Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Polisi Anti-Islam Belanda Geert Wilders Tolak Diadili atas Kebencian pada Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Oktober 2016 10:59 10:59 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Oktober 2016 10:59
Bagikan
Geert Wilder pernah mengeluarkan manifesto satu halaman menyerukan ‘de-islamisasi total di Belanda’
Bagikan

Hidayatullah.com—Politisi sayap kanan Belanda yang dikenal anti Islam Geert Wilders menolak diadili atas tuduhan membuat ujaran kebencian dan mengancam keharmonisan antara Islam di Barat.

Jumat (28/10/2016) kemarin, ia menyebut upaya peradilan terhadap dirinya bermotif politik dan ia menyatakan menolak datang ke pengadilan pekan depan.

Wilders dituduh melakukan diskriminasi dan memicu ketegangan rasial dalam siaran langsung di televisi pada 2014 lalu. Saat itu, ia memandu satu ruangan untuk menyerukan pengurangan komunitas Islam Maroko di Belanda.

Akibat kasus ini, Wilders menghadapi ancaman denda hingga 8.100 dolar AS dan satu tahun penjara.

“Kami bukan takut dengan orang asing tetapi kami menentang masuknya budaya yang bertentangan dengan apa yang kami pertahankan,” katanya kepada AFP baru-baru ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Wilders yang pernah memproduksi film anti-Islam, Fitna pernah mengatakan, popularitasnya di Belanda adalah karena ‘mereka berani membicarakan tentang hal sensitif seperti Islamisasi dan menggunakan kata sederhana yang dapat dipahami oleh pemilih Belanda’.

Wilders pernah mengatakan ingin mempertahankan kebebasan yang dianggap akan hilang setelah ideologi Islam kokoh di Belanda.

Anggota parlemen Belanda itu menyebut gelar terhadapnya sebagai ekstremis konyol namun tidak ragu-ragu menghina al-Quran.

Ia bahkan  mencegah kedatangan imigran Islam, menutup masjid dan melarang al-Quran jika menang Pemilu tahun depan.

Namun begitu, Wilders tidak mempedulikan tentang pendapat golongan politik elit dan media tetapi lebih suka menyuarakan pendapatnya melalui Twitter menggunakan bahasa yang singkat.

Dia mendirikan Partai Kebebasan (PVV) pada 2006 setelah memenangkan sembilan dari 150 kursi parlemen melalui tiket ‘batasi peningkatan jumlah umat Islam’.

Volume Wilder menyebabkan ia diberi perlindungan sepanjang waktu dan sering dianggap sebagai ‘individu yang dikendalikan di Belanda’ terutama setelah pembunuhan pembuat film Belanda, Theo van Gogh pada 2004.

Baru-baru ini pengacara, Geert-Jan Knoops yang mewakilinya mengatakan pada hakim bahwa kliennya ‘berada dalam daftar teratas kelompok al-Qaeda (al Qaidah), Taliban dan kelompok ISIS’.

Geert Wilders Didakwa Menyulut Kebencian dan Diskriminasi Terhadap Minoritas Maroko

Wilder tidak pernah membicarakan tentang kehidupan pribadinya selain istrinya seorang warga Hongaria bahkan ia menutup mulut terhadap spekulasi yang mengatakan dia keturunan Indonesia dan tindakannya menyemir rambut adalah untuk menutupi asal usulnya.

Jumat (14/10/2016), keputusan pengadilan Belanda mengatakan, Jaksa di Belanda mengabarkan dapat melanjutkan tuduhan menyebar kebencian yang diajukan terhadap politisi sayap kanan Geert Wilders yang melontarkan komentar anti-Muslim.

Tokoh Partai untuk Kebebasan (PVV) ini sebelumnya juga sudah mengeluarkan manifesto satu halaman  menyerukan ‘de-islamisasi total di Belanda’.

Berdasarkan manifesto yang dilansir Independent, Senin (29/08/2016), dia berjanji menutup masjid, sekolah Islam dan pusat penampungan pengungsi  migran dari negara Islam akan dilarang masuk jika partainya memenangkan Pemilu.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:#MenangkapAhokanti IslamGeert WPolitisi Sayap Kanan Belanda
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penuhi Panggilan, Saksi Pelapor Kasus Penistaan Al-Quran Sambangi Mabes Polri
Tulisan selanjutnya Terkait Singgungan ke MUI, Pernyataan Nusron Wahid tidak Mewakili NU

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?