Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Persatuan Islam Menghadapi Ancaman Asing

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Januari 2017 18:02 6:02 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Januari 2017 18:01
Bagikan
Para polisi mengikuti rangkaian ibadah pada Aksi Bela Islam III di Monas, Jakarta. [Foto: Rifa'i Fadhly]
Bagikan

Oleh: Teuku Zulkhairi

 

TIDAK ada yang bisa menyatukan umat Islam selain Al-Quran. Itulah kesimpulan paling berlasan untuk menilai Aksi Bela Islam II juga sering disebut Aksi 212 di Jakarta yang diikuti umat Islam dari seluruh Indonesia. Beberapa pihak mengatakan, aksi tersebut adalah yang terbesar semenjak lahirnya Republik Indonesia.

Belum pernah ada aksi serupa sebelumnya yang mampu menghadirkan jumlah massa yang begitu banyak. Al-Quran menjadi magnet yang menyatukan umat Islam dari apapun latar belakang kelompoknya. Sebelum aksi tersebut, beberapa kawan penulis membicarakan rencananya mengikuti aksi bela Islam 212 ke Jakarta. Beberapa di antaranya penulis ketahui menghutang disana-sini untuk membeli tiket pesawat.

“Apakah kita rela tidak menjadi bagian dari umat Islam yang membela Al-Quran saat dinista?,” kata seorang teman penulis menjelaskan motivasinya mengikuti Aksi 212 ke Jakarta.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Allah Satukan Hati Kami di Monas [1]

Di media online dan sosial media, kita juga dapati kabar peserta aksi 212 dari Ciamis yang berjalan kaki menuju Jakarta. Di jalanan mereka disambut penuh haru oleh masyarakat. Sebagian yang lain tetap mengikuti aksi meksipun dicegah dengan berbagai cara. Menakjubkan.

Kesadaran untuk membela Al-Quran yang dinista oleh Ahok akhirnya menghimpun umat Islam dari berbagai kalangan menjadi lautan massa di Jakarta. Beberapa foto dari udara menunjukkan, massa bukan hanya membludak di Monumen Nasional (Monas), namun juga memenuhi hingga ke Patung Kuda, Cempaka Putih, dan seterusnya.

Namun, selalu ada alasan kalangan tertentu untuk nyinyir menyikapi aksi-aksi yang dilakukan oleh umat Islam, mulai dari tuduhan “ditunggangi pihak tertentu”, “dibayar”, “ditunggangi Islam radikal” dan sebagianya. Tujuannya tidak lain adalah untuk melemahkan semangat umat Islam dalam membela Al-Quran. Begitulah mereka mencoba menutupi kebenaran. Namun, kebenaran akan tetap terlihat meskipun ditutup-tutupi.

Allah Satukan Hati Kami di Monas [2]

Allah Shalallhu ‘Alaihi Wassallam berfirman: “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (QS. At Taubah 32).

Apa yang luar biasa dari Aksi 212 tersebut bukan hanya tentang bagaimana umat Islam bisa bersatu, tapi juga aksi yang berlangsung dengan cara sangat Islami.

Umat Islam tentu sangat marah dengan penistaan agama oleh yang dilakukan oleh Ahok, namun kemarahan itu mampu mereka tunjukkan dengan wajah Islam yang ramah. Artinya, umat Islam di Indonesia sangat semangat dan tegas membela Islam, namun mereka tetap santun dan damai. Baik massa aksi, maupun para tokoh umat Islam.

Oleh sebab itu, Aksi 212 tersebut telah menunjukkan bagaimana kelas umat Islam Indonesia kepada dunia. Di dalam negeri, hampir semua headline media memuji aksi tersebut sebagai aksi yang damai.

Beberapa media nasional juga memberi judul headline exellant surprise untuk Aksi 212 tersebut. Tidak diragukan lagi bahwa aksi santun seperti ini memang telah berada di level yang fenomenal dan mengagumkan sebagaimana penulis ulas di rubrik opini Harian Republika dengan judul “Demo Level Peradaban”, Sabtu (03/12/2016).

Melanjutkan persatuan

Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana melanjutkan persatuan umat Islam. Persatuan adalah hal yang begitu ditekankan dalam Al-Quran. Sebab, dengan persatuan lah berbagai tantangan yang dihadapi oleh umat Islam bisa diselesaikan. Kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok memberi kita pelajaran, bahwa umat Islam bisa bersatu. Dan ketika umat Islam bersatu, suara umat Islam akan didengar dan akan menggetarkan musuh-musuh Islam dan kaum munafik.

Allah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam berfirman:

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara.” (QS Ali Imran:103).

Sangat jelas Allah Subhanahu Wata’ala meminta umat Islam untuk bersatu, dan melarangnya dari bercerai berai. Ibarat sapu lidi yang jika disatukan akan bisa menyapu debu-debu dan kotoran. Begitu juga persatuan umat Islam, merupakan kekuatan untuk menghadang segala upaya memecah belah bangsa yang dilakukan musuh-musuh negara dan agama.

Allah Satukan Hati Kami di Monas [3]

Panglima TNI, Gatot Nurmantyo di acara ILC TV One bulan lalu dengan sangat jelas memaparkan tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia berupa upaya pihak-pihak asing untuk menguasai kekayaan alam negeri ini.

Dalam paparannya, Panglima TNI menjelaskan peta tantangan bangsa Indonesia saat ini. Selain  persoalan wilayah Laut China Selatan, Tiongkok yang memberikan potensi konflik dengan ketidakmauannya diatur dalam Zona Lautan, juga dijelaskan cara Tiongkok menggunakan perang candu untuk memisahkan Hongkong dan Taiwan. Dan Indonesia, 2 juta atau 5% penduduk Indonesia telah positif terkena Narkoba.

Sungguh merupakan tantangan yang sangat serius dihadapi oleh bangsa Indonesia, bahwa jika Narkoba telah merusak generasi muda bangsa ini, maka apa yang bisa diharapkan bangsa ini di masa depan selain hanya kehancuran? Apalagi, bermacam cara Narkoba dimasukkan dari Cina ke Indonesia, termasuk melalui pipa-pipa beton (Tribunnews.com, Selasa, 14 Juni 2016) yang semua itu adalah untuk menghancurkan bangsa ini.

Sungguh, tantangan berat yang sangat membutuhkan adanya persatuan dan kesatuan umat Islam untuk menghadapinya. Apalagi, adanya penyusupan kepentingan asing dalam internal bangsa Indonesia juga sudah menjadi rahasia umum. Kepentingan pemodal asing menjadi lebih diutamakan sehingga nasib pribumi kian terpnggirkan. Inilah kondisi terkini yang dihadapi bangsa Indonesia.

Demi Ikut Aksi 212, Anugerah Merangkak Menuju Monas

Terkait Ahok yang telah ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama, pada suatu ketika Amien Rais mengatakan; “”Dia (Ahok) hanya menyembah konglomerat pemodal, orang kecil itu ditendang dan dihina. Dalam sejarah tidak ada orang sombong menang. Jadi kita sama-sama lawan dajal ini. Karena dia pro pemodal asing dan aseng,” kata Amien Rais, tempo.co, (18/9/2016).

Begitulah cara Amin Rais menjelaskan kepada bangsa ini tentang adanya pihak-pihak yang menjadi “pelayan” atas kepentingan asing. Adanya upaya “menjajah” bangsa Indonesia oleh pihak asing bahkan sampai pada tahap pengibaran bendera China di Maluku Utara yang semakin menegaskan adanya ancaman terhadap kedaulatan Republik Indonesia, (Sindonews, 28/11/2016).

Terkait dengan perintah agar umat Islam bersatu dalam surat Ali Imran ayat 103 di atas, Imam Al-Qurthubi menjelaskan tafsir ayat ini, “Sesungguhnya Allah Swt memerintahkan persatuan dan melarang dari perpecahan. Karena bahwasanya perpecahan merupakan kebinasaan dan persatuan (jama’ah) merupakan keselamatan.” (Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an 4/159). Pentingnya persatuan ini juga diterjemahkan Buya Hamka dalam lagu “Panggilan Jihad” yang menyerukan persatuan bagi para pemimpin Islam dimana pun berada.  Salah satu bait lirik lagu yang dikabarkan dahulu kerap diputar Radio Republik Indonesia (RRI) setiap kali santapan rohani usai shalat Subuh saat itu berbunyi: “Putera puteri Islam harapan agama. Majulah serentak genggamkan persatuan, kalam Tuhan Mari kita memuji mari kita memuja. Peganglah persatuan, kalam Tuhan.

Bait lainnya berbunyi: Kalam suci menyentuh kalbu berjuang. Maju serentak mencapai kemenangan. Untuk negara, bangsa dan keadilan, pangilan jihad hidupkan.

Pada bait lain berbunyi: “Kalam ilahi menutut persatuan, Perpecahan meruntuhkan  kekuatan, pertikaian menguntungkan musuh Tuhan. Hanya iman tauhid dapat menyatukan, tuntutan agama menjadi tujuan”. Akhir kita, harapan kita, di hadapan segudang tantangan yang dihadapi bangsa ini, semoga umat Islam terus bersatu. Wallahu a’lam bishshawab.*

Penulis adalah Sekjend PW Bakomubin Prov. Aceh. Mahasiswa Program Doktor UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aksi 212aksi bela Islamaksi bela quranAncaman AsingMonasMonumen NasionalPersatuan IslamUkhuwah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bahrain Eksekusi Tiga Aktivis Syiah karena Serang Polisi
Tulisan selanjutnya Dikunjungi MUI Jatim, KH Hasyim Muzadi Segera Pulang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?