Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Bersabar dan Bersyukur Atas Kesenangan dan Kesusahan

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 19 Januari 2017 10:10 10:10 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 19 Januari 2017 10:10
Bagikan
Bagikan

KEDUA nikmat tersebut membutuhkan kesabaran dan rasa syukur. Ada pun nikmat kesusahan, maka perlunya bersabar atas hal itu adalah sudah sangat jelas. Sedangkan nikmat kesenangan membutuhkan kesabaran dalam melakukan ketaatan di dalamnya, karena sesungguhnya ujian dengan kesenangan itu lebih berat dibanding ujian dengan kesusahan.

Sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang salaf, “Kami telah diuji dengan kesusahan tetapi kami mampu bersabar. Kami telah diuji dengan kesenangan ternyata kami tidak mampu bersabar.”

Dalam sebuah hadist Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda: “Aku berlindung kepada-Mu dari ujian kefakiran dan dari keburukan ujian kekayaan.”

Kefakiran akan memperbaiki keadaan banyak makhluk, sedangkan kekayaan tidak akan memperbaiki keadaan kecuali sangat sedikit dari mereka. Oleh karena itu, kebanyakan orang yang masuk ke dalam surga adalah orang-orang miskin, karena ujian kefakiran lebih ringan.

Kesenangan dan kesusahan, keduanya membutuhkan kesabaran dan rasa syukur. Akan tetapi, apa yang terdapat dalam kesenangan adalah kelezatan. Sedangkan yang terdapat dalam kesusahan adalah penderitaan. Pernyataan yang sudah populer adalah bersyukur ketika dalam keadaan senang dan bersabar dalam keadaan susah.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Dan apabila Kami berikan kepada manusia rahmat dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut darinya maka dia akan berputus asa dan tidak berterima kasih. Dan apabila kami berikan kesenangan setelah kesusahan yang menimpanya pastilah dia akan berkata, “Telah hilang bencana-bencana itu dariku.” Sesungguhnya dia sangat gembira dan bangga. Kecuali orang-orang yang bersabar dan melakukan amal salih, bagi mereka ampunan dan pahala yang sangat besar.” (Hud: 9-11).

Hal itu karena orang yang mendapatkan kesenangan membutuhkan rasa syukur, sedangkan orang yang mendapatkan kesusahan membutuhkan kesabaran. Dengan demikian, sesungguhnya kesabaran dan rasa syukur itu adalah wajib. Jika dia meninggalkannya maka dia patut mendapatkan sanksi.

Ada pun kesabaran orang yang mendapatkan kesenangan, maka kadang-kadang kesabaran itu adalah sunnah, jika hal itu merupakan karunia yang bersifat syahwat. Dan kadang-kadang juga hukumnya wajib. Tetapi, di samping harus menunjukkan rasa syukur yang merupakan kebaikan, dia juga harus meminta ampunan dari keburukannya.

Demikian pula, orang yang mendapatkan kesusahan, maka rasa syukur bukanlah sunnah baginya jika itu merupakan rasa syukur yang akan menjadikan dia sebagai bagian dari orang-orang sebelumnya yang telah mendekatkan diri kepada Allah. Kadang-kadang sedikitnya rasa syukur merupakan salah satu hal yang akan membuat dia mendapat ampunan, jika hal itu mendatangkan kesabaran. Sesungguhnya berkumpulnya rasa syukur dan kesabaran secara bersama-sama akan menjadikannya bersabar atas penderitaan tersebut dan bersyukur atas nikmat tersebut. Ini adalah keadaan yang sulit bagi kebanyakan manusia.

Yang dimaksud di sini bahwa Allah telah memberikan nikmat kepada mereka dengan semua itu, walaupun pada awalnya kenikmatan itu tidak nampak dalam pandangan sebagian manusia. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui. Semua yang diperbuat Allah adalah nikmat dari-Nya.*/Syaikh Ibn Taimiyyah, dari bukunya Misteri Kebaikan dan Keburukan.

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bersabarbersyukur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lima Pengelola Website Neo-Nazi Jerman Jadi Terdakwa Anggota Teroris Sayap Kanan
Tulisan selanjutnya Ketua BAZNAS: Tingkat Kelaparan Indonesia Termasuk Serius di Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?