Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Survei: Agama Penting Bagi Kehidupan Masyarakat Indonesia

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 Februari 2017 07:42 7:42 am
Ahmad
Dipublikasikan 1 Februari 2017 07:41
Bagikan
Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, di Kantor PBNU
Bagikan

Hidayatullah.com–Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Alava Research Center merilis survei terkait potret keberagaman Muslim di Indonesia.

CEO Alava Research Center, Hasanuddin Ali mengatakan, banyak perubahan demografi yang terjadi di Indonesia belakangan ini. Seperti, kelas menengah tumbuh menjadi paling banyak sebesar 62,8 persen, pertama kalinya jumlah lelaki lebih banyak, serta penduduk berusia milenial (20 sampai 39 tahun) yang menempati porsi terbanyak, sebesar 34 persen.

“Implikasinya wacana pemikiran dan ideologi semakin beragam. Serta pola pikir yang lebih rasional,” ujarnya di Kantor PBNU, Jakarta, Senin (30/01/2017).

Said Aqil: Orang yang Anggap FPI Bela Islam Pemahaman Islamnya Rendah

Beberapa poin dalam survei tersebut memaparkan, sebanyak 95,5 persen responden mengatakan agama berperan penting dalam kehidupan. Dengan rincian 53,9 persen menyebut penting sekali, 41,6 sangat penting, 3,3 persen agak penting, sisanya kurang penting dan tidak tahu.

Terkait frekuensi menghadiri acara keagamaan. Responden yang menghadiri acara keagamaan lebih dari seminggu sekali sebesar 5,7 persen, seminggu sekali 28,8 persen, dua kali sebulan 18,8 persen, sekali sebulan 15,2 persen, beberapa kali setahun 26,5 persen, tidak pernah 5,0 persen.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Untuk yang tidak pernah mengikuti acara keagamaan terbanyak terdapat pada usia 17-25 tahun dengan prosentase 13,6 persen. Sedangkan yang paling sering hadir yaitu pada usia 56-65 tahun sebanyak 8,7 persen,” kata Hasan.

Indonesia dan Kerukunan Antar Umat Beragama

Sementara untuk frekuensi Shalat 5 Waktu. Responden yang selalu lima waktu dan berjama’ah sebanyak 2,9 persen, selalu lima waktu dan kadang-kadang berjama’ah 22,0 persen, sering lima waktu dan sering berjama’ah 15,2 persen, sering lima waktu 41,8 persen, kadang-kadang lima waktu 17,1 persen, dan sama sekali tidak shalat 0,9 persen.

Hasan menjelaskan, survei tersebut dilakukan dengan metode tatap muka terhadap 1626 responden multi stage ramdom sampling dengan margin error sebesar 2,46 persen. Survei dilakukan selama rentang November hingga Desember 2016 terhadap usia 27 sampai 65 tahun di 34 provinsi seluruh Indonesia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agama dan kehidupanAlava Research CenterFPIkeberagaman Muslimkehidapan beragama di Indonesiakerukunan beragamaPBNUPengurus Besar Nahdlatul UlamaSurvei kehidupan beragama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berdayakan Klien, YPS Kunjungi Pro U Media Belajar Penerbitan
Tulisan selanjutnya Pemerintah Suriah Bantah Desas-Desus Bashar Assad Sakit

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?