Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Mati Tragis ala Penista Agama

Masykur Abu Jaulah
Terakhir diupdate: 9 Januari 2017 12:41 12:41 pm
Masykur Abu Jaulah
Dipublikasikan 9 Januari 2017 12:41
Bagikan
Massa Aksi Bela Islam III di Jakarta, Jumat (02/12/2016) menuntut Ahok ditangkap.
Bagikan

MERUNUT sejarah, umat Islam tak sekali berhadapan dengan penista agama.  Ia hadir sejak wahyu pertama turun dan kian menjadi kala didakwahkan secara terang-terangan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam di Makkah dan Madinah.

Caranya pun beragam. Ada yang lewat hasutan, menggubah syair menyerang keluarga Nabi, hingga menabur kotoran diam-diam di depan rumah Nabi atau jalan yang biasa dilalui.

Pastinya, ada satu hal yang menyamakan mereka para penista agama. Semuanya berakhir tragis kecuali jika ia bertaubat menjemput hidayah Islam.

Pun demikian dengan Ka’ab bin Asyraf. Seorang penista agama dari kalangan Yahudi Madinah.

Dengan kepiawaian menggubah syair, Ka’ab tak henti merongrong umat Islam dengan menjelekkan keluarga Nabi.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Ia juga menghasut Quraisy Makkah untuk menuntut balas kekalahan mereka di Perang Badar silam.

Singkat kata, Rasulullah merasa terganggu dan menawarkan kepada sahabat, siapa gerangan yang bisa menuntaskan masalah tersebut.

Sontak, sahabat Muhammad bin Maslamah, segera berdiri menyanggupi undangan tadi. Meski belakangan, ia mengaku tak tahu harus berbuat apa dalam menolong Nabi.

Akhir Tragis Sang Penista

Iya, saking tingginya ghirah beragama, sahabat itu belum sempat berfikir bagaimana cara membunuh Ka’ab.

Seorang pemuka Yahudi yang hidup dalam benteng kokoh dengan pengawalan ketat tentu berbeda dengan masyarakat awam biasa.

Diceritakan, berhari-hari Muhammad bin Maslamah tak bisa makan dan minum. Rupanya ia  terbebani dengan tugas berat itu.

Hingga Nabi memberi keringanan kepadanya.“Perbuatlah apa yang kamu pandang baik untuk itu.”

Seketika Muhammad beroleh inspirasi dari arahan Nabi tersebut. Ia bangkit dan menyiapkan pasukan khusus untuk sebuah operasi rahasia.

Abbad bin Bisyr, al-Harts bin Aus, dan Silkan bin Salamah yang dikenal dengan sebutan Abu Nailah turut bergabung dalam misi intelijen tersebut.

Nama yang disebut terakhir terhitung masih saudara sesusuan Ka’ab bin Asyraf, tokoh yang diincar oleh mereka.

Berbekal simpatik sebelumnya, terlebih dengan hadirnya Abu Nailah, para sahabat memutuskan menemui Ka’ab di istana sekaligus bentengnya itu.

Sampai malam naas itu, Ka’ab ternyata belum sadar dengan bahaya yang mengancamnya.

Ia bersegera turun ke halaman menemui orang-orang yang memanggilnya itu.

“Sungguh aku mendengar keburukan dari ucapan Silkan bin Salamah.” ujar istrinya mengingatkan.

“Aku mencium bau darah yang menetes dari ucapan mereka,” lanjut istrinya geram dengan teriakan para sahabat Nabi.

Mendapat warning demikian. Ka’ab justru bertambah pongah. “Pantang bagi seorang dermawan menolak suatu ajakan apapun. Meski diajak kepada tikaman, sang dermawan itu pasti memenuhinya,” seru Ka’ab yang tak lagi peduli nasihat istrinya.

Anehnya, tiba di pekarangan, tak ada apa-apa seperti dikhawatirkan istri Ka’ab. Tapi sejatinya itulah kematangan strategi intelijen Muhammad bin Maslamah, sang panglima operasi.

Bersama yang lain, Muhammad malah mengajak Ka’ab mengitari kebun di kediaman Ka’ab.

“Sungguh parfummu wangi sekali malam ini. Bolehkah saya mencium kepalamu?“ puji Muhammad sambil meraih kening Ka’ab untuk diciumi.

Ajaib. Ka’ab yang sejak tadi pede dengan mudah menyodorkan kepalanya. Para sahabat pun berlomba ikut-ikutan meraih kening Ka’ab. Menikmati parfum mewah milik seorang bangsawan kaya dan pembesar masyarakat saat itu.

Terlena dengan sanjungan, akhirnya Ka’ab benar-benar lupa daratan.

Tiba-tiba Muhammad bin Maslamah mencengkeram kepala Ka’ab sambil berseru lantang. “Wahai sahabatku, bunuhlah musuh Allah ini!”

Seketika, sejumlah pedang tajam langsung berkelebat menghunjam ke arah kepala dan tubuh Ka’ab.

Hingga akhirnya sebilah tombak kecil mengantar kematian sang penista agama tersebut. Tombak itu menancap tembus ke kemaluan Ka’ab.

Inilah kisah kematian tragis Ka’ab bin Asyraf. Kematian yang pantas bagi penghina Nabi dan keluarganya.

Hingga sekarang reruntuhan bangunan istana atau benteng Ka’ab masih didapati terserak di pinggir Kota Madinah.*

Redaktur: Masykur Abu Jaulah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hasutanhidayah islamKematian Tragispenista agama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggota DPR: Jika Pemerintah Bekerja Baik, Berita Hoax Hilang Sendiri
Tulisan selanjutnya Syahadat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?