Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Bagaimana Islamofobia dan Fakta ‘Alternatif’ Membentuk Pemerintah Donald Trump [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Februari 2017 19:11 7:11 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Februari 2017 13:40
Bagikan
facebook donald trump diblokir
Presiden AS terpilih dari Partai Republik, Donald Trump.
Bagikan

Oleh: Eli Clifton

PELARANGAN sementara Gedung Putih terhadap pengunjung dari tujuh negara mayoritas Muslim telah mencetus konflik konstitusional pertama di dalam pemerintahan Donald Trump selama akhir pekan ketika beberapa hakim federal memblokir sebagian perintah eksekutif tersebut.

Perhatian media sangat terfokus pada proses hukum yang sedang berjalan untuk melepaskan wisatawan dari tahanan di bandara di seluruh negeri dan mencegah deportasi.

Namun perihal tersebut menjadi kelayakan pengkajian ulang terhadap survei pendapat sangat tidak bermutu dan tidak ilmiah yang terinspirasi atas penargetan Trump untuk wisatawan Muslim.

Akar dari pelarangan Muslim kembali ke pelukannya dengan ketiadaan data Pew Research dan survei pendapat tanpa dasar ilmiah yang dilakukan oleh salah satu penasihat tertingginya (yang mengklaim bahwa dia menyebarkan “fakta alternatif”) dan ditugaskan oleh ahli teori konspirasi anti-Muslim terkenal adapun memiliki hubungan dekat dengan kepala strategi Trump, Steve Bannon.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Syeikh al Qardhawi: Kebijakan Donald Trump, Bentuk Permusuhan dan Rasisme

Kemarin, rupanya dalam menanggapi protes di seluruh AS, Trump mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bahwa perintah eksekutifnya disalahartikan sebagai larangan terhadap warga Muslim memasuki negara itu.

Dia berkata:

Menurut klaim, ini bukanlah larangan terhadap Muslim, sebagaimana media yang salah melaporkan. Ini bukan tentang agama –ini adalah tentang teror dan menjaga keamanan– negara AS.

Namun Trump secara eksplisit menyerukan “penutupan total dan sepenuhnya terhadap orang Muslim untuk memasuki negara Amerika Serikat sampai perwakilan negara kita dapat mengetahui apa yang sedang terjadi” pada tanggal 7 Desember 2015 lalu.

Dalam pernyataan tersebut, Trump mengutip dari survei pendapat oleh Pew Research dan Center for Security Policy (Pusat Kebijakan Keamanan) yang mendukung pernyataannya bahwa “ada kebencian yang besar terhadap Amerika oleh segmen yang luas dari populasi Muslim.”

Trump tidak mengarah kepada spesifik survei mana pendapat Pew Research itu, namun tidak satupun dari survei pendapat mereka mendukung kesimpulan itu.

Laporan dari Pew 2011 tentang warga Muslim Amerika menyimpulkan bahwa “tidak ada tanda-tanda pertumbuhan alienasi atau dukungan untuk ekstremis” dan menemukan bahwa hanya 21% dari warga Muslim Amerika mengatakan ada antara “banyak” (6%), atau “cukup” (15%) dukungan untuk ekstremis dalam komunitas mereka.

Studi ini juga menemukan bahwa warga Muslim Amerika secara garis besar merasa bahagia dengan kehidupan mereka di AS. Para penulis menyimpulkan:

[…] Warga Muslim Amerika belum merasa kehilangan kepercayaan terhadap negaranya. Mereka sangat puas dengan keadaan yang berjalan apa adanya dalam hidup mereka (82%) dan tetap menilai komunitas masyarakat mereka dengat sangat positif sebagai tempat untuk hidup (79% baik atau baik).

Larangan Baru Donald Trump Picu Demonstrasi, Sejumlah Orang Shalat di Bandara Amerika

Tanggapan untuk Trump

Wakil presiden Pew untuk strategi global, James Bell, menanggapi pernyataan Trump, dengan mengatakan, “Pernyataan yang dirilis oleh kampanye Bapak Trump tidak memberi data spesifik yang dapat dijadikan acuan, jadi kami tidak bisa mengidentifikasi laporan yang ia referensikan.”

Meskipun penelitian Pew yang dikutip oleh Trump tidak ada, Pusat Kebijakan Keamanan tentu sebaliknya. Tapi asal dan metode survei pendapat merupakan tersangka utama.

Survei pendapat, menurut pernyataan Donald Trump, menunjukkan bahwa: “25% dari mereka yang disurvei setuju bahwa kekerasan terhadap warga Amerika di Amerika Serikat dibenarkan sebagai bagian dari jihad global” dan 51% dari mereka yang disurvei, “sepakat bahwa Muslim di Amerika harus memiliki pilihan yang diatur menurut Syariah. ”

BKSAP: Kebijakan Presiden Trump Meresahkan

Survei pendapat tersebut merupakan survei online opt-in atau survei dengan persetujuan sebelumnya dari orang-orang yang ingin menanggapi pertanyaan secara online –survei online opt in adalah survei internet dimana sampel populasi didapat dari orang-orang yang memang sedang atau kebetulan berselancar di situs tersebut dan setuju untuk menanggapinya- yang sangat tidak ilmiah dari 600 warga Muslim, faktanya bahwa Pusat Kebijakan Keamanan pada awalnya tidak mengungkapkan.*

Penulis pernah menjadi wartawan Independent News Network, ThinkProgress, dan Inter Press Service (IPS). Artikel dari laman lobelog.com diterjemahkan Ummu Qudsy

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anti trumpDonald TrumpEli CliftonGedung PutihimigrasiislamofobiaJames Bellkebijakan baru Donald TrumpMuslim di ASPresiden Amerika Serikatsurveiwarga Amerika Serikat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI: KH Ma’ruf Amin telah Diperlakukan tak Santun oleh Pihak Ahok
Tulisan selanjutnya Kampus-kampus AS Adakan “Hari Hijab Sedunia”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?