Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Bermunajad, Adalah Senjata Utamaku

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Maret 2017 11:46 11:46 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Maret 2017 11:46
Bagikan
Bagikan

GELISAH dan resah, itulah perasaan yang menyertai batinku ketika aku tamat SMA. Saat duduk di bangku sekolah dasar aku bercita-cita ingin menjadi guru. Sempat membayangkan, tamat SMA aku ingin melanjutkan di Fakultas Pendidikan. Sayang, finansial keluargaku tak mendukung. Sehingga, impian melanjutkan kuliah aku urungkan.

Hari-hariku selalu kugunakan bermunajad kepada Allah Subhanahu Wata’ala agar memudahkan bagiku untuk memperoleh pekerjaan.

Menapaki Kemandirian Hidup

Alhamdulillah, rupanya Allah Subhanahu Wata’ala segera mengabulkan munajatku. Suatu hari ada seorang pedagang yang menawariku untuk membantu menjaga tokonya. Aku bertugas menjajakan jam tangan dengan berbagai asesorisnya dengan  gajinya hanya Rp 5.000 sehari.

Sambil bekerja, saya juga belajar agama bersama teman-teman pedagang yang ada di pasar. Setelah berjalan sekitar sebelas bulan, aku mulai berpikiran untuk mencari pekerjaan baru.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Baca:  Tujuh Rahasia Dikabulkannya Doa Kita

Saya pun memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan itu. Aku pergi ke Semarang untuk kursus montir selama tiga bulan. Rupanya Allah berkehendak lain, kursus yang aku jalani justru tak mengantarku  menekuni dunia perbengkelan. Sebab, aku mulai kurang nyaman bergaul dengan mesin, oli beserta tetek-bengeknya. Akhirnya aku mencoba melamar pekerjaan di perusahaan mebel yang kebetulan berada di dekat tempat kursus. Alhamdulillah, saya diterima.

Mulailah saya bekerja sebagai pengamplas (penghalus) kayu sebelum dipelitur. Setelah sekian lama bekerja di permebelan, hati rupanya mulai gelisah. Pergaulannya di tempat kerja kurang bagus. Sehari-hari selalu di jejali suara musik. Dari pagi sampai malam, bahkan sampai pagi lagi.

Dalam kegalauan itu, akupun mengadu kepada-Nya.  Usai shalat Tahajud aku bermunajad; “Ya Allah, jikalau bekerja di sini kurang baik bagi agama, dunia dan akhirat saya, maka berilah kami kemudahan untuk memperoleh pekerjaan selain di sini. Ya Allah, jikalau kuliah itu baik bagi saya, karuniakan kepada kami rezeqi, sehingga dengannya kami bisa kuliah. Berilah kemudahan dalam urusanku ini.”

Hidayah Allah Menyapa

Waktu pun terus berjalan. Teringatlah saya dengan seorang kawan yang pernah mendatangiku saat kerja di toko dulu. Dia menginformasikan, bahwa di Surabaya ada sekolah tinggi yang memberikan jaminan bea siswa bagi mahasiswa yang lulus tes.Bahkan setelah lulus, alumninya ditempatkan kerja. Hatiku begitu bahagia. Sepertinya inilah secercah harapan bagi saya untuk bisa kuliah.

Sebelum aku kerja, sahabatku ini  telah lebih dulu kuliah di sana. Dia pula yang begitu antusias mengajakku kuliah di Surabaya. Namun, saat itu saya masih ragu. Sehingga saya pun belum mau untuk ke sana.

Dengan berbekal restu orangtua, aku akhirnya mendaftar kuliah gratis untuk pemuda yang siap ditugaskan menjadi dai-dai di pedalaman ke Surabaya. Tepatnya di Sekolah Tinggi Agama Islam Luqmanul Hakim (STAIL).

Baca:  Berdoalah dengan Berendah Diri dan Lembut

Awalnya orangtuaku ragu akan rencanku ini. Dalam pandangannya, bicara kuliah maka sangat terkait dengan dana yang besar yang untuk ukuran ekonomi keluargaku terasa berat. Aku terus memahamkan dan meyakinkannya, bahwa sekolah tinggi yang hendak saya tuju memberikan bea siswa. Maka, orangtuaku pun merestui. Segera bertolaklah saya ke Surabaya untuk mendaftar.

Kemudahan Terus Menghampiri

Sambil menunggu tes aku terus bermunajat. Setiap usai shalat tahajud aku berdoa;

“Ya Allah, jikalau belajar di sekolah tinggi ini baik bagi agama, dunia dan akhirat saya, maka mudahkanlah saya untuk masuk ke dalamnya. Mudahkanlah saya dalam tes nantinya. Dan jadikanlah saya termasuk calon mahasiswa yang lulus tes “, munajadku di keheningan malam.

Alhamdulillah, ketika pengumuman saya lulus. Saya pun memutuskan untuk mengambil jurusan tarbiyah sesuai dengan minat saya. Akhirnya harapan saya untuk bisa kuliah kini telah terpenuhi. Selama kuliah, saya senantiasa melibatkan-Nya di setiap ada kesulitan yang menghadang. Dan sebuah kesyukuran, setiap masalah yang menghampiri selalu ada kemudahan dari-Nya. Selalu ada cara dan kemuduahan yang diberikan Allah kepadaku.

Baca:  9 Tahun Berkarir, Kini Aku Bahagia jadi Ibu Rumah Tangga

Akhirnya berkat pertolongan-Nya, aku mampu menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana. Betapa harunya hatiku ketika diwisuda dengan gelar Sarjana Pendidikan Islam (SPI).

Kini doa itu sudah terkabulkan. Kami dikumpulkan dengan orang-orang baik, berjibaku dalam dakwah. Syukurku kepada-Mu Ya Allah, Engkau telah berkenan menjawab semua Munajatku.*/Dikisahkan oleh Masrokan, kini bertugas dakwah di Kendari. Redaksi menerima kisah-kisah inspiratif agar jadi pelajaran bagi yang lain

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:daidakwahdakwah pedalamandoahidayahmunajadSekolah Tinggi Agama Islam Luqmanul Hakimstailtahajjudtahajud
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masjid Beyazid, Warisan Sejarah Berusia 600 Tahun Era Ottoman Terbakar
Tulisan selanjutnya Pemuda Muhammadiyah Tagih KPK Usut Uang Pemberian Densus 88 pada Istri Siyono

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?