Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Kiai Ma”ruf Amin, NU, dan Bela Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Februari 2017 15:56 3:56 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Februari 2017 15:56
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Oleh: Tony Rosyid

 

KETIKA awal membaca kabar bahwa Kiai Ma”ruf Amin dibidik ahok, umat serasa mendapat mukjizat. Kebenaran seolah menemukan puncak eskalasi yang selama ini diperjuangkan.

Kiai NU yg sekarang menjadi ketua MUI ini adalah icon Umat Islam. Kekuatan simbolnya melampui HRS dan sejumlah ulama yang selama ini mewakafkan diri mengambil resiko atas perjuangan bela Islam . Yg lbh menggembirakan bagi umat beliau adalah Kiai NU, ormas yang dikenal memiliki fanatisme dan militansi berorganisasi yang sangat kuat.

Dalam tradisi pemahaman NU seringkali terbaca sensifitasnya terhadap simbol, ajaran dan tokoh NU. Sejumlah kader militan NU yg semula tidak sejalan dengan HRS dan sdh jadi kebiasaan sikapnya senang membuat pilihan sendiri dan berada di luar barisan umat, akan bersedia masuk di barisan umat, bahkan mungkin akan berada di garis depan perjuangan ketika simbol NU atau prinsip dasar Nahdhiyin (NU) disentuh.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Aa Gym Sikap Ahok ‘Rendahkan’ KH Ma’ruf Amin

Bagi umat Islam, ini rahmat. Masuknya NU yg notabebe adalah ormas dengan jumlah massa terbesar di negeri ini dalam barisan Umat tidak hanya akan menyatukan Umat, tetapi juga akan menyempurnakan kekuatan gerakan Umat untuk melawan kezaliman rezim yg oleh banyak kalangan bawah dan menengah, diantaranya termasuk oleh presiden ke-enam Susilo B Yudhoyono (SBY) telah dianggap sangat meresahkan dan melampui batas.

Proses silent conflic antara rezim dengan sejumlah lawan politiknya telah memasuki babak baru dengan ditandai munculnya para tokoh-tokoh penting dan berpengaruh di negeri ini di posisi yang berlawanan secara terang-terangan.

Keresahan umat selama ini memanggil mereka yang semula untuk sekedar hadir sebagai penengah dan penasehat, namun belakangan kehadiran mereka direspon dan dicurigai secara berlebihan serta diposisikan sebagai pihak yang berseberangan.

GP Ansor Kalsel Siap Ambil Tindakan atas ‘Penghinaan’ Ahok terhadap KH Ma’ruf Amin

Kegalauan rezim yang teramat sensitif terhadap setiap kritik dan perbedaan justru telah mendorong terciptanya cluster politik di kubu lawan yang semakin membesar.

Serangan kepada Kiai Ma’ruf Amin oleh rezim yang diwakili ahok merupakan ekspresi kekhawatiran tingkat dewa dalam drama pengadilan yang mulai tak terkendali. Kesaksian Ketua MUI di pengadilan yang menegaskan adanya penistaan terhadap al-Quran dan ulama oleh ahok seolah menjadi kartu troop yang menentukan arah hakim membuat sebuah keputusan hukum.

Situasi ini mengingatkan kita pada sejarah awal Polri meminta dan menunggu Fatwa MUI untuk menentukan penilaian kasus ahok. Setelah Fatwa MUI keluar dan tidak sejalan dengan harapan sejumlah pihak, kemudian muncul pernyataan bahwa MUI menjadi sumber kegaduhan bangsa.

Nilai Ahok dan Pengacara Lecehkan Kiai Ma’ruf, Pelajar NU Siap Jihad

Pernyataan di atas memang sempat menimbulkan banyak protes, terutama dari kalangan muslim kelas menengah dan akademisi. Namun protes tersebut terlalu softly, karena MUI tidak memiliki massa pengikut fanatik, bahkan dalam beberapa hal sering diabaikan fatwa-fatwanya.

Berbeda dengan Kiai Ma’ruf Amin. Tokoh fenomenal ini meski dalam fatwa diposisikan sebagai tokoh MUI, namun dalam perseteruannya dengan Ahok, ia adalah icon NU karena posisinya sebagai Rois Aam NU. Merendahkan Kiai Ma’ruf Amin sama halnya dengan merendahkan NU.

Masuknya NU di dalam barisan Uma Bela Islam akan menjadi lokomotif gerakan yang merepresentasikan seluruh umat Islam yang menjadi warga negara terbesar di negeri ini.

Tidak ada lagi umat Islam yang tersisa di luar kecuali sejumlah kecil orang yang telah dicloning oleh kepentingannya.

Gerbong umat Islam setelah masuknya NU tidak berlebihan jika dipahami sebagai suara mayoritas rakyat yang mesti dipenuhi tuntutannya dalam sistem dan logika demokrasi. Jika suara mayoritas diabaikan atau malah ditekan, maka dalam perspektif sejarah akan potensial menjadi petaka revolusi.*/Depok, 1 Pebruari 2017

Mantan Pengurus IPNU dan Anggota LBM PBNU (2006-2007) sekarang dosen UIN Jakarta

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aa GymAbdullah GymnastiarahokAhok Ancam Laporkan KH Ma'ruf AminAksi BelaBasuki Tjahaja PurnamaGerakan Pemuda AnsorGP ansorIPNUKH ma'ruf AminMajelis Ulama IndonesiaMUINahdhatul UlamaNUpelecehan KH Ma’ruf AminPenghinaan KH Ma’ruf AminTim Pengacara Ahok
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Proses MUI Nyatakan Ahok Menghina Agama tidak Mendadak
Tulisan selanjutnya GP Anshor Tak Akan Tinggal Diam untuk Bela Kiai Ma’ruf

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?