Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ramadhan di Mancanegara

“Ramadhan di Birmingham, Anak Saya Berpuasa Sendirian di Kelas”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Juni 2017 09:34 9:34 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Juni 2017 10:12
Bagikan
Suasana buka bersama umat Islam dari berbagai negara di Birmingham, Inggris, Ramadhan 1438 H.
Bagikan

Hidayatullah.com– Tahun ini pertama kali kami mendapat kesempatan menjalani puasa di Birmingham, Inggris, United Kingdom (UK) dengan rentang waktu puasa selama 18-19 jam.

Sebagai pengalaman pertama, tentu banyak hal yang saya khawatirkan terkait lamanya waktu berpuasa serta pendeknya jarak antara buka puasa-shalat tarawih-sahur-shalat subuh.

Terutama untuk anak pertama saya yang berusia 7 tahun. Sebenarnya, saat di Indonesia tahun lalu, Alhamdulillah ia sudah bisa puasa sampai maghrib.

Namun, saya sebagai orangtua khawatir dengan waktu yang lama. Di sini sahur jam 03.00, dan baru berbuka pukul 21.30. Belum lagi di sekolah dengan teman-teman yang kebanyakan non-Muslim.

Baca: Umat Islam Pakistan Berpuasa di Bawah Suhu 46 Derajat Celsius

Namun kekhawatiran tersebut perlahan berkurang. Sebab memasuki pekan kedua Ramadhan, Alhamdulillah semua berjalan lancar. Anak saya tetap bisa melakukan puasa. Saya rasakan betul ternyata menjalani puasa dalam rentang waktu yang lebih panjang dari biasanya waktu di Indonesia tidak seberat yang dibayangkan.

Baca Juga

Gadis Timor Leste Masuk Islam, Direstui Kedua Orang Tuanya yang Katolik
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
Seluruh Sopir Taksi Dubai Diberi Uang Bonus Ramadhan

Malah yang saya rasa berat adalah sahur. Karena harus sudah bangun pukul 01.30, karena subuh jatuh pukul 02.43 waktu Inggris. Sedangkan waktu isya dan tarawih antara pukul 23.00-23.30.

Terhitung kurang lebih saya, suami dan anak-anak hanya tidur 1,5 jam-2 jam. Berat memang apalagi untuk anak saya, terlebih ia tetap harus sekolah. Beruntung waktu sekolah di sini dimulai pukul 09.00, jadi anak saya bisa tidur kembali setelah subuh.

Sebagian dari teman-teman kami di sini memilih untuk tidak tidur setelah tarawih, supaya tidak kesiangan bangun sahurnya. Mereka baru tidur setelah shalat subuh, hingga siang hari.

Pasalnya, jika tidak sahur maka harus menunggu hampir 24 jam lagi untuk bisa makan dan minum.

Di Birmingham sahur jam 03.00, dan baru berbuka pukul 21.30.

Berpuasa Sendirian di Kelas

Anak saya bukan satu-satunya Muslim di kelasnya. Ada beberapa temannya yang Muslim asal Indonesia, Pakistan, Malaysia, India, dan Jamaica. Namun hanya anak saya yang menjalani puasa di kelas.

Ternyata hal tersebut menjadi perhatian khusus dari sekolah. Saya dan suami sempat “ditegur” perihal berpuasa. Anak saya menolak saat diberi makanan ringan rutin sebelum waktu makan siang. Dia bilang, “No! Thank you, I am fasting.” (Tidak! Terima kasih, saya sedang berpuasa. Red)

Pihak sekolah mengatakan, anak saya masih di bawah umur artinya masih terlalu kecil untuk menjalani puasa. Jadi disarankan untuk tidak berpuasa, karena bisa berpengaruh saat mengikuti pelajaran dan kegiatan sekolah dengan baik.

Saya sempat menjelaskan bahwa anak saya masih dalam proses belajar, dan ini bukan kali pertama ia berpuasa. Selain itu saya dan suami sebenarnya tidak mengharuskan dia tahan sampai maghrib. Apabila ia merasa tidak kuat, ia boleh membatalkan puasanya.

Bahkan setiap hari, tiap pukul 12.00 siang anak saya membatalkan puasanya baik di rumah maupun di sekolah lalu kembali melanjutkan puasanya. Begitu pula saat di sekolah, ia ikut makan bersama teman-teman di waktu jam makan siang yaitu pukul 12.00 waktu setempat.

Baca: Puasa di Belanda, Jeda Tarawih-Sahur Hanya 3 Jam

Setelah beberapa penjelasan, meski sempat ditentang pihak sekolah, beruntung akhirnya mereka mau memahami. Maklum, Islam sebagai minoritas di sini jadi mereka tidak terbiasa melihat anak-anak belajar berpuasa sejak usia dini.

Hingga saat ini kami masih terus menjalani puasa dengan antusiasme yang luar biasa. Betapa kami bersyukur diberi kesempatan mendapat pengalaman Ramadhan yang berbeda dan tentunya istimewa.

Bagaimana tidak, baru kali ini saya merasakan buka puasa dalam keadaan kantuk luar biasa.* Kiriman Cici M dari Birmingham, Inggris, untuk hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anak belajar puasaBirminghambuka puasabulan kemenanganbulan puasabulan suci Ramadhaninggrismendidik anak berpuasaminoritaspendidikan anakRamadhanRamadhan 1438 HRamadhan 2017Ramadhan bulan kemenanganRamadhan di InggrisRamadhan di MancanegarasahurSyiar Ramadhantarawihumat Islam di InggrisWNI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pakar Hukum Pidana Unpad: Ahok Harus Segera Dipindahkan ke Lapas
Tulisan selanjutnya kemenangan Berpasrah Diri dan Tawakal pada Allah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Ramadhan di Mancanegara

70.000 Jamaah Berkumpul di Masjid Al-Aqsha untuk Shalat Jumat Terakhir di Bulan Ramadhan

9 Mei 2021 11:22
Ramadhan di Mancanegara

Hadapi Gelombong Kedua Covid-19, Mesir Melakukan Penguncian jelang Hari Raya Idul Fitri

6 Mei 2021 14:00
Ramadhan di Mancanegara

Usia 72 Tahun Tak Halangi Nenek Ini Khatam Al-Quran Meski Gunakan Kaca Pembesar

30 April 2021 10:59
Ramadhan di Mancanegara

Bek Leicester City Berterima Kasih pada Lawan Main setelah Diizinkannya Berbuka Puasa

28 April 2021 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?