Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Prof Wan Mohd Nor Wan Daud: “Islamisasi Ilmu Tidak Berarti Anti Barat”

Bambang S
Terakhir diupdate: 10 Desember 2015 16:29 4:29 pm
Bambang S
Dipublikasikan 10 Desember 2015 17:10
Bagikan
Prof Dr Wan Mohd Nor Wan Daud
Bagikan

Hidayatullah.com–Apakah yang dimaksud Islamisasi ilmu dan bagaimana langkah-langkahnya? Dan juga apakah Islamisasi ilmu itu berarti anti Barat? Berikut ini jawaban Prof Wan Mohd Nor Wan Daud.

Gerakan Islamisasi ilmu memantik kontroversi sejak dipopulerkan hingga saat ini. Bahkan sebagian orang takut dengan gerakan ini. Bisa Anda jelaskan?

Kontroversi muncul karena orang salah memandang konsep Islamisasi dan ilmu. Mereka menganggap ilmu itu netral. Malah, ada yang mengatakan ilmu itu bebas nilai. Ilmu, bagi mereka, tidak terkait dengan nilai seorang ilmuwan atau masyarakat.

Sebab kedua, Islamisasi ilmu kebanyakan dikaitkan dengan politik. Misalnya dengan berdirinya partai politik, bank, institusi pendidikan, dan sebagainya.

Pandangan ilmu itu netral sangat luas. Apa salahnya?

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Ilmu adalah anugerah kepada makhluk-Nya. Karena itu, ilmu itu adalah kebenaran. Dari sudut pandang ini, ilmu tak lagi harus di-Islamisasi.

Masalahnya, seseorang akan meletakkan kebenaran itu dalam pandangan alamnya (worldviewnya) dengan menafsirkan dan menguraikannya. Proses penguraian dan panafsiran “kebenaran” ini, disamping bergantung kepada pandangan alamnya, juga bergantung kepada akhlaknya. Jika dia ikhlas dan berani, ia akan menyatakan kebenaran yang dimilikinya. Jika tidak, ia akan menutupnya. Bahkan akan menyatakan sebaliknya atau mencampuradukkan dengan kebatilan. Makna yang diutarakan tidak lagi ilmu atau kebenaran, tetapi menayangkan nilai-nilai pribadi, akhlak dan lingkungannya.

Salah satu tahap menuju Islamisasi ilmu adalah dewesterisasi. Apakah Islamisasi itu berarti anti Barat?

Sejak beberapa abad ke belakang, Barat telah berjaya menyebarkan pandangan  serta pengalaman sejarahnya. Bukan saja kepada umat Islam, melainkan kepada seluruh masyarakat di dunia. Malah, hampir semua agama besar dunia, termasuk Hindu dan Budha, telah mengalami proses kebaratan, utamanya sekulerisasi dan humanisasi.

Masalahnya, peradaban Barat bersumber dari ajaran Nasrani, Yahudi dan filsafat Yahudi. Al Attas selalu menegaskan, ajaran-ajaran al-Qur’an telah menolak gagasan akidah Yahudi, Nasrani dan konsepsi kosmologi Yunani kuno.

Islamisasi ilmu bukan bermaksud anti Barat dalam bentuk permusuhan dan kebencian. Ia lebih bersifat pemahaman mendalam tentang aspek-aspek serta metodologi keilmuan, keagamaan, sejarah, kebudayaan, filsafat, nilai, akhlak dan perundangan Barat. Yang baik dan tidak bertentangan dengan Islam harus dimanfaatkan. Yang bertentangan harus dibuang.

Masyarakat non-Islam sendiri tidak perlu khawatir dengan Islamisasi ilmu, begitu?

Kalau Islamisasi berjalan baik, semua umat apa pun agamanya akan mendukung. Jika Islamisasi sukses, akan menjamin umat Islam lebih berakhlak dan akan lebih menjamin hak-hak ekonomi serta politik semua umat, termasuk non-Muslim.

Bagaimana mengaplikasikan Islamisasi ilmu, apa harus membuat kurikulum khusus di sekolah?

Dari sejarah Islam dan sejarah pengislaman semua daerah di mana Islam menjadi dominan, Islamisasi berjalan melalui pendidikan berkualitas dari tokoh ilmuwan berwibawa yang mengajar dan mengamalkan ilmunya dengan tegas, bijaksana dan sederhana.

Jadi untuk mengaplikasikan Islamisasi ilmu, pertama, memerlukan individu berwibawa dengan jumlah yang memadai.

Kedua, mewujudkan institusi pendidikan resmi seperi sekolah, universitas dan yang tidak resmi seperti media massa, masjid dan institusi latihan professional yang lain.

Ketiga, program pendidikan baik secara langsung atau tidak langsung. Kurikulum khusus hanyalah refleksi kepada keperluan para pelajar dan masyarakat setempat serta bersifat fleksibel dan kreatif. Kurikulum yang baik tidak identik dengan banyaknya jumlah mata pelajaran keagamaan.

Apakah Islamisasi ilmu akan berakhir dengan pembentukan negara Islam?

Tujuan Islamisasi ilmu adalah melahirkan manusia yang berakhlak mulia dan sempurna adabnya dalam semua segi kehidupannya serta menjadi rahmat bagi semua di alam maya ini.

Islam adalah agama yang bersifat kemasyarakatan. Maka Islamisasi memerlukan pertumbuhan kehidupan bermasyarakat dengan semua institusinya. Setiap organisasi dan institusi masyarakat Islam memerlukan kepemimpinan yang berintegritas dan efektif.

Jika masyarakat Islam itu punya pengaruh luas sehingga berjaya menubuh sebuah negara, ianya terjadi sebagai sebuah proses pengembangan kehidupan manusia melalui perubahan worldview, ilmu, akhlak dalam arti yang luas.* (Bersambung)

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ilmuislamisasiProf Wan Mohd Nor Wan Daud
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wahai Ibu, Pulanglah [1]
Tulisan selanjutnya Disambut Hangat, Khaled Misy’al Akan Mengisi Ceramah di Malaysia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Berita
3 September 2026 15:08
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?