ahok yang Masuk Ranah Agama
Tulisan selanjutnya Dakwah Untuk Non Muslim: Gratis Al-Quran Berbahasa Inggris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?