Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jasad Diktator Marcos Akan Dikubur di Pemakaman Pahlawan, Rakyat Filipina Marah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 November 2016 07:04 7:04 am
Ama Farah
Dipublikasikan 9 November 2016 07:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Mahkamah Agung Filipina hari Selasa (8/11/2016) memutuskan bahwa jasad Ferdinand Marcos akan dimakamkan di Pemakaman Pahlawan, sebuah keputusan yang mengundang kemarahan rakyat.

“Sementara dia (Marcos) tidak sepenuhnya baik, dia juga tidak sepenuhnya jahat. Tentu saja, dia hanyalah seorang manusia yang berbuat kesalahan seperti kita,” kata majelis hakim memberikan alasan keputusannya.

Mendengar keputusan MA itu, para pengguna media sosial di Filipina langsung marah. Banyak orang Filipina kemudian turun ke jalan di beberapa kota di seluruh negeri untuk mengungkapkan kemarahan mereka.

“Kami sangat terkejut. Kami berharap Mahkamah Agung akan menjunjung prinsip-prinsip demokrasi dan keadilan,” kata Aida Santos seorang anggota Claimants 1081, organisasi korban darurat militer di era Marcos dan menggugat kekuasaannya, kepada Deutsche Welle.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Marcos memerintah Filipina selama 21 tahun dari 1965 sampai 1986. Mulai tahun 1972 sampai 1981 pemerintahan Marcos memberlakukan darurat militer. Selama itu lebih dari 60.000 orang ditahan, lebih dari 30.000 orang disiksa dan diperkirakan 3.000 orang dibunuh, menurut kelompok-kelompok peduli HAM.

Marcos didepak dari kursi kekuasaan lewat revolusi damai oleh rakyat pada tahun 1986. Bekas diktator itu meninggal dunia tahun 1989 saat hidup dalam pengasingan di Hawaii. Beberapa waktu kemudian jasadnya diterbangkan pulang ke Filipina dan sejak itu disimpan dalam peti mati kaca tembus pandang berpendingin di Provinsi Ilocos, kampung halaman Marcos di bagian utara Filipina.

“Orang-orang terperangah, kecewa dan marah. Kami tidak akan berhenti memperjuangkan keadilan,” kata Santos.

Sebuah koalisi para penentang pemakaman Marcos di Heroes’ Cemetery berencana menggugat keputusan MA hari Selasa itu.

“Presiden Rodrigo Duterte menyebut Marcos pahlawan. Dia harus mempertanggungjawabkan perkataannya tersebut,” ujar Jean Enriquez koordinator World March for Women, seraya menambahkan pemrotes berencana menghalangi pemakaman yang sementara dijadwalkan bulan Desember itu.

Masalah penguburan mayat Marcos di Filipina sejak awal menjadi bahan perdebatan. Duterte saat kampanye mengatakan dengan jelas bahwa dia tidak akan menentang penguburan Marcos di pemakaman pahlawan, sebab dia dulu adalah seorang prajurit militer dan presiden negara itu.

Persiapan pemakaman Marcos sudah dimulai sejak September lalu. Namun, MA mengeluarkan perintah penangguhan setelah para korban darurat militer Marcos mengajukan petisi menentang pemakamannya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dikritik Lamban Berkomunikasi dengan Ormas Islam, Jokowi Akui Banyak Salah
Tulisan selanjutnya Sumber Dana Aksi Bela Islam: Celengan Warga dan Sumbangan Tukang Ojek Rp 10 Ribu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?