Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Amalan Lisan Berlimpah Berkah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2021 08:37 8:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Mei 2021 10:45
Bagikan
Berdzikir selepas Subuh/ilustrasi.
Bagikan

Hidayatullah.com | DALAM banyak hadits khususnya yang berbicara tentang keutamaan sebuah amal, Rasulullah Muhammad ﷺ banyak memberikan motivasi kepada umatnya. Termasuk amalan lisan selama hidup di dunia.

Banyak sekali amalan-amalan yang sesungguhnya sangat ringan jika dikerjakan seorang muslim. Namun, berlimpah berkah, berlimpah balasan, berlimpah kebaikan di dalamnya. Inilah wujud kasih sayang Allah ta’ala kepada hamba-Nya, serta kecintaan Nabi Muhammad ﷺ kepada umatnya. Maka, bersyukurlah.

Kabar gembira tersebut, akan banyak dijumpai dalam kitab-kitab bertemakan fadhail ‘amal. Sebagai contoh, Atsar min Alfi Thariq ilaa al-Jannah karya Amin Al-Anshari, Alfu Hasanatin wa Hasanatin fil Yaumi wal Lailati karya Majdi Fathi Ali Kahil, Fadhilah Amal karya Ubaid Al-Sindy dan sebagainya. Di dalamnya akan ditemukan banyak amalan-amalan “kecil” namun besar kebaikan yang didapat tatkala mengamalkannya. Di antara amalan tersebut adalah dzikir lisan.

Baca: 20 Fadhilah dan Keutamaan Dzikir (1)

Dzikir secara bahasa adalah mengingat. Secara istilah ada yang mengatakan dzikir adalah segala sesuatu, baik fikiran, hati, ucapan dan perbuatan yang semata terpaut (mengingat) kepada Allah ta’ala. Sehingga kemudian ada yang menyebut dengan istilah, dzikir hati, dzikir lisan dan dzikir perbuatan.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Berbicara tentang dzikir lisan, banyak keutamaan-keutamaan di dalamnya. Antara lain dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, berkata, “Suatu hari Rasulullah ﷺ melewati sebuah gunung yang disebut dengan gunung Jamadan, kemudian beliau berkata, “Akan melihat gunung ini ‘sabaqal mufradun’.”Kemudian mereka bertanya, “Apa yang dimaksud dengan al-Mufradun, wahai Rasulullah?” Ia berkata, “Mereka adalah orang-orang yang banyak dzikir kepada Allah.” (HR: Muslim no. 2676).

قَالَ رَسُوْلُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ، إِذَا ذَكَرَنِي، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ، ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ، بِشِبْرٍ، تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا، تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا، وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي، أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً. (صحيح البخاري) وَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا مَعَ عَبْدِي حَيْثُمَا ذَكَرَنِي وَتَحَرَّكَتْ بِي شَفَتَاهُ (صحيح البخاري)

Sabda Rasulullah ﷺ bersabda: “Dia Allah berfirman: “Aku bersama prasangka hambaKu, dan Aku Bersamanya ketika ia mengingatKu, jika ia mengingat/menyebutku dalam kesendirian, maka Aku Mengingatnya dalam DzatKu, jika ia mengingatKu, ditempat yang ramai, maka Aku mengingatnya ditempat yang lebih ramai (para malaikat-malaikat suci).” (Shahih Bukhari)

***

Maka, merugi jika lisan yang Allah ta’ala sudah anugerahkan kepada hamba-Nya kemudian hanya menjadi hiasan, bahkan banyak mengeluarkan kesia-siaan tanpa keluar darinya kebaikan-kebaikan. Untuk itu, di tengah hiruk-pikuk kehidupan ini, serta kesibukan yang mewarnainya, jangan lupa isi waktu yang berharga ini dengan kebaikan, salah satunya dzikir lisan.

Saat berkendara, gunakan momen sepanjang perjalanan untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran yang telah di hafal. Karena membaca ayat suci Al-Quran adalah bagian dari dzikir lisan. Kemudian secara bergantian diselingi dengan kalimah-kalimah thayyibah. Selain itu, tatkala dalam kesendirian dan tidak ada aktivitas yang hendak diselesaikan, buka mushaf Al-Quran, lalu baca dengan menikmati setiap huruf, kata, kalimat dan makna yang keluar dari lisan. Pautkan hati kepada-Nya semata, ikat fikiran agar fokus menginat-Nya semata. Maka, ketenangan dan kesejukan jiwa dalam limpahan berkah-Nya akan menutupi keluh-kesah yang ada. Yakinlah.

Baca: 20 Fadhilah dan Keutamaan Dzikir (2)

Sekali lagi, juga sejenak diselingi dengan lantunan kalimah-kalimah thayyibah, dengan mengerahkan segenap jiwa, hati serta akal fikiran hanya untuk mengingat-Nya, bukan yang lain. Basahi pipi-pipi ini, dengan tetesan bulir-bulir air mata, karena dosa-dosa yang telah diperbuat. Tertunduk dalam kekhusyu’an memohon kebaikan kepada-Nya, agar menjadi hamba yang layak dan pantas bersua dengan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam di syurga kelak. Juga bersama orang-orang yang dikasihi.

***

Laa ilaaha illallah, Alhamdulillah

Rasulullah ﷺ bersabda, “Seutama-utama dzikir adalah Laa ilaaha illallah dan sebaik-baik doa adalah alhamdulllah.” (Shahihul Jami’ no. 1104)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling bahagia dengan syafaatmu pada hari kiamat?” Kemudian Rasulullah menjawab, “Aku sudah menduga bahwa tidak ada seorang pun yang paling awal bertanya tentang hal ini kecuali engkau, wahai Abu Hurairah. Sebab aku tahu engkau adalah orang yang paling haus tentang hadits. Orang yang paling bahagia dengan syafaatku di hari Kiamat adalah dia yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan sepenuh keikhlasan dari dalam hatinya atau dalam jiwanya.” (HR. Bukhari no. 99)

Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, lahu al-mulku wa lahu al-hamdu wa huwa ‘ala kulli syaiin qadiir

Dari Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa mengucapkan tidak ada ilah yang haq selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu sepuluh kali, maka dia seperti membebaskan empat budak dari keturunan Ismail.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca: Berdoa Selama 20 Tahun, Belum Dikabulkan tapi Tak Putus Asa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa mengucapkan tidak ada ilah yang haq selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu dalam seratus kali, maka baginya setara dengan membebaskan sepuluh budak, ditulis untuknya seratus kebaikan, dihapuskan darinya seratus kejelakan, dan ia mendapat perlindungan dari syaitan pada hari itu hingga sore. Dan tidak ada seorang pun membawa yang lebih utama dari yang ia kerjakan, kecuali orang yang mau beramal lebih dari itu.” (HR: Bukhari dan Muslim)

Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, lahu al-mulku wa lahu al-hamdu wa huwa ‘ala kulli syaiin qadiir

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang bertasbih kepada Allah (setiap) setelah shalat 33 kali, memuji Allah 33 kali, mengagungkan Allah 33 kali. Maka jumlah tersebut ada 99, dan beliau berkata, sempurnakan menjadi 100 kali (dengan membaca) tidak ada ilah yang haq selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu, dihapuskan kesalahan-kesalahannya meski sebanyak buih di lautan (ghufirat khatayahu wa in kaanat mitslu zabadil bahri).” (HR: Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Ada orang-orang miskin datang menghadap Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka berkata, orang-orang yang kaya itu pergi membawa derajat yang tinggi dan kenikmatan yang kekal. Mereka shalat sebagaimana kami shalat. Mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Namun mereka memiliki kelebihan harta sehingga bisa berhaji, berumrah, berjihad serta bersedekah. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Maukah kalian aku ajarkan suatu amalan yang dengan amalan tersebut kalian akan mengejar orang yang mendahului kalian dan dengannya dapat terdepan dari orang yang setelah kalian. Dan tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada kalian, kecuali orang yang melakukan hal yang sama seperti kalian lakukan. Kalian bertasbih, bertahmid dan bertakbir di setiap akhir shalat sebanyak 33 kali.” Kami pun berselisih. Sebagian kami bertasbih 33 kali, bertahmid 33 kali, bertakbir 34 kali. Aku pun kembali padanya. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ucapkahlah subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar, sampai tida puluh kali.” (HR. Bukhari no. 843)

Subhanallah wabihamdihi

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa mengucapkan mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya dalam sehari seratus kali, dihapuskan kesalahan-kesalahannya meski sebanyak buih di lautan (ghufirat khatayahu wa in kaanat mitslu zabadil bahri).” (HR. Muslim no. 2691)

Baca: Dzikir Obat Gila

Subhanallah wabihamdihi, Subhanallahil ‘azhim

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda;

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

“Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan dan dicintai Ar-Rahman: maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, maha suci Allah yang maha agung.” (HR:Bukhari dan Muslim)

Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallahu wallahu akbar

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Sungguh aku mengucapkan subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallahu wallahu akbar lebih aku sukai dari segala yang matahari terbit di atasnya (ahabbu ilayya mimmaa thala’at ‘alaihi asy-syams).” (HR. Muslim no. 26 95)

Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallahu wallahu akbar, wa laa haula walaa quwwata illa billah

Dari ‘Abdullah bin ‘Amru radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak ada di atas muka bumi seorang pun yang mengucapkan subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallahu wallahu akbar, wa laa haula walaa quwwata illa billah melainkan diampuni dosa-dosanya meski sebanyak buih lautan (kaffarat ‘anhu khatayahu wa law kaanat mitslu zabadil bahri).” (HR: At-Tirmidzi).

Baca: Biasakanlah Dzikir, Karena Dzikir Itu adalah “Obat”

Laa haula wala quwwata illa billah

Abu Musa radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ berkata kepadanya sebagai berikut, “Ucapkanlah, Laa haula wala quwwata illa billah atau tiada daya dan kekuatan kecuali karena Allah. Karena ia adalah sebagian dari harta karun Syurga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

***

Semoga kita semua termasuk hamba-Nya yang beruntung, kelak dapat berjumpa dengan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, serta berkumpul bersama dengan orang-orang yang kita kasihi di syurga-Nya. Aamiin.*/Abu Sulthan. Twitter: @lutfisarif

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Allahu AkbarAmalan Lisandoadzikirkajian islamLaa ilaaha illallahmengingat AllahSubhanallahzikir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pembatasan Covid 19 Pemerintah Memperluas Pembatasan Kegiatan Masyarakat Hingga 30 Provinsi
Tulisan selanjutnya ruu perlindungan agama Temui Prabowo di DPP Gerindra, PKS Ajak Dukung RUU Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol Agama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?