Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Kenaikan Mohammad bin Salman: Kemajuan atau Kemunduran?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Juli 2017 10:42 10:42 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Juli 2017 10:42
Bagikan
Jendral Raheel Syarif (paling kanan), Muhamad bin Salman (tengah) dan Jared Kushner (kiri), menantu Donald Trump
Bagikan

Oleh: ACE Abdullah

 

RABU 21 Juni 2017, pekan lalu dunia internasional menyaksikan sebuah perubahan besar dalam tubuh negeri Saudi Arabia yakni naiknya Mohammad bin Salman, 31 tahun, (sering dipanggil MbS) menggantikan sepupunya Mohammad bin Nayef (MbN), 57 tahun.

MbN memiliki pembawaan yang low-profile dengan pengalaman puluhan tahun sebagai menteri dalam negeri Saudi, dan sukses menjalankan program rehabilitasi terhadap veteran perang Afghan serta mengamankan negerinya yang beberapa kali dilanda serangan kaum radikal pada awal dan pertengahan tahun 2000an.

MbS sebaliknya merupakan seorang darah muda yang dianggap ambisius namun  cenderung konfrontatif  dalam mengambil kebijakan. Perang di Yaman melawan milisi pemberontak Syiah Al Houtsi adalah salah satu inisiatifnya yang banyak dinilai menghabiskan milyaran dolar perbendaharaan Saudi, menyebabkan  krisis kemanusiaan besar yang belum menunjukkan tanda kemenangan Saudi.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Di dalam negeri, MbS yang dikenal policymakers di Barat sebagai ‘Petualang’ dan aliasnya “Mr. Everything” (Tuan Segalanya) didukung oleh kaum muda-mudi karena visinya yang lebih liberal dan terbuka.

Baca: Raja Salman Tunjuk Anaknya Sebagai Putera Mahkota Saudi

Dialah yang memprakarsai Visi 2030 yang bertujuan merubah ekonomi Saudi dari yang terlalu bergantung pada patron pemerintah dan sepenuhnya berbasis karbon/minyak menjadi lebih berbasis sektor swasta dan pariwisata untuk menciptakan lapangan kerja bagi rakyatnya. Saat ini lebih dari 70 persen rakyat Saudi berusia dibawah 30 tahun dengan tingkat pengangguran telah melampaui 12%.

MbS juga telah mencanangkan legalisasi taman hiburan, lokasi kultural dan klab-klab sosial, mendorong peran serta wanita dalam ekonomi dan izin mengemudi, dan mengizinkan dibukanya kembali bioskop dan perfilman yang sebelumnya ditentang oleh ulama-ulama negerinya.

Pangeran MbS telah mewanti-wanti hukuman berat bagi ulama yang menentang keputusannya ini. Upaya MbS sebelumnya untuk melakukan pemotongan anggaran bagi pegawai negeri sipil dan personil militer telah memperoleh penolakan keras hingga Raja Salman pun terpaksa membatalkan pemotongan tersebut yang membebani anggaran hingga 45 persen.

Baca: Pangeran Nayef Ditunjuk Sebagai Putra Mahkota Kedua

Belum usai masalah dalam negerinya, MbS dengan lobinya ke AS melalui menantu Trump, Jared Kushner seorang Zionis Yahudi, berjanji membeli senjata senilai 100 milyar dollar dan mendanai infrastruktur AS sebesar 40 milyar dolar, sementara sebagai imbal balik meminta dukungan untuk ‘petualangan’-nya memblokade Qatar dengan bantuan Bahrain, UAE dan Mesir. Pakar ekonomi menyebutkan bahwa blokade Qatar yang tergesa-gesa ini juga merugikan ratusan perusahaan Saudi di Qatar.

Tidak kurang dari 315 perusahaan Saudi berbisnis di Qatar dengan modal penuh mereka, dan sejumlah 303 perusahaan berbisnis secara kongsi dengan warga Qatar. Tidak kurang 300 juta USD dana yang berputar dalam bisnis ini. Disamping itu banyak perusahaan juga memiliki kontrak membangun stadium untuk Piala Dunia FIFA 2022. Kerugian yang sama ditengarai juga dialami oleh UAE.

Baca: Pangeran Mahkota Arab Saudi yang Baru Diharapkan Memberi Dampak Stabilitas Kawasan

Melihat besarnya dana yang dijanjikan kepihak AS, masyarakat juga bertanya mengapa dana yang begitu besar tidak dipergunakan untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di negerinya melainkan digunakan untuk membeli begitu banyak senjata-senjata yang mungkin tidak akan dipergunakan serta mengentakan kemiskinan di negeri orang lain.

Melihat catatannya yang mengambil keputusan secara mentah tanpa pertimbangan serta cenderung emosional dapat dipastikan bahwa Saudi sekarang ini sedang jalan ditempat atau bahkan mengalami kemunduran dibawah gerak-gerik pangeran yang menanjak berkat posisinya sebagai ‘anak kesayangan’ ayahnya Raja Salman.*

Penulis kini berdomisili di Doha, Qatar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiKrisis Diplomasi QatarMohammad bin SalmanNegara ArabNegara telukPresiden Bashar AssadPutra Mahkota SaudiQatarRaja Salam Bin Abdulaziz Al SaudStabilitas KawasansuriahTimur Tengah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KJRI Jeddah Rayakan Idul Fitri Bersama Masyarakat Menikmati Kuliner Nusantara
Tulisan selanjutnya Warga Indonesia di Pakistan Rayakan Lebaran di KBRI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?