Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lima Alasan Mengapa Israel Ikut Sibuk dalam Krisis Qatar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Juni 2017 16:09 4:09 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Juni 2017 14:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah media Israel, The Jerusalempost, menulis 5 alasan, mengapa Negara ini ikut ‘sibuk’ dalam konflik yang melanda Qatar atas Negara Teluk lain.

Diantara alasan mengata krsisi Qatar terjadi disebutkan karena ada pengaruh kunjungan Presiden AS Donald Trump  untuk mendesak negara-negara Teluk bertindak pada Qatar. Inilah asalannya;

  1. Ikut Menekan Hamas

Qatar dianggap mendukung pejuang Hamas selama satu dekade terakhir dan menjadi tuan rumah pemimpin gerakan itu, Khalid Misy’al selama lima tahun di Doha. Pada 2012 Emir Qatar Shaikh Hamad bin Khalifa al-Thani mengunjungi Gaza dan menjanjikan dana ratusan juta untuk Gaza. Qatar tidak hanya memberi Hamas rumah di Doha tetapi dukungan finansial dan politik.

Dengan tekanan baru pada Qatar tersebut dianggap telah mendorong negara itu mengeluarkan para anggota Hamas dari negaranya dan akan mengurangi dukungan pada kelompok perlawanan Palestina itu. Hal ini mungkin juga mengisolasi hubungan Turki dengan Hamas.

Baca: 100 Juta Dollar Kembali Digelontorkan Qatar Untuk Gaza

Pemerintah Qatar saat ini berfokus pada maskapai penerbangan apa yang masih akan terbang menuju negara itu besok, menggelontorkan uang membantu Gaza dan menampung Hamas mungkin nampaknya sebuah tanggung jawab yang tidak mereka butuhkan saat ini. Hamas akan merasa sekutu-sekutunya semakin sedikit yang hal itu dapat memberi Israel pengaruh untuk mendorong kelompok tersebut mengubah jalannya. Kemungkinan, Hamas mungkin menyerang Israel untuk menunjukkan relevansinya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab
  1. Membuat Israel lebih dekat dengan Arab Saudi, Mesir dan Teluk

Israel telah menunjukkan kepentingan yang sama dengan Arab Saudi dan negara Teluk dalam menentang Iran. Karena Qatar telah mendukung Hamas, krisis baru ini mendorong negara-negara yang menentang Qatar untuk memahami Israel sebagai partner dalam melawan Hamas dan Iran.

Hubungan ini diam-diam telah tumbuh pada beberapa tahun ini, tetapi krisis dengan Qatar memungkinkan para penulis di Arab Saudi dan Teluk untuk berbicara lebih tegas melawan Hamas. Kantor berita Saudi, Al Arabiya, telah memamerkan wawancaranya dengan Gal Gadot pemeran Wonder Woman.

  1. Menunjukkan kembalinya pengaruh AS di wilayah Teluk

Latar belakang krisis saat ini merupakan sebuah kesan bahwa pidato Presiden AS Donald Trump  untuk “mengusir” teror memberikan kekuasaan penuh pada negara-negara Teluk untuk bertindak.

Baca: Qatar dan Misi Kemanusian ke Indonesia

Di bawah Barack Obama, Israel seringkali merasa terisolasi, khususnya ketika AS mengejar kesepakatan Iran. Saat ini Israel merasa bahwa Amerika sudah kembali dan akan bersikap sebagai sekutu mereka.

  1. Mengurangi ‘teror’

Israel lebih suka wilayah stabil tanpa adanya ‘kelompok-kelompok teror’ (istilah penjajah Israel) yang melemahkan negara-negara tetangga. Namun ada ISIS di Sinai, Hamas di Gaza, Hizbullah di Golan dan di Libanon. Israel mengetahui bahwa ketidakstabilan apapun yang semakin besar dapat menjadi ancaman.

Selama Mesir, Jordania, Arab Saudi dan negara lain bekerja sama, angin kestabilan akan bertiup ke Israel. Semua negara yang stabil di wilayah itu akan bangkit jika kelompok-kelompok ‘ekstrimis’ berkurang.

  1. Hal ini memperkuat tangan Israel secara umum dan pemerintahannya saat ini secara khusus

Penjajah Israel mendapat keuntungan ketika negara itu tidak menjadi pusat perhatian dan tidak berada di bawah tekanan. Ini merupakan sebuah anugerah bagi pemerintahan Israel saat ini karena Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah lama berbicara mengenai upaya menumbuhkan hubungan regional secara diam-diam di luar Mesir dan Jordania.

Baca:  Memusuhi Qatar Untungkan Israel dan Iran

Dia telah mengatakan tentang ancaman Iran selama dua dekade. Jika negara-negara Arab lebih khawatir dengan Iran dan Qatar, daripada Palestina, hal itu mengurangi tekanan pada Israel, pada saat warga Palestina sedang mencoba mengingatkan kembali dunia bahwa penjajahan yang mereka alami telah memasuki tahun ke 50.

Selama beberapa tahun Israel telah dipandang sebagai pusat masalah wilayah itu, hingga hari ini ketika masalah Palestina dikerdilkan oleh konflik yang lebih besar di Suriah, Iraq, Yaman, Libya dan saat ini Teluk. Hal ini membuat harapan bahwa ’50 tahun penjajahan Palestina akan membuat beberapa efek yang mengejutkan’ memudar. Tetapi hal ini juga dapat menghasilkan efek bumerang karena beberapa suara di wilayah itu akan menuduh Teluk Saudi bekerja “untuk Israel.”

Suriah dan Iran sudah menuduh mereka bekerja dengan Israel. Sedangkan mereka telah menentang Israel sejak lama, yang berarti imej Israel di wilayah itu dapat meningkat dalam krisis ini. */Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudibahrainEmir QatargazaHAMAShubungan diplomatikIkhwanul MusliminiranisraelKrisis Diplomasi QatarLibyaMesirNegara telukQatarSheikh Tamim Hamad al-ThaniUni Emirat Arabyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lebih 345.000 Ekspatriat Ilegal Tinggalkan Saudi di Bawah Program Amnesti
Tulisan selanjutnya Umat Dinilai Didzalimi, GNPF MUI Serukan Lakukan Qunut Nazilah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?