Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Desekularisasi Ilmu Pengetahuan dan Sains [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Desember 2016 08:39 8:39 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Desember 2016 08:39
Bagikan
Ilmuwan Islam sering disembunyikan sejarah. Ibnu Sina (dikenal Avicenna) bapak kedokteran yang menjadi rujukan Barat. Ibnu Haitham dikenal Barat, ahli sains, falak yang meilhami Boger dan Bacon menciptakan mikroskop dan al-Khwarizmi yang dikenal sebagai Bapak Aljabar
Bagikan

Oleh: Achmad Reza Hutama Al-Faruqi

 

Diskursus mengenai ilmu, di dalam dunia Islam merupakan prasarat utama dalam memperoleh kebahagiaan, baik didunia maupun di akhirat. Bisa dikatakan kewajaran sebab kemunduran Peradaban Islam saat ini adalah karena krisisnya ilmu dalam tubuh Islam, dan bahaya paling hebat yang saat ini menimpa kaum muslimin adalah rusaknya hati dan rapuhnya iman akibat kesesatan yang berasal dari filsafat dan ilmu pengetahuan, dan sains.

Banyak sumber yang bisa dibaca untuk menelusuri hubungan antara sains, filsafat, dan agama. Bahkan, saat ini sedang marak diperbincangkan masalah keterkaitan dan hubungan antara ketigahal diatas, baik itu oleh ilmuwan Islam, maupun Barat.

Hal ini dikarenakan adanya berbagai krisis multidimensional yang diakibatkan hegemonisains modern Barat yang menjadikan sains hanya meliputi dunia fisik dan alam raya ini.

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Mencari Sains Islam

Dengan keangkuhannya, sains modern telah mempelakukan alam dengan semena-mena, dan agama telah ditiadakan.

Maka ada kecenderungan masa kini untuk menemukan solusi bagi krisis tersebut dengan kembali mempertanyakan hubungan antara sains, filsafat, dan agama. (LihatDr.Mahmud ‘Utman, al-Fikr al-Maadi al-Hadis wamauqifu al-Islam minhu)

Jika ditelusuri, pada awalnya antara ketiga hal diatas bersatu dalam satu kesatuan, yaitu ilmu pengetahuan.Dalam hal ini, Ibn Khaldun mengemukakan bahwa ilmu yang terdiri dari dua bagian (aqliyah dan naqliyah) merupakan kesatuan yang bersumber pada yang satu.

Keduanya menyikap berbagai ayat atau tanda keberadaan-Nya. Para ilmuwan Muslim terdahulu, seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, al-Ghazali, Fakhruddin al-Razi, Nashiruddin al-Thusi, dan lainnya juga tidak pernah mempersalahkan ketiganya pada level pertentangan. Bahkan tidak jarang ketika hal tersebut bersatu pada satu sosok ilmuwan Muslim.

Pertentangan antar ketiganya mulai muncul pada abad pertengahan, yaitu seiring dengan munculnya gerakan modernisasi yang terjadi didunia Barat pada abad 16. Era modern ini ditandai dengan pandangan hidup yang saintifik dengan warna sekularisme, rasionalisme, empirisme, cara berfikir dikotomis, desakralisasi, pragmatism, dan penafikan kebenaran metafisis (agama).

Islamisasi Sains Berdampak Segala Aspek Kehidupan

Selainitu, modernism yang terkadang disebut juga dengan westernisme membawa serta paham nasionalisme, kapitalisme, humanism, liberalism, sekularisme, dan sejenisnya. Pada masa ini, paradigm mulai dihancurkan oleh postmodernisme menggariskan gerakan kepada paham-paham baru seperti nihilism, relativisme, pluralism, dan persamaan gender yang umumnya anti worldview.

Namun, pada kenyataannya, postmodernisme hanya merupakan kelanjutan dari paradigma modernism itu sendiri, karena masih mempertahankan paham liberalism, rasionalisme, dan pluralisme. (Hamid FahmyZarkasyi, Agama dalamPemikiran Barat Modern dan Postmodern, dalam ISLAMIA).

Dampak dari paham, aliran, dan pemikiran yang dibawa modernism dan postmodernisme terhadap paham ilmu pengetahuan sangatlah besar.Nilai-nilai yang berhubungan dengan metafisika dilepaskan dan hanya mengakui realitas empiris.

Lebih jauhlagi pandangan postmodernisme yang menganggap metafisika secara peyoratif sebagai ilmu yang membahas tentang kesalahan manusia yang fundamental. Ini adalah preposisi logis dari paham nihilism. Serangan doktrin nihilism terhadap metafisika ini menunjukkan dengan jelas serangan terhadap agama sebagai asas bagi moralitas. (Lihat Hamid Fahmy Zarkasyi, Agama dalam ..)

Namun yang perlu digaris bawahi adalah semua pandangan ini merupakan hasil dari sebuah pandangan hidup (Worldview) sains. Sederhananya, ini adalah sebuah tafsiran atas sains atau sering disebut saintisme.Dalam menghadapi tantangan ini beberapa ilmuwan Muslim mencoba merumuskan teori-teori sebagai solusi dari permasalahan ini. Dari padanya terciptalah sebuah konsep tentang “Islamisasi Sains Modern” yang digalakkan oleh para ilmuwan Muslim, seperti Syed Mohammad Naquib al-Attas, Ismail Raji al-Faruqi, Osman Bakar, dan Ziauddin Sardar.* (BERSAMBUG)

MahasiswaPascasarjana UNIDA Gontor

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:humanismeilmuislamisasi sainskapitalismeliberalismemodernismeSains islamsekularismewesternisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bahaya Jika Seruan ‘Jangan Pilih Pemimpin Kafir’ Dianggap Busuk
Tulisan selanjutnya Desekularisasi Ilmu Pengetahuan dan Sains [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?