Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Sampai Para Khatib Istiqlal Grogi Hadapi Lautan Jamaah “411”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 November 2016 13:48 1:48 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 November 2016 13:45
Bagikan
Ratusan ribu jamaah mengikuti shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, sampai meluber ke jalan-jalan dan taman-taman. Mereka para peserta Aksi Damai Bela Islam II, Jumat (04/11/2016).
Bagikan

Sambungan dari tulisan pertama

MASIH beberapa jam sebelum Jumatan dimulai, Jumat, 4 November 2016 itu. Sekitar pukul 08.00 WIB, jamaah sudah tak bisa masuk Istiqlal. Ratusan ribu orang hanya berputar-putar di jalanan depan, samping, dan belakang Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

“Saya sempat masuk, tetapi semua lantai Istiqlal sudah penuh. Massa sudah ‘geram’ akhirnya berinisiatif orasi dimana-mana, di setiap halaman Masjid Istiqlal. Kecuali di lantai 1-4 khusus untuk shalat,” lapor reporter lainnya.

Pukul 09.00 WIB, ia memutuskan turun dari masjid. Tapi di depan pintu utama macet, tiap 10 meter ada orang orasi.

“Akhirnya saya tidak mendapat tempat shalat hingga terjebak shalat di samping sungai di dekat Jalan Juanda. Kondisi penuh sesak,” lapornya.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

Yang membuatnya merinding, usai shalat Jumat, nasyid dilantunkan diikuti jamaah di dalam hingga di luar masjid.

Massa seakan terbakar mengikuti lantunan nasyid dan pekikan takbir, “Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!”

“Gemuruh riuh. Saya membayangkan seperti ini dulu umat Islam dan para santri melawan dan mengusir penjajah Belanda,” ungkapnya.

Sebagian massa Aksi Damai Bela Islam II berorasi di halaman Masjid Istiqlal Jakarta, sebelum Jumatan, Jumat (04/11/2016). [Foto: Syakur]
Sebagian massa Aksi Damai Bela Islam II berorasi di halaman Masjid Istiqlal Jakarta, sebelum Jumatan, Jumat (04/11/2016). [Foto: Syakur]
Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menyaksikan pula bagaimana padatnya halaman dan ruas-ruas jalan di sekitar Istiqlal.

“Mau lewat, mentok, tidak bisa. Saya merinding,” tuturnya dalam Rapat Pleno XII Dewan Pertimbangan MUI di kantor MUI, Jakarta, Rabu (09/11/2016).

Para Khatib pun tidak Siap

Menariknya lagi, Nasaruddin bercerita, khatib yang dijadwalkan mengisi di masjid nasional ini, Jumat itu, tidak berani khutbah. Karena katanya tidak siap di depan segitu banyak manusia.

Penggantinya juga pada tidak siap. Akhirnya pengurus Istiqlal rapat, diputuskanlah Imam Besar yang naik sebagai khatib.

“Saya juga ragu, apalagi ada postingan macem-macem tentang saya. Tapi saya istikharah. Alhamdulillah, depan komputer jalan saja tangan saya mengetik materi (khutbah).

Jadi apa yang saya sampaikan itu isi hati saya yang sesungguhnya. Nggak tahu bagaimana tanggapan bapak-ibu terhadap materi khutbah itu,” ungkap Rektor Institut PTIQ Jakarta ini.

Sayang, jangankan menanggapi, jamaah yang shalat sekitar 50 meter arah selatan di luar bangunan utama Istiqlal mendengar suara sang khatib dengan sangat tidak jelas.

Seorang Nenek Ikut Aksi Bela Al-Quran Datangi Istiqlal

Nasaruddin bercerita, ada kejadian lucu di “Masjid Merdeka” pada Jumat itu.

“Saya katakan lucu. Itu space (ruang kosong) di depan imam di lantai atas penuh. Jadi imamnya di belakang makmum. Ada yang tanya, ‘bagaimana?’ Saya jawab, ‘sudah, anggaplah seperti di Makkah’,” ungkapnya memaklumi keadaan darurat itu.

Pengamatan reporter, di luar sekeliling masjid, berbagai titik dipenuhi jamaah berpakaian serba putih-putih. Di halaman, taman, jembatan, jalan beraspal, pelataran berkeramik, padat diisi jamaah shalat Jumat. Mereka adalah massa yang akan ikut Aksi Bela Islam II usai Jumatan.

Pada salah satu ruas jalan di gerbang masuk selatan Istiqlal, misalnya, jamaah meluber sampai ke pintu gerbang dekat jalan raya.

Mereka shalat Jumat dengan alas masing-masing; dari sajadah, koran bekas, hingga kantong plastik berukuran jumbo yang dibagi-bagikan oleh sesama jamaah.

Pekikan Takbir di KRL

Kesakralan rangkaian ibadah Jumat di halaman Istiqlal itu penuh aura istimewa, selain memang jamaah harus rela berpanas-panasan di bawah terik matahari.

Di bagian atas depan jamaah itu, berdiri melintang rel kereta layang dari dan menuju Stasiun Juanda, samping Istiqlal.

Setiap kereta rangkaian listrik (KRL) dari arah Bogor ke Juanda melintas, tampak selalu membawa penumpang berpakaian putih-putih. Mereka dipastikan massa aksi yang hendak ke Istiqlal.

Jamaah massa Aksi Damai Bela Islam II meluber sampai ke dekat bawah rel layang KRL. [Foto: Syakur]
Jamaah Jumatan yang juga massa Aksi Damai Bela Islam II meluber sampai ke bawah dekat rel layang KRL. [Foto: Syakur]
Beberapa kali, saat KRL dari arah Bogor melintas, para penumpangnya selalu memekikkan takbir begitu melihat jamaah putih-putih menyemut di bawah mereka.

“Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!”

Bayangkan saja suasananya. Gerbong kereta yang biasanya hanya diselingi suara “gejlek, gejlek” dari roda dan rel besi yang beradu, tiba-tiba digemuruhkan oleh pekikan takbir para penumpangnya.

Dan itu terdengar sejak sebelum azan berkumandang, saat sedang shalat, hingga Jumatan selesai. Sungguh kejadian langka!

Memang, aksi damai menuntut proses hukum yang adil dan transparan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), atas kasus dugaan penistaan agama itu, merupakan peristiwa langka. Bersejarah.

Aksi 411 Ciri “Titik Nadir” Relasi Islam dan Negara?

Usai shalat Jumat, lautan massa itu mengular, menyambungkan beberapa titik. Yang shalat Jumat di Istiqlal, Gambir, dan Kwitang, menyatu di Jl Medan Merdeka Timur. Lalu memenuhi Jl Medan Merdeka Selatan hingga Jl Medan Merdeka Barat.

Semua ruas jalan itu disemuti jutaan manusia, seperti ditaksir banyak tokoh yang mengikuti Aksi Bela Islam II atau Aksi Bela Al-Qur’an itu.

Saat kelompok massa terdepan sudah tiba depan Istana Merdeka sebagai lokasi orasi utama, masih puluhan ribu massa yang menumpuk di halaman dan jalan raya sekitar Istiqlal.

Di sini, KH Abdullah Gymnastiar yang mengawal pasukan relawan pembersihnya dari Bandung, merasa kagum atas kekuasaan Allah yang mendatangkan massa sebanyak itu. La haula wala quwwata illa billah. * Yahya G Nasrullah, Ahmad, SKR/hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aa GymAbdullah Gymnastiarahokahok menghina alquranAksi Bela Al-Quranaksi bela IslamAksi Bela Islam IIAksi Damai 411Basuki Tjahaja Purnamahari Jum'atImam Besar Masjid IstiqlalJakartajumatkereta rangkaian listrikKRLMasjid IstiqlalmassamuhajirinNasaruddin UmarShalat Berjamaahtakbir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sejarah Pasal Penodaan Agama ini Patahkan Argumen ‘Tak Ada Niat Menista’
Tulisan selanjutnya Mantan Wakil Gubernur Jakarta: Banyak Keajaiban Al-Maidah:51 pada Aksi 411

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?