Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Minta Maaf, “Radar Sukabumi” Klaim Ilustrasinya Berdasarkan Fakta Jurnalistik

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 10 Mei 2017 20:11 8:11 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 10 Mei 2017 20:00
Bagikan
Ilustrasi koran Radar Sukabumi bergambar 'garuda sobek bendera tauhid' yang kontroversial terbitan Selasa (09/05/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com– Harian Pagi Radar Sukabumi menyampaikan permintaan maafnya kepada umat Islam atas pemuatan ilustrasi utama (headline) di halaman pertama harian itu edisi Selasa (09/05/2017).

“Kami dengan tulus memohon maaf atas pemuatan ilustrasi di Harian Radar Sukabumi pada halaman 1 edisi Selasa, 9 Mei 2017,” ujar Pemimpin Redaksi (Pemred) harian itu, Yosep Awaludin, dalam surat permohonan maaf lewat media tersebut edisi Rabu (10/05/2017).

Ilustrasi dimaksud, berdasarkan pengamatan hidayatullah.com pada gambarnya yang menyebar luas di media sosial, adalah gambar seekor burung Garuda yang sedang terbang. Kedua kakinya mencengkeram bendera putih bertuliskan kalimat tauhid berlafadz Arab. Tampak “bendera tauhid” itu terkoyak.

Sedangkan sang Garuda berwajah memerah seperti marah. Di bawahnya terdapat gambar peta Indonesia yang digambar berwarna merah pula. Di atas ilustrasi “Garuda sobek bendera tauhid” itu terdapat judul besar “Pemerintah Bubarkan HTI”.

Baca: Ilustrasi Koran “Garuda Sobek Bendera Tauhid” Tuai Kecaman

Ilustrasi ini menuai kecaman masyarakat. Bahkan, umat Islam di Sukabumi mendatangi kantor harian itu di Jl Selabintana, Kampung Panjalu, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Jawa Barat, Selasa kemarin, untuk meminta klarifikasi dan permohonan maaf.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Meski meminta maaf, pemred harian itu, Yosep, mengklaim ilustrasi tersebut dibuat berdasarkan fakta jurnalistik.

“Dapat kami jelaskan bahwa ilustrasi tersebut dibuat berdasarkan fakta jurnalistik atas peristiwa rencana pemerintah membubarkan HTI pada Senin, 8 Mei 2017,” ujarnya.

Ilustrasi itu, klaimnya, dibuat semata-mata menuangkan fakta dalam bentuk ilustrasi, “dan tidak ada maksud selain itu.”

“Bila ilustrasi tersebut menimbulkan interpretasi yang berbeda dari pembaca, sekali lagi kami memohon maaf,” ujarnya.

“Hal ini menjadi koreksi bagi kami untuk lebih cermat lagi dalam bekerja sebagai jurnalis,” pungkasnya.

Baca: Ilustrasi “Garuda Sobek Bendera Tauhid”, Aa Gym: Sangat Tak Rela

Klarifikasi Radar Sukabumi

Saat menyambangi kantor harian itu, umat Islam di antaranya diwakili oleh Ketua Gerakan Reformis Islam (Garis) Sukabumi Abah Ale, Sekretaris DPD GPI Kabupaten Sukabumi Abubakar A Lamahering, perwakilan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Sukabumi Sulaeman, perwakilan Gerakan Ormas Islam Bersatu (Goib) Jabarudin Wukuf, Kabag Ops Polres Sukabumi Kota Kompol Sulaeman Salim, dan Danramil 0705/Selabintana Kapten Inf Prihatin Supriyanto.

Di waktu bersamaan MUI Kabupaten Sukabumi juga melayangkan surat permohonan klarifikasi kepada pimpinan harian itu.

Ketua Garis Sukabumi, Abah Ale menjelaskan, kedatangan mereka untuk mempertanyakan maksud dan tujuan redaksi harian itu tentang ilustrasi pemberitaan rencana pemerintah membubarkan HTI itu.

Pasalnya, jelas Abah, lafadz tauhid tersebut merupakan lafadz mulia dan suci. “Kita tidak mengatasnamakan ormas tetapi atas nama umat Islam,” jelasnya.

Pihaknya menyayangkan redaksi harian itu membuat ilustrasi tersebut. Jelasnya, lafadz La ilaha illallah adalah lafadz mulia yang harus dimiliki oleh seluruh umat Islam dunia, bukan hanya HTI dan ormas Islam.

“Apabila anda berniat jadi provokator di Sukabumi berarti anda tidak menginginkan kondusifitas saat ini, khususnya di Sukabumi, kami umat Islam bukan HTI bukan ormas,” paparnya dikutip radarsukabumi.com.

Dalam klarifikasinya General Meneger (GM) Radar Sukabumi Rawin Surwintono, membantah jika yang disajikan harian itu bermaksud menyinggung atau menistakan lafadz kalimat tauhid.

Baca: Pimred The Jakarta Post Ditetapkan Tersangka Kasus Penistaan Agama

Penyajian ilustrasi tersebut, katanya, semata-mata hanya ingin menginterpretasikan tentang berita pembubaran HTI, tidak ada maksud selain itu. Pemerintah yang diwakili Menkopolhukam, Menkumham, Mendagri, dan Kapolri yang dilambangkan dengan Burung Garuda.

Kemudian, HTI yang dibubarkan dilambangkan dengan simbol bendera. Kenapa dicabik-cabik? Karena, menurutnya, mencerminkan pemerintah tidak melalui prosedur dalam pembubaran HTI.

“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh umat Muslim. Tak ada maksud kami untuk menistakan atau menghinakan lafadz kalimat tauhid. Termasuk melakukan provokasi. Ini semata-mata hanya bentuk karya jurnalistik dengan melihat fenomena yang ada,” beber Rawin saat menyampaikan klarifikasi resmi di kantor redaksi harian itu.

Setelah dialog panjang terkait permasalahan tersebut, akhirnya dihasilkan kesepakatan bahwa harian itu akan melakukan klarifikasi dan  menerbitkan permohonan maaf seperti yang dituntutkan massa dari ormas Islam.

Berdasarkan penelusuran, Radar Sukabumi di bawah manajemen PT Sukabumi Ekspres Media Jawapos Group.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bendera tauhidGaruda sobek bendera tauhidIslam dan media massaJawa Pos Groupkalimat Tauhidkontroversialkoranmedia lokalMedia massaPemred Radar Sukabumipenghinaan agamaRadar SukabumiSukabumisurat kabar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya GNPF MUI Sampaikan Terima Kasih kepada Umat Islam dan Ulama
Tulisan selanjutnya Ahok Divonis 2 Tahun, Din Syamsuddin: Cukup, Tapi…

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?