Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gulen Bantah Berkaitan dengan Anggota Polisi Turki Pembunuh Dubes Rusia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Desember 2016 07:40 7:40 am
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Desember 2016 06:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Duta Besar Rusia untuk Turki ditembak dari belakang hingga tewas saat berpidato di sebuah galeri seni di Ankara hari Senin (19/12/2016) oleh seorang anggota kepolisian Turki yang sedang bebas tugas. Ankara menuding pelaku berkaitan dengan Fetullah Gulen. Sebuah tuduhan yang dibantah oleh tokoh Muslim Turki yang mengasingkan diri di Amerika Serikat itu.

Seorang pejabat senior kemanan Turki mengatakan “ada tanda-tanda sangat kuat” pelaku penembakan tergabung dalam jaringan Fethullah Gulen, bekas sekutu politik Presiden Erdogan yang dituding sebagai dalang percobaan kudeta bulan Juli lalu.

Namun, Gulen yang saat ini masih bertahan mukim di Amerika Serikat membantah tuduhan itu.

Pemuka Muslim Turki itu menyebut pembunuhan atas utusan resmi negara asing itu sebagai “tindakan teror sangat keji” yang menunjukkan memburuknya situasi keamanan di Turki, setelah Erdogan menggusur secara besar-besaran personel kepolisian dan tentara, serta kehakiman dan media menyusul percobaan kudeta bulan Juli.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemerintah Turki mengatakan bahwa Gulen, yang tinggal di negara bagian Pennsylvania AS sejak 1999, membuat “jaringan paralel” di kepolisian, militer, kehakiman dan pegawai pemerintahan dengan tujuan menggulingkan pemerintah saat ini.

Dubes Rusia Andrei Karlov ditembak dari belakang hingga tewas saat berpidato di sebuah galeri seni di Ankara hari Senin (19/12/2016) oleh seorang anggota kepolisian Turki yang sedang bebas tugas.

Pelaku berpakaian rapi berupa setelan jas berdasi warna hitam, berdiri sendirian di belakang Dubes Rusia Andrei Karlov, saat utusan diplomatik Rusia itu memulai pidatornya, kata seorang yang hadir di tempat kejadian kepada Reuters.

“Dia mengambil senjatanya dan menembak dubes itu dari belakang. Kami melihatnya tergeletak di lantai dan kemudian kami lari keluar,” kata saksi itu yang meminta untuk tidak diidentifikasi. Orang-orang berlindung di ruang sebelah sementara suara tembakan terus terdengar.

Pelaku disebut memuntahkan delapan peluru dari pistolnya, lapor BBC.

Rekaman video saat kejadian menunjukkan pelaku berteriak, “Jangan lupakan Aleppo, jangan lupakan Suriah!” dan “Allahu Akbar.”

Ditemani Menteri Kesehatan Recep Akdag dan Menteri Pertahanan Fikri Isik, Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengumumkan bahwa pelaku penembakan adalah Mevlut Mert Altintas, pemuda berusia 22 tahun, yang bekerja sebagai polisi anti huru-hara selama 2,5 tahun di Ankara. Dia dilahirkan pada 24 Juni 1994, di distrik Soke di Provinsi Aydin, Turki bagian barat. Pemuda itu lulusan sekolah kejuruan kepolisian di Izmir.

Soylu mengatakan tiga orang lain terluka dalam peristiwa yang disebutnya sebagai “provokasi” itu. Satu dari korban sudah keluar dari rumah sakit, sementara lainnya masih dirawat.

Soylu menjelaskan penembakan terjadi sekitar pukul 7:05 malam waktu setempat, dalam pameran fotografi di sebuah galeri seni di distrik Cankaya di ibukota Ankara. Altintas “dinetralisir” dalam sebuah operasi khusus kepolisian di lokasi kejadian, lapor Hurriyet.

CNN Turk TV melaporkan pihak kepolisian sudah menahan saudara perempuan dan ibu dari Altintas.

Andrei Karlov, 62, adalah diplomat veteran Rusia yang menjabat sebagai utusan Kremlin di Korea Utara pada sebagian besar tahun 1980-an. Setelah Uni Soviet bubar pada 1991, dia ditugaskan ke Korea Selatan sebelum ditugaskan kembali ke Korut selama lima tahun pada 2001. Dia bertugas di Turki sejak Juli 2013.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kementerian Myanmar Tulis Sejarah tanpa Rohingya
Tulisan selanjutnya Topi Santa Pegawai Muslim, Korban Aturan Perayaan Agama Lain?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?