Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Din Syamsuddin Nilai Pentingnya Islamisasi Sains

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Maret 2017 07:45 7:45 am
Ahmad
Dipublikasikan 24 Maret 2017 07:45
Bagikan
Prof Dr Din Syamsuddin
Bagikan

Hidayatullah.com—Mantan Pinpinam Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan pentingnya Islamisasi sains agar ilmu-ilmu pengetahuan lebih mengorientasikan diri kepada nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terkandung dalam Al-Quran, misalnyai nilai-nilai keadilan dan kebajikan terhadap sesama manusia.

“Khususnya ilmu-ilmu sosial yang seharusnya menekankan pada nilai-nilai humanisme. Islam menebarkan pesan rahmatan lil alamin, membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua manusia,” kata Din pada International Conference on Islamic Humanities yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka di Jakarta, Antaranews, Kamis, (23/03/2017).

Menurut Din, ilmu-ilmu sosial sekarang ini justru mengajarkan hal yang tidak seiring dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti ilmu ekonomi yang praktiknya justru mempertajam kesenjangan sosial, atau ilmu politik yang mendorong pada kekuasaan.

Baca: Prof Wan Mohd Nor Wan Daud: “Islamisasi Ilmu Tidak Berarti Anti Barat”

Demikian pula ilmu-ilmu alam, karena banyak teknologi yang ternyata digunakan untuk membunuh manusia lain, dan merusak alam, ujar mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.

Namun demikian, lanjut dia, bukan berarti ilmu-ilmu pengetahuan sudah gagal karena sains bisa diintegrasikan dengan nilai-nilai humanis dengan mengintegrasikannya dengan nilai-nilai keagamaan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sementara itu, Wakil Rektor Uhamka Gunawan Suryoputro pada konferensi yang dihadiri sejumlah perwakilan dari Malaysia, Thailand, Srilanka dan Inggris itu mengatakan, dalam ajaran Islam tidak ada dikotomi antara ilmu pengetahuan dan agama.

Baca: Penting Bagi Masyarakat Memahami Sejarah Islamisasi Di Nusantara

“Tapi kecenderungan ilmu-ilmu pengetahuan yang berkembang di dunia selama ini telah memisahkan antara sains dan agama. Sekarang kita sudah semakin sadar bahwa ini tidak bisa dipisahkan. Kami sedang mengkaji lagi perlunya mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam ilmu pengetahuan,” katanya.

Ia mengatakan, Uhamka sudah menggunakan kurikulum yang mengintegrasikan antara ilmu pengetahuan dan agama, misalnya di Fakultas Psikologi.

“Jadi mahasiswa tidak hanya diajarkan teori psikologi dari Barat, tapi juga mengkaji psikologi dari perspektif Al-Quran. Ternyata ada titik temu antara ilmu-ilmu sosial dengan ilmu keislaman,” katanya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Din Syamsuddinhumanismilmu sosialilmu-ilmu pengetahuanislamisasiislamisasi sainskeadilanKemanusiaankesejahteraan manusiaMuhammadiyahnusantaraPP Muhammadiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kak Seto Seru Orang Tua Berlomba dengan Predator Seksual Beri Perhatian Anak
Tulisan selanjutnya 8 Orang Ditangkap atas Serangan London, Pelaku Dipercayai Bertindak Pribadi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?