Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Fokus kepada Tujuan Hidup

Masykur Abu Jaulah
Terakhir diupdate: 27 Desember 2016 08:31 8:31 am
Masykur Abu Jaulah
Dipublikasikan 27 Desember 2016 09:15
Bagikan
Bagikan

TAK biasanya, suasana majelis ilmu yang diasuh oleh Imam Malik Rahimahullahu (Ra) mendadak gaduh.

Bukan karena ulah bising sebagian murid-muridnya. Tapi tiba-tiba terdengar suara riuh dari arah jalan di kota Madinah.

Rupanya ada serombongan musafir dari India sedang melintas dengan kafilah gajah-gajahnya.

Kian mendekat, suara itu makin nyaring bertalu. Seolah beri isyarat agar semua penduduk kota Madinah bersegera keluar menyambut kedatangan mereka.

Tak terkecuali murid-murid Imam Malik. Sontak konsentrasi belajar mereka buyar.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Satu persatu bahkan meminta izin ikut berhambur keluar, sekadar ingin menonton pertunjukan pawai keliling tersebut. Hingga akhirnya yang tersisa tinggal seorang murid lagi.

Alih-alih menengok keluar, apalagi sampai menghampiri pawai gajah itu.

Murid itu tak henti menatap lekat ke depan, memperhatikan wajah gurunya, Imam Malik.

Untuk Kebahagiaan Hidup, Peliharalah Hatimu

Ada apa denganmu? Mengapa engkau tak ikut keluar melihat kerumunan gajah itu?

Penuh perhatian, Imam Malik pun mendekat dan bertanya kepada muridnya itu.

Aku jauh-jauh datang dari Andalus ke Madinah hanya untuk melihatmu, bukan untuk melihat gajah.

Jawaban itu meluncur deras dari mulut sang murid. Sedikitpun tak terbersit keraguan apalagi basa-basi dari jawaban tersebut.

Kisah di atas direkam dengan memesona oleh Imam adz-Dzahabi, dalam karya agungnya, Siyar A’lam an-Nubala.

Kisah seorang penuntut ilmu bernama Yahya bin Yahya al-Laitsi. Sosok pembelajar yang nantinya dikenang sebagai murid kesayangan Imam Malik.

Tak sungkan, Imam Malik bahkan menggelarinya dengan sematan ‘Aqilu Andalus’ (lelaki berakal dari Andalusia).

Disadari, dalam meniti tujuan hidup, manusia seringkali berhadapan dengan tantangan ataupun godaan.

Entah itu berasal dari dalam diri manusia (internal) ataupun lainnya.

Jelasnya kesuksesan itu tak semudah membalik telapak tangan. Dibutuhkan motivasi besar serta perjuangan yang kuat.

Kisah sederhana di atas menoreh pelajaran berharga. Apa salahnya Yahya jika ingin menengok pawai gajah tersebut?

Toh, sang guru juga sudah membolehkan murid-muridnya meninggalkan majelis ilmu sementara waktu.

Bukankah kawan-kawannya juga telah menghambur dan ikut berjejal bersama orang-orang lainnya.

Sekali lagi, tak ada yang keliru. Tapi inilah obsesi besar dari seorang penuntut ilmu atau pejuang kesuksesan.

Baginya semua itu dianggap sebagai distraksi alias gangguan. Sesuatu yang dikiranya bisa memalingkan dari target yang hendak dicapai.

Sebab setan terlalu ulung dan lihai dalam urusan memalingkan manusia dari kebaikan yang dikerja.

Lihat saja, tak sedikit manusia yang awalnya konsisten dalam menyebar dan mengajarkan kebaikan agama.

Justru hari ini berubah menjadi antipati bahkan jadi Islamphobia. Bukan ia tak tahu persoalan atau bodoh (jahil) dengan masalah itu tapi boleh jadi orientasi geraknya sudah tak sama dengan sebelumnya.

Akibatnya, ia belajar bukan untuk beribadah dan mendekat kepada Allah.Justru yang dipelajarinya itu kian menjauhkan dirinya dari Allah. Ia pintar agama tapi buta akan hidayah.Ia hafal dalil yang dimaksud, tapi justru dijadikan permainan dan penistaan agama semata.

Terakhir, semoga kita semua diberi hidayah dan keistiqamahan untuk menapaki jalan lurus tersebut.

Jalan yang di sana didapati jaminan keselamatan dan keberuntungan hidup, dunia dan akhirat. *

Redaktur: Masykur Abu Jaulah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bodohhidayahImanjahiltujuan hidup
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tim Advokasi GNPF MUI: Majelis Hakim Harus Lanjutkan Proses Hukum Ahok
Tulisan selanjutnya pejuang taliban Kemendagri: Komandan Senior Taliban Terbunuh di Afghanistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?