Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Ketika Diplomat Saudi Diarak “Tentara Papua” di Bekasi [1]

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 28 Februari 2017 10:30 10:30 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 28 Februari 2017 09:40
Bagikan
antri Nuu Waar berpidato berbahasa Arab di depan Syeikh Osamah
Bagikan

“TALA ‘al-Badru’ Alayna, Min tsanīyāti al-wadā‘, Wajab al-shukru ‘alaynā, Mā da‘ā lillāhi dā‘….”

Petikan lirik yang dilantunkan kaum Anshar penduduk Yastrib (Madinah) saat menyambut kedatangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dari Kota Makkah itu kembali dilantunkan.

Kali ini, 14 abad lebih pasca masa hijrah Nabi Muhammad, nasyid itu dilantunkan untuk menyambut sosok lain yang sama-sama dari tanah Arab.

Matahari masih naik sepenggalah di langit Kampung Bunut, Desa Tamansari. Saat keheningan pagi dipecahkan oleh lantunan shalawat, nasyid, dan tabuhan rebana dari 20-an pria di sebuah pelataran.

Sementara, di sebuah aula besar dekat situ, sekitar 500 orang berpeci dan berjilbab sudah berkumpul sedari tadi. Mereka semua adalah para santri-santriwati Pondok Pesantren Nuu Waar.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Baca: Kedubes Saudi-AFKN Kuliahkan 63 Putra-putri Papua di LIPIA Aceh dan Jakarta

Di aula pesantren yang didirikan Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) ini, sesaat lagi digelar acara Pelepasan Santri LIPIA asal Nuu Waar oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syeikh Osamah bin Muhammed Al-Shuibi. Syeikh inilah sosok yang tengah disambut oleh para santri tersebut.

Nuu Waar merupakan nama lain Irian Jaya. Tapi acara tersebut bukan berlangsung di tanah Papua, melainkan di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, lokasi pesantren ini berada.

Mobil Diplomat ‘Berlumpuran’

Ahad (26/02/2017) itu, lantunan shalawat, nasyid, dan tabuhan rebana terus bergema, saat Dubes Saudi Syeikh Osamah mulai memasuki kompleks pendidikan khusus putra-putri asal Papua itu.

Akses jalan pesantren yang berada di kawasan perkampungan dan persawahan ini sebagian masih berupa tanah lihat. Hujan yang kerap turun membuat jalanan jadi becek berlumpur.

Tak pelak, saat kendaraan sang diplomat memasuki area pesantren sekitar pukul 08.00 WIB, keempat ban mobil sedan hitam Mercedes Benz yang ditumpanginya berkubang lumpur. Karena jalanan licin, sedan bernomor polisi CD 27 01 itu berkali-kali “terpeleset” alias jalan di tempat.

Melihat itu, sepasukan pria berseragam loreng khas tentara Arab Saudi sudah sigap, tampak bersedia mendorong sedan tersebut jika diperlukan.

Santri Nuu Waar oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syeikh Osamah bin Muhammed Al-Shuibi [Foto Zainal/hidayatullah]
Rupanya, pengamatan hidayatullah.com Syeikh Osamah memilih berpindah ke mobil lain serombongannya yang berukuran lebih besar. Mobil berplat kepolisian ini lantas membawa Syeikh Osamah, melintasi area becek dan licin menuju gedung penyambutan tamu.

Di depan kantor pesantren, Syeikh Osamah baru saja menurunkan kaki kanannya dari mobil dan menyentuh lantai paving blok. Diplomat berjanggut putih itu langsung disambut uluran tangan Ustadz Fadlan Garamatan, pendiri AFKN, beserta sejumlah tokoh masyarakat Setu.

Senyum, salam, sapa, rangkulan hangat, serta cium pipi kanan-kiri langsung terjalin antara tuan rumah dan tetamu. Sementara suara rebana, shalawat, dan nasyid Arab melengkapi suasana penuh ukhuwah itu.

Baca: Di PLN Pusat, Empat Remaja Asmat Bersyahadat

Ada penyambutan spesial yang mungkin baru dirasakan sang syeikh. Tak sampai semenit seturunnya dari mobil, Syeikh Osamah langsung ditawari untuk menaiki sebuah “singgasana” yang sedari tadi dipersiapkan. Ini tak lain sebuah kursi empuk berkayu ukiran yang dipasangkan khusus di atas balok-balok penandu.

Ya! Syeikh Osamah diminta duduk di kursi oleh Ustadz Fadlan untuk diarak menuju aula acara. Yang diminta menolak halus. “La! La!” suara penolakan yang sempat terdengar dari mulut syeikh. Ustadz Fadlan bersikukuh. Syeikh Osamah pun begitu.

Namun akhirnya, setelah terus dirayu, Sang Dubes memenuhi permintaan tuan rumah. Ia pun duduk di atas kursi. Setelah dikomando, para pria berseragam “tentara Saudi” yang sudah siap dari tadi perlahan mengangkat ramai-ramai tubuh Syeikh Osamah.

Arak-arakan pun dimulai. Lantunan nasyid, shalawat, dan tabuhan rebana nyaris tak henti mendayu-dayu. Syeikh Osamah diarak melewati jalan setapak paving blok dan keramik sejauh sekitar 50 meter ke aula acara. Para “tentara” terlihat gagah dan bangga membawa sang diplomat dengan panggulan balok di bahu masing-masing. Tim rebana tak kalah semangatnya.

“Ahlan wa sahlan bikhudurikum (selamat datang atas kehadiranmu. Red), Assalamu’alaikum… Inilah kami anak-anak Nuu Waar…” demikian lagu para santri asli Papua itu bersahut-sahutan dengan tabuhan rebana.

Sementara Syeikh Osamah, yang hadir mengenakan serban dan jubah panjang putih-putih, kontras dengan ikat kepala dan kacamata hitamnya, tampak duduk anteng memegang kedua sisi kursi. Raut wajahnya yang datar menandakan ia merasa tenang atau mungkin malah tegang.

Arak-arakan itu berlangsung sekitar 4 menit. Begitu tiba di depan panggung acara, Ustadz Fadlan lantas memakaikan bisht atau aba –jubah berukuran panjang– berwarna gelap kepada Sang Dubes.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AFKNAl-Fatih Kaaffah Nusantaradakwah di PapuaDuta Besar Arab Saudi untuk IndonesiaFadlan GaramatanIslam di PapuaLIPIAMuslim PapuaPapuaSantri Pondok Pesantren Nuu WaarSyeikh Osamah bin Muhammed Al-Shuibi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tim Advokasi GNPF Heran Pasal yang Dituduhkan Kepada Ulama Tidak Jelas
Tulisan selanjutnya Aktivis Dakwah Harus Siap Melawan Narkoba

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?