Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Membangun Kepribadian Dai di Kalangan Pemuda

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Mei 2017 16:35 4:35 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Mei 2017 16:35
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

SEORANG pemuda Islam ketika menyongsong kehidupan masa depan dihadapkan oleh suatu kenyataan bahwa sesungguhnya di tangannya tergenggam berbagai tugas berat. Artinya, ia adalah pengemban risalah Islam.

Beban ini merupakan amanah yang amat mulia, dan inti dari seluruh tujuan dan cita-cita kehidupannya. Oleh karena itu, untuk menunjang potensi seorang pemuda, ia harus memiliki dasar-dasar kepribadian yang kuat. Secara eksplisit dasar-dasar kepribadian tersebut dapat diterangkan sebagai berikut:

Pertama, mengetahui, menyadari, dan mencanangkan hakekat tujuan hidup. Ia hanya bisa berdakwah bila telah memahami orientasi kehidupannya secara baik. Tanpa hal itu segala apa yang akan dilakukannya akan berjalan tanpa arah tujuan yang jelas. Walau bagaimana pun, tujuan hidup itu merupakan motivator utama bagi kehidupan ruh dan jiwanya. Segalanya ditujukan hanya untuk Allah. Karena itulah, seorang mujahid rela mengorbankan apa saja yang ia miliki hanya untuk Dia. Dia-lah Yang Maha Menentukan awal dan akhir seluruh proses kehidupan.

Kedua, seorang yang akan terjun ke medan dakwah harus mempelajari kondisi dunia yang sedang terjadi. Ia harus menyadari berbagai ancaman dan tipu daya yang sedang diarahkan dan dilancarkan. Dengan demikian, ia akan bersemangat dan berambisi untuk membebaskan dunia ini dari cengkraman berbagai kezaliman, khususnya negara-negara Islam.

Ketiga, seorang dai akan menghadapi berbagai tantangan dan problematika yang senantiasa menghadangnya. Ia pun akan menghadapinya banyak kesulitan, baik itu dalam bentuk teror, intimidasi, pemboikotan, dan sebagainya. Oleh karena itu, pemuda dai harus memiliki jiwa dan mental tangguh. Sebagai harapan bangsa dan agama, ia pun berkejiwaan untuk menjaga dan membentengi diri dari berbagai serangan musuh yang dapat melemahkan semangat jihad. Putus asa bukanlah sikap yang dapat mengantarkan seorang pemuda sebagai dai yang tangguh.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Keempat, acuan yang paling tepat untuk para pemuda dai adalah teladan para sahabat dan para tokoh utama sejarah Islam. Mereka pelaku-pelaku dakwah yang kokoh, kuat, tangguh, cerdik, dan berakhlak mulia. Dari merekalah kita bisa mengambil banyak pelajaran berharga.

Kelima, satu hal yang menjadi pendorong utama bagi seorang dai adalah mengetahui keutamaan tugas suci ini, yakni tugas menanamkan nilai-nilai kebenaran di dalam dada umat manusia dan menyadarkan mereka akan hakekat kehidupan ini sebenarnya.

Mereka harus memiliki keahlian berinteraksi secara persuasif sehingga mampu mempengaruhi orang lain untuk bersikap dengan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran. Tak kalah penting juga apabila ia memiliki haibah (wibawa) yang terpancar melalui kemuliaan kepribadiannya sebagai seorang figur dai yang tangguh. Dengan demikian dakwahnya pun tidak hanya dapat menarik simpati dari banyak massa, tetapi lebih dari itu akan menjadi pelita hidayah sepanjang masa.

Keenam, memperdalam keyakinan qadha dan qadar yang merupakan bagian dari akidah Islam. Dengan memperdalam akidah tentang qadha dan qadar, akan membuat dirinya selalu merasa optimis. Ia pun tidak akan pernah takut menghadapi segala macam rintangan karena sepanjang perjalanan dakwah ia selalu berpijak pada dasar takwa dan tawakal.*/Sudirman STAIL (Sumber buku Figur Pemuda Islam, penulis Hasan Al-Banna)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kepribadian daimeneladani para sahabatPemudasemangat berjihad
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sebelum Terseret Ombak di Garut, Santri SMP Diakui Tidak Sedang Berenang
Tulisan selanjutnya Pemuda Muhammadiyah: Gerakan Minahasa Merdeka Ancam NKRI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?